Shadow

Bupati Jarot Membawa Kabupaten Sintang Menuju Pembangunan Berkelanjutan, Bandara Tebelian Jadi Gerbangnya

Bagikan

Bupati Jarot Membawa Kabupaten Sintang Menuju Pembangunan Berkelanjutan, Bandara Tebelian Jadi Gerbangnya
Bandara Tebelian
Foto: IG Bandara Tebelian

Sintang (8/2/2021): Pilkada 2020 telah usai. Begitupun di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat. Kubu-kubu yang bersaing kembali bergandeng tangan untuk membangun Sintang. Periode 2021-2026 kepemimpinan ada pada pasangan terpillih.

Dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Sintang – dengan daftar hadir yang ditanda tangani 25 orang dari 40 jumlah anggota – ditetapkan Bupati dan Wakil Bupati Sintang periode 2021- 2026 adalah dr. H. Jarot Winarno, M.Med. PH dan Sudiyanto SH.

Bupati Jarot Membawa Kabupaten Sintang Menuju Pembangunan Berkelanjutan, Bandara Tebelian Jadi Gerbangnya
Bupati Sintang Jarot Winarno
Foto: IG Jarot Winarno

Jarot Winarno adalah petahana yang telah membawa Kabupaten Sintang yang dilihat dari sisi aktivitas perekonomiannya sudah mencerminkan kota. Kabupaten Sintang ini memiliki luas wilayah 21.638,00 km². Sebagian besar wilayah Kabupaten Sintang merupakan perbukitan dengan luas sekitar 13.573,75 km2 atau sekitar 63,57% dan dataran seluas 8.061,25 km2. Sintang merupakan kabupaten terbesar kedua di Provinsi Kalimantan Barat, setelah Kabupaten Ketapang. Wilayah ini berbatasan langsung dengan Serawak, Malaysia. Mata pencaharian utama masyarakat di kawasan ini adalah petani kelapa sawit dan karet.

Atas dasar mata pencaharian utamanya ini maka Bupati Jarot menjaga benar kelestarian hutan di wilayahnya. Jarot Winarno peraih Pamong Kehati 2020 dari Yayasan KEHATI terbukti berhasil menjaga 865.000 hektare tutupan hutan di Sintang melalui Rencana Aksi Daerah Sintang Lestari [RAD-SL].

Bupati Jarot Membawa Kabupaten Sintang Menuju Pembangunan Berkelanjutan, Bandara Tebelian Jadi Gerbangnya
Bupati Sintang saat berkunjung ke pelosok
Foto: Istimewa

Manfaat RAD-SL bagi pelestarian keanekaragaman hayati dan lingkungan hidup adalah pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan sebagai modal dasar pembangunan ekonomi yang inklusif. Strategi keberlanjutan ini dinilai dapat melahirkan kepemimpinan hijau di tingkat komunitas masyarakat, birokrasi pemerintah, maupun sektor sosial lainnya.

“Di Sintang, terdapat 1,2 juta hektare kawasan hutan. Hutan harus kita jaga, komoditas harus sustainable,” ujar Bupati Jarot ketika diwawancarai sejumlah wartawan usai mendapatkan penghargaan Pamong Kehati dari Yayasan KEHATI.

Bupati Jarot Membawa Kabupaten Sintang Menuju Pembangunan Berkelanjutan, Bandara Tebelian Jadi Gerbangnya
Kabupaten Sintang
Foto: Istimewa

Di bawah kepemimpinan Jarot, Kabupaten Sintang memiliki program-program yang selaras dengan pembangunan berkelanjutan. Jarot juga membuat kebijakan dengan visi pembangunan berkelanjutan yang kuat, berupa Peraturan Bupati, komitmen dalam Rencana Aksi Daerah Sintang Lestari termasuk pembuatan panduan reorientasi arah dan semangat pembangunan Kabupaten Sintang.

Baca Juga :  Kemendagri: Pengukuran IPKD Dilakukan Untuk Atasi Sejumlah Permasalahan Tata Kelola Keuangan di Daerah

Jarot juga menggagas Forum Koordinasi Kelapa Sawit Berkelanjutan Kabupaten Sintang. Dari forum ini, semua perusahaan sawit didorong untuk dapat mengantongi sertifikat RSPO dan ISPO. Agar perusahaan sawit dapat memberikan kontribusi lebih, maka dikeluarkan sejumlah keputusan Bupati tentang tanggung jawab sosial perusahaan, pembangunan tanah kas desa, juga rencana aksi daerah sawit berkelanjutan.

“Penghargaan ini lebih pantas kita berikan pada komunitas masyarakat adat, masyarakat desa tingkat tapak, juga teman-teman mitra yang telah melakukan inisiatif menjaga keanekagaraman hayati di Kabupaten Sintang. Kemudian teman-teman Sekretariat LTKL, dan masyarakat sipil yang telah bersama menjaga Sintang,” ujar Bupati Jarot.

Bupati Jarot Membawa Kabupaten Sintang Menuju Pembangunan Berkelanjutan, Bandara Tebelian Jadi Gerbangnya
Runway Bandara Tebelian
Foto: IG Bandara Tebelian

Namun pembangunan di Sintang tak akan berjalan lancar bilamana tanpa dukungan infrastruktur transportasi memadai. Maka dari itu kehadiran bandara berperan penting. Di Sintang terdapat Bandara Tebelian. Bandara ini dapat melayani beberapa wilayah di sekitar Kabupaten Sintang, antara lain Kabupaten Melawi (jarak 64 km / kurang lebih 1 jam perjalanan darat), Kabupaten Sekadau (jarak 80 km / kurang lebih 1,5 jam perjalanan darat), Kabupaten Sanggau (jarak 180 km / kurang lebih 3 jam perjalanan darat) dan Kabupaten Kapuas Hulu (jarak 280 km / kurang lebih 6 jam perjalanan darat).

“Kita harapkan dengan adanya Bandara Tebelian, maka daerah-daerah di sekitar kabupaten Sintang akan mendapatkan kemudahan akses transportasi dari dan ke daerah mereka masing-masing dan juga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat Kalimantan Barat dan sekitarnya,” kata Menhub Budi Karya Sumadi suatu saat di Jakarta.

Bupati Jarot Membawa Kabupaten Sintang Menuju Pembangunan Berkelanjutan, Bandara Tebelian Jadi Gerbangnya
Kepala Bandara Tebelian Patah Atabri
Foto: Istimewa

Kepala Bandara Tebelian Patah Atabri mengungkapkan pihaknya senantiasa memberikan pelayanan prima kepada pengguna jasa agar kehadiran bandara berdampak positif bagi Kabupaten Sintang. Meski pandemi sehingga penumpang sepi, personel Bandara Tebelian tetap siap siaga. (**)


Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *