Shadow

Šuì Šuì Ƥíng ān, Ucapan Sin Cia ala Jeka saat Pandemi

Bagikan

Šuì Šuì Ƥíng ān, Ucapan Sin Cia ala Jeka saat Pandemi

Jakarta (13/2/2021): Hari Jumat (12/2/2021) kemarin etnis Tionghoa seluruh dunia merayakan Tahun Baru 01/01/ 2572, menyambut kedatangan musim semi. Biasanya ucapan “Gong Hie Fa Chai” mewarnai Imlek. Namun Johannes Kitono alias Jeka, pengamat budaya Tionghoa, punya ucapan yang lebih pas saat Imlek di tengah pandemi Covid-19 seperti sekarang ini.

Apa ucapan yang pas? Silakan ikuti pemaparannya:

Saat Imlek di tahun-tahun sebelum pandemi Covid-19, masyarakat Tionghoa akan saling mengunjungi. Aturan bakunya saudara yang lebih muda harus mendatangi dulu yang lebih senior, biarpun faktanya sang adik mungkin lebih kaya dari kokonya.

Biasanya malam sebelum Sin Cia mereka sudah ketemu dan makan malam keluarga di restoran atau di rumah orang tuanya. Tentu saja kebahagiaan orang tua adalah bisa melihat anak cucunya berkumpul lengkap di rumah, dalam keadaan kompak dan sehat walafiat pula.

Šuì Šuì Ƥíng ān, Ucapan Sin Cia ala Jeka saat Pandemi
Ilustrasi makan malam bersama saat Imlek
Foto: Istimewa

Itu adalah suasana Sin Cia sebelum era pandemi atau pra tahun 2021 yang melanda dunia. Now, di era pandemi ini sikonnya pasti dan harus berbeda.

Virtual Dinner Keluarga

Dalam suasana pandemi ini makan malam keluarga tentu tidak dianjurkan. Jangan sampai tujuan mau happy- happy  sama anak cucu malahan justru terjadi musibah. Virus Covid-19 yang tidak kasat mata ini sangat  ganas. Akan menyerang siapa saja yang sedang lemah imunitas tubuhnya.

Bulan lalu ada iklan duka satu halaman di harian Kompas, tangan kanan tokoh Tionghoa terkenal, akhirnya terkapar juga sehabis kumpul- kumpul keluarga di rumah barunya. Jadi kita harus hati hati, karena Covid-19 ini tidak pandang bulu.

Šuì Šuì Ƥíng ān, Ucapan Sin Cia ala Jeka saat Pandemi
Ilustrasi virtual dinner
Foto: Istimewa

Begitu kita lengah dan ada kesempatan, biar Romo pelayan umat yang baik hati maupun kepala mafia pasti diserangnya. Covid -19 ini benar benar tidak mempunyai hati nurani.

Maka dari itu, untuk mereka yang  ingin family dinner tentu masih ada solusinya.

Dahlan Iskan di-Disway cerita tentang Robert teman Singaporenya yang telah melakukannya. Dengan bantuan teknologi seperti zoom meeting, pada waktu yang sama Robert suami isteri menyiapkan makanan wajib di meja  seperti : Bakmi, Babi Hong, Haisom dab lainnya. Anak-anaknya yang tinggal di tempat terpisah juga melakukan hal sama.

Lewat bantuan teknologi itu pula mereka bisa saling berkomunikasi secara virtual, tentu dimulai dengan doa atau kata-kata pembuka dari orang tuanya. Ini tentu bukan hal baru, karena saat ini para  jurnalis yang terkadang mendapat tugas meliput keluar kota juga biasa melakukan hal yang sama. Dengan keluarga bisa video call pada saat kangen sama anak isteri.

Bagi yang masih jomblo selain bisa video call, bisa petting dan vml sama kekasihnya. Hanya  rasanya pasti berbeda, seperti badan lagi capek dipijit dengan mesin bukan jari, katanya.

Baca Juga :  Cap Go Meh dengan Ratusan Tatung, Kenangan Jeka Melewati Imlek di Singkawang

Ucapan yang Tepat saat Sin Cia

Manusia itu susah sekali untuk mengubah kebiasaan lama, dalam hal ini ucapan saat Sin Cia. Dari sekian banyak ucapan yang umum dipakai adalah :

” Gong Hie Fa Chai”, yang artinya Semoga Banyak Rezeki”, jadi orientasinya hanya rezeki saja. Biarpun yang dikasih Gong Hie sudah Fa Chai, atau sangat kaya.
Padahal pada saat pandemi ini rezeki itu tentu bukanlah hal yang utama. Bukankah saat ini kesehatan dan terhindar dari serangan Covid -19,  lebih penting dari pada dapat Lotere US$.5 jt, misalnya.

Jadi ucapan yang lebih tepat seharusnya:

歲 歲 平 安 (Šuì Šuì Ƥíng ān):*
_Semoga Semua Keluarga Selamat_

Šuì Šuì Ƥíng ān, Ucapan Sin Cia ala Jeka saat Pandemi

Tentu saja ini sangat  logis dan masuk akal. Kalau kita sekeluarga tetap selamat, mendapat vaksin dan bisa melewati era pandemi, masih ada kesempatan cari rezeki. Saat ini tentu saja lebih penting selamat daripada “Fa Chai”, tapi besoknya harus dirawat di RS Wisma Atlet karena virus corona sudah nempel di paru-parunya.

Sekali lagi, jangan main-main sama Covid-19. Bayangkan pemerintah memperlihatkan bahwa penularan virus corona hingga hari Jumat (12/2/2021) masih terjadi di masyarakat. Hal ini terlihat dari masih bertambahnya kasus Covid-19 berdasarkan data yang masuk hingga Jumat pukul 12.00 WIB.

Data pemerintah memperlihatkan bahwa ada 9.869 kasus baru Covid-19 dalam 24 jam terakhir. Penambahan itu menyebabkan jumlah kasus Covid-19 di Indonesia saat ini mencapai 1.201.859 orang, terhitung sejak diumumkannya pasien pertama pada 2 Maret 2020.

Nah, apabila disuruh pilih tentu tidak ada yang mau pilih Kaya tapi kena virus corona, kecuali yang bersangkutan sudah kehilangan akal sehat karena rugi, salah spekulasi di saham Game Stop.

Akhirnya kepada teman teman yang merayakan, kami mengucapkan :

*歲 歲 平 安 (Šuì Šuì Ƥíng ān)
Semoga Semua Keluarga Selamat

Šuì Šuì Ƥíng ān, Ucapan Sin Cia ala Jeka saat Pandemi
Tahun Kerbau Logam

Dan selama perayaan hari Sin Cia yang akan berakhir pada hari Jumat, 26/02/2021 ini, lebih baik tetap tinggal dirumah. Now, pasti banyak waktu untuk menjawab wa dari teman-teman lama yang mungkin sudah puluhan tahun tidak ketemu.

Kalau masih bisa saling kirim dan baca wa, artinya kita adalah manusia yang paling beruntung karena belum sempat terjamah oleh virus corona. Tentu, tetap harus ikuti protokol kesehatan karena kita tidak tahu kapan bisa dapat jatah vaksin gratis yang dijanjikan Presiden kita. (**/jeka)


Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *