Messi Cetak Gol Terakhir untuk Argentina, Era Sang Legenda Resmi Berakhir

Bagikan

Messi Cetak Gol Terakhir untuk Argentina, Era Sang Legenda Resmi Berakhir
Lionel Messi mencetak gol terakhirnya untuk Argentina dalam laga persahabatan melawan Benin di Stadion El Monumental, Buenos Aires, Selasa (6/10/2026). (Foto: Istimewa)

BUENOS AIRES, NUSANTARA INFO: Lionel Messi menutup perjalanan panjangnya bersama tim nasional Argentina dengan cara yang emosional. Bintang sepak bola tersebut mencetak satu gol terakhir untuk negaranya sekaligus mengakhiri karier internasional yang telah berlangsung selama lebih dari dua dekade.

Messi mencatatkan penampilan ke-208 sekaligus terakhir bersama Argentina saat menghadapi Benin dalam pertandingan persahabatan di Buenos Aires, Selasa (6/10/2026). Dalam laga yang berlangsung di Stadion El Monumental tersebut, Argentina menang 3-0.

Bagi Messi, pertandingan tersebut menjadi penutup perjalanan internasionalnya bersama La Albiceleste. Ia juga mencatatkan gol internasional ke-126 sekaligus gol terakhirnya untuk Argentina.

Suasana haru menyelimuti El Monumental yang dipadati pendukung Argentina. Pada menit ke-71, Messi maju sebagai eksekutor penalti dan berhasil menjalankan tugasnya.

Gol tersebut langsung disambut selebrasi para pemain Argentina. Para pendukung di tribun juga memberikan penghormatan kepada pemain yang selama bertahun-tahun menjadi simbol sepak bola Argentina tersebut.

Messi Cetak Gol dan Sumbang Dua Assist

Gol dari titik putih bukan satu-satunya kontribusi Messi dalam pertandingan terakhirnya.

Sebelumnya, pemain berusia 39 tahun tersebut memberikan assist untuk gol Nicolás Otamendi. Bek Argentina itu juga menjalani pertandingan terakhirnya bersama tim nasional.

Messi kemudian turut memberikan umpan bagi Nico Paz, pemain muda yang disebut-sebut memiliki peluang meneruskan warisan nomor 10 Argentina setelah era Messi berakhir.

Kemenangan 3-0 atas Benin menjadi penutup yang manis bagi Messi. Selain membawa Argentina meraih kemenangan, ia meninggalkan lapangan dengan catatan satu gol terakhir dan kontribusi penting terhadap dua gol lainnya.

Setelah pertandingan berakhir, Messi menyampaikan rasa terima kasih kepada para pendukung yang telah memberikan dukungan sepanjang perjalanan kariernya bersama Argentina.

“Ini merupakan kebanggaan besar bagi saya untuk mengenakan jersey ini, walaupun tidak bermain kembali tentu akan sangat menyakitkan,” ungkap Messi.

“Gracias, Leo!” Menggema di El Monumental

Penghormatan kepada Messi berlanjut setelah pertandingan.

Pertunjukan drone digelar di langit Stadion El Monumental dengan membentuk tulisan “Gracias, Leo!” sebagai bentuk penghormatan kepada sang kapten.

Pertunjukan tersebut kemudian ditutup dengan formasi drone yang membentuk wajah Messi.

Momen itu menjadi simbol berakhirnya sebuah era bagi sepak bola Argentina. Selama bertahun-tahun, Messi menjadi pusat perhatian ketika Argentina tampil di berbagai kompetisi internasional.

Dari pemain muda yang dibebani harapan sebagai penerus Diego Maradona hingga kapten yang akhirnya membawa Argentina menjadi juara dunia, perjalanan Messi bersama tim nasional penuh dengan pasang surut.

Messi: Bangga Menjadi Orang Argentina

Messi mengumumkan keputusan untuk mengakhiri karier internasionalnya pada 31 Agustus 2026.

Keputusan tersebut diambil sekitar satu bulan setelah Argentina kalah 0-1 dari Spanyol dalam final Piala Dunia 2026.

Kekalahan tersebut menjadi pertandingan terakhir Messi di turnamen Piala Dunia sekaligus salah satu laga paling berat dalam perjalanan internasionalnya.

Dalam pernyataan yang disampaikan dua hari setelah kekalahan tersebut di East Rutherford, Amerika Serikat, Messi mengakui bahwa keputusan untuk berhenti membela Argentina bukan keputusan mudah.

“Itu adalah keputusan yang menyakitkan dan masih terasa menyakitkan, tetapi saya tahu inilah waktu yang tepat,” tulis Messi.

Ia juga menegaskan bahwa dirinya selalu memberikan kemampuan terbaik ketika mengenakan seragam Argentina.

“Saya bersumpah bahwa saya selalu memberikan segalanya dan selalu berjuang untuk seragam ini demi membuat kalian bahagia dan bangga menjadi orang Argentina melalui sepak bola,” tulisnya.

