BGN Genjot Kualitas Layanan SPPG, MBG 2026 Siap Layani 55 Juta Warga

Bagikan

BGN Genjot Kualitas Layanan SPPG, MBG 2026 Siap Layani 55 Juta Warga
Kepala BGN Dadan Hindayana (tengah). (Foto: Dok YouTube Sekretariat Presiden)

Jakarta, Nusantara Info: Badan Gizi Nasional (BGN) berkomitmen meningkatkan kualitas layanan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada 2026.

Kepala BGN, Dadan Hindayana menyampaikan bahwa penguatan SPPG menjadi fokus utama setelah fondasi program dibangun secara masif sepanjang 2025.

“Mulai 8 Januari 2026, MBG langsung melayani lebih dari 55 juta penerima manfaat. Tahun ini, MBG tidak hanya fokus pada intervensi gizi, tetapi juga pada peningkatan kualitas layanan SPPG serta penguatan edukasi gizi agar masyarakat lebih memahami pilihan makanan sehat dan bergizi,” katanya dalam keterangan pers, Kamis (1/1/2026).

Sepanjang 2025, BGN menitikberatkan pada pembangunan sistem dan kesiapan operasional MBG. Program yang dimulai pada 6 Januari 2025 awalnya dijalankan melalui 190 SPPG, menjangkau sekitar 570.000 penerima manfaat. Fase awal ini difokuskan untuk memastikan tata kelola layanan gizi berjalan secara terukur dan akuntabel sebelum skala nasional diperluas.

Seiring waktu, jumlah SPPG bertambah signifikan. Hingga akhir 2025, MBG didukung oleh 19.188 SPPG yang tersebar di seluruh Indonesia.

“Tahun 2025 kami gunakan untuk membangun fondasi yang kuat. Dari 190 SPPG di awal hingga 19.188 SPPG di akhir tahun, ini menunjukkan kerja masif dan terukur dalam menyiapkan layanan MBG,” ujar Dadan.

Dengan pijakan tersebut, BGN menargetkan seluruh 19.188 SPPG beroperasi serentak pada 2026, melayani sekitar 55,1 juta penerima manfaat. Strategi utama tahun ini adalah penguatan kualitas layanan SPPG dan edukasi gizi, bagian dari upaya jangka panjang membangun pola konsumsi sehat sejak dini.

Dadan menambahkan, pemerintah menargetkan peningkatan jumlah penerima manfaat MBG hingga 82,9 juta orang pada 2026. “Pendekatan ini diharapkan mendorong kesadaran masyarakat dalam memilih makanan bergizi dan mendukung pembangunan kualitas sumber daya manusia Indonesia,” pungkasnya. (*)

Bagikan pendapatmu tentang artikel di atas!

Bagikan

Pos terkait