
Tangerang, Nusantara Info: Kerusakan parah di Jalan Raya Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, Banten, memicu rentetan kecelakaan maut yang menewaskan empat pengendara sepeda motor dalam kurun waktu 13 hari. Kondisi jalan yang berlubang dan tidak rata diduga kuat menjadi faktor utama kecelakaan, terutama saat pengendara berpapasan atau berdekatan dengan kendaraan bertonase besar seperti truk molen dan dump truk.
Data yang dihimpun dari laporan warga dan pemberitaan setempat, insiden pertama terjadi pada Minggu, 1 Februari 2026. Seorang perempuan berusia 42 tahun meninggal dunia setelah terjatuh dari sepeda motor dan terlindas truk molen di depan PT Victory Chingluh.
Enam hari berselang, Sabtu, 7 Februari 2026, kecelakaan kembali terjadi. Seorang perempuan dilaporkan meninggal di tempat setelah diduga kehilangan kendali akibat kondisi jalan rusak, lalu menabrak dump truk yang melintas.
Tragedi berlanjut pada Rabu malam, 11 Februari 2026. Seorang pria yang hingga kini belum diketahui identitasnya tewas setelah terlibat tabrakan dengan truk di ruas jalan yang sama.
Insiden terbaru sekaligus paling menyita perhatian publik terjadi pada Jumat pagi, 13 Februari 2026. Seorang siswi SMA kelas XII yang tengah berangkat ke sekolah meregang nyawa di lokasi kejadian setelah sepeda motor yang dikendarainya terlibat kecelakaan dengan truk molen.
Jalan Berlubang dan Minim Penerangan
Warga sekitar menyebut kondisi Jalan Raya Pasar Kemis memang telah lama rusak, dengan lubang-lubang besar tersebar di berbagai titik. Saat hujan turun, lubang tertutup genangan air sehingga sulit terlihat pengendara. Pada malam hari, risiko kecelakaan meningkat karena minimnya penerangan di beberapa segmen jalan.
Herni (35), warga setempat, mengaku kecelakaan bukan lagi hal mengejutkan bagi masyarakat sekitar.
“Setiap hari orang harus ekstra hati-hati, tapi tetap saja kecelakaan terjadi. Kami sangat cemas, apalagi anak-anak yang berangkat sekolah,” ujar Herni, dikutip Kantor Berita RMOLBanten, Senin (16/2/2026).
Keluhan serupa disampaikan Aini (29), pekerja yang setiap hari melintasi ruas tersebut. Menurutnya, kerusakan jalan sudah dalam kategori membahayakan.
“Kalau lewat sini harus pelan-pelan sekali. Lubangnya dalam dan hampir di setiap bagian jalan,” katanya.
Ancaman bagi Pengendara Motor
Pengamat transportasi dan keselamatan jalan menilai kombinasi jalan rusak dan lalu lintas kendaraan berat menjadi faktor risiko tinggi bagi pengendara sepeda motor. Ketika pengendara berupaya menghindari lubang, mereka rentan kehilangan keseimbangan atau masuk ke jalur kendaraan besar yang melaju di sisi lain.
Kondisi tersebut diperparah oleh padatnya arus kendaraan di kawasan industri Pasar Kemis, yang setiap hari dilalui truk pengangkut material dan logistik.
Secara prinsip keselamatan jalan, pemerintah daerah memiliki tanggung jawab memastikan infrastruktur dalam kondisi laik dan aman. Jalan berlubang tidak hanya merusak kendaraan, tetapi juga dapat dikategorikan sebagai kondisi berbahaya yang berpotensi menimbulkan korban jiwa. (*)
Desakan Perbaikan dan Evaluasi
Rentetan empat kematian dalam waktu kurang dari dua pekan memicu desakan warga agar pemerintah segera melakukan perbaikan menyeluruh, bukan sekadar tambal sulam. Warga berharap ada audit teknis terhadap kondisi jalan, termasuk pengaturan lalu lintas kendaraan berat di jam-jam sibuk.
Selain perbaikan fisik, sejumlah warga juga meminta pemasangan rambu peringatan tambahan, penerangan jalan umum, serta pembatasan kecepatan kendaraan besar di titik rawan kecelakaan.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa keselamatan berlalu lintas tidak hanya bergantung pada kehati-hatian pengendara, tetapi juga pada kualitas dan kelayakan infrastruktur jalan. Tanpa penanganan cepat dan komprehensif, Jalan Raya Pasar Kemis dikhawatirkan akan kembali memakan korban.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari instansi terkait mengenai jadwal perbaikan permanen ruas jalan tersebut. Warga berharap tragedi beruntun ini menjadi titik balik untuk perbaikan menyeluruh demi mencegah jatuhnya korban berikutnya. (*)