Messi menutup pernyataan tersebut dengan ungkapan yang menggambarkan kuatnya ikatan emosionalnya dengan negara kelahirannya.

“Terima kasih, Tuhan, karena telah menjadikan saya orang Argentina,” tutup Messi.

Dari Kegagalan hingga Juara Dunia

Baca Juga :  Arsenal: Leg 2 Adalah Malam yang Diciptakan untuk Real Madrid

Karier internasional Messi tidak langsung dipenuhi trofi.

Bersama Argentina, ia sempat mengalami sejumlah kegagalan di pertandingan final. Salah satu periode paling berat terjadi pada 2014 hingga 2016 ketika Argentina tiga kali berturut-turut gagal meraih gelar.

Argentina kalah dari Jerman pada final Piala Dunia 2014 di Brasil. Dua tahun berikutnya, La Albiceleste kembali gagal di final Copa América 2015 dan Copa América Centenario 2016 setelah kalah dari Chile.

Tekanan terhadap Messi semakin besar karena publik Argentina membandingkannya dengan Diego Maradona, legenda yang membawa Argentina menjadi juara dunia pada 1986.

Bahkan pada 2016, Messi sempat mengumumkan pensiun dari tim nasional setelah kekalahan di final Copa América.

Namun, keputusan tersebut tidak bertahan lama.

Messi kembali membela Argentina dan akhirnya mengakhiri penantian panjang untuk meraih trofi internasional ketika membawa negaranya menjadi juara Copa América 2021.

Gelar tersebut menjadi titik balik penting dalam kariernya bersama Argentina. Setahun kemudian, puncak yang lebih besar berhasil dicapai.

Puncak Karier di Piala Dunia 2022

Piala Dunia 2022 di Qatar menjadi salah satu babak terpenting dalam perjalanan Messi.

Argentina berhasil mencapai final dan menghadapi Prancis dalam pertandingan dramatis yang berakhir 3-3 setelah 120 menit.

Argentina kemudian memenangkan pertandingan melalui adu penalti dan mengangkat trofi Piala Dunia.

Bagi Messi, gelar tersebut sekaligus menjawab penantian panjang untuk membawa Argentina meraih trofi Piala Dunia.

Trofi di Qatar juga memperkuat status Messi sebagai salah satu pemain terbesar dalam sejarah sepak bola dunia.

Empat tahun kemudian, Argentina kembali mencapai final Piala Dunia 2026. Namun, kali ini perjalanan mereka berakhir dengan kekalahan 0-1 dari Spanyol.

Meski gagal mempertahankan gelar, pertandingan terakhir Messi bersama Argentina akhirnya tetap ditutup dengan kemenangan.

Warisan Nomor 10 Messi

Berakhirnya karier internasional Messi bukan hanya tentang kehilangan seorang pemain.

Argentina kini memasuki era baru tanpa sosok yang selama bertahun-tahun menjadi pusat permainan sekaligus pemimpin tim.

Perhatian berikutnya akan tertuju kepada generasi pemain muda yang diproyeksikan melanjutkan tradisi sepak bola Argentina.

Nama Nico Paz menjadi salah satu pemain yang mulai mendapat sorotan. Pemain muda tersebut bahkan mencetak gol dalam pertandingan terakhir Messi dan disebut sebagai salah satu kandidat penerus nomor 10 yang identik dengan sang legenda.

Namun, menggantikan Messi tentu bukan perkara sederhana.

Selama membela Argentina, Messi mencatatkan 208 penampilan dan 126 gol internasional. Ia juga membawa negaranya meraih Copa América 2021 dan Piala Dunia 2022.

Kini, angka-angka tersebut menjadi bagian dari warisan yang ditinggalkan Messi untuk generasi berikutnya.

Messi Masih Bermain di Level Klub

Meski telah mengakhiri karier internasional, Messi belum meninggalkan sepak bola profesional.

Pemain berusia 39 tahun tersebut masih terikat kontrak dengan Inter Miami, klub yang berlaga di Major League Soccer (MLS), hingga 2028.

Dengan demikian, para penggemar masih berkesempatan menyaksikan Messi bermain di level klub.

Namun, pertandingan Argentina melawan Benin akan dikenang sebagai akhir dari perjalanan sang megabintang bersama tim nasional.

Dari kegagalan di berbagai final, keputusan pensiun, kebangkitan, Copa América 2021, hingga kejayaan Piala Dunia 2022, Messi akhirnya menutup kisahnya bersama Argentina dengan sebuah gol.

Di langit Buenos Aires, tulisan “Gracias, Leo!” menjadi salam perpisahan untuk seorang pemain yang selama bertahun-tahun membuat Argentina bermimpi, menangis, dan akhirnya merayakan gelar dunia.

Era Messi bersama Argentina telah berakhir. Warisannya, bagaimanapun, akan tetap menjadi bagian dari sejarah sepak bola dunia. (*)

Bagikan pendapatmu tentang artikel di atas!

Bagikan

Pos terkait