Shadow

Bandara Rendani Pelayanan Harus Maksimal dan Optimal

Bagikan

Dipercaya menjabat sebagai Kepala Bandara baru di Bandara Rendani yang merupakan Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas II yang terletak di Kabupaten Manokwari, Provinsi Papua Barat, serangkaian program kerja telah disusun oleh Paryono.

Selain melanjutkan program kerja yang sudah ada, progam jangka pendek yang akan ditingkatkan oleh Paryono adalah operasional rutin, yakni meningkatkan pelayanan, mengingat fasilitas yang ada di bandara itu masih terbatas. “Melihat kondisi bandara saat ini, fasilitas di bandara masih terbatas namun pelayanan harus tetap maksimal dan dioptimalkan. Untuk melakukan pembenahan, kita juga harus melihat efektivitas dan efisiensi,” kata Paryono.

Kepala Bandara Rendani Paryono Bersama Rekan

Menurut Paryono, beberapa area yang membutuhkan perhatian untuk pembenahan di antaranya adalah area parkir kendaraan pengunjung bandara yang belum tertata dengan baik serta keterbatasan terminal kedatangan dan ruang check in. “Di waktu tertentu kami mengatur bagaimana agar tidak crowdit pelayanan di bandara ini karena ada beberapa penerbangan di jam yang sama sementara ruang counter check ini masih sangat terbatas sehingga terjadi antrian yang menghambat pelayanan,” ungkap Kabandara.

Selain membenahi pelayanan, Paryono juga melanjutkan program kerja yang ada, yaitu pengembangan Bandara Rendani, di antaranya adalah melakukan perpanjangan runway dari 2.000 meter x 45 meter menjadi 2.500 meter x 45 meter. Berdasarkan masterplan, terminal baru rencananya akan dibangun seluas 15.552 meter persegi.

Terminal Keberangkatan Bandara Rendani

Untuk mewujudkan program tersebut, Paryono juga menambahkan bahwa dibutuhkan kolaborasi dengan Pemda. “Untuk pengembangan bandara kuncinya adalah ketersediaan lahan. Terkait lahan, harus melakukan koordinasi dan kolaborasi dengan Pemda. Karena bandara ini tidak hanya melayani masyarakat saja, tetapi juga untuk mengakomodir kegiatan Kepemerintahan, baik Pemkab, Pemprov, maupun Pemerintah Pusat karena Manokwari ini ibukota Provinsi Papua Barat,” ujar Paryono.

Baca Juga :  Politeknik Negeri Fakfak Luncurkan Inkubasi Bisnis & Teknologi Pertama di Tanah Papua

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *