Shadow

Hajad Dalem Garebeg Sawal Ditiadakan, Keraton Yogyakarta Bagikan Ubarampe Rengginang

Bagikan

Hajad Dalem Garebeg Sawal Ditiadakan, Keraton Yogyakarta Bagikan Ubarampe Rengginang
Foto: kratonjogja.id

Yogyakarta (18/5/2021): Ada yang berbeda pada perayaan Idul Fitri 1442 H yang jatuh pada tanggal 13 Mei 2021 atau 1 Sawal Jimakir 1954 tahun Jawa. Biasanya, dalam Hari Raya Idul Fitri, Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat menggelar Hajad Dalem Garebeg Sawal dan Ngabekten.

Namun karena pandemi Covid-19 yang hingga kini belum berakhir, maka kedua Hajad Dalem tersebut ditiadakan. Namun demikian, agar nilai budaya masih lestari, Hajad Dalem Garebeg diganti dengan prosesi pembagian ubarampe gunungan Garebeg berupa rengginang sejumlah 2.700 tangkai.

Pembagian ubarampe gunungan dilaksanakan sama seperti tahun lalu secara terbatas dan dengan mematuhi protokol kesehatan. Seluruh Abdi Dalem dan Sentana Dalem yang terlibat memakai masker, mencuci tangan sebelum memasuki keraton, menjaga jarak antar pihak yang terlibat, dan menghindari kerumunan.

Pembagian ubarampe gunungan dimulai pada pukul 09.00 WIB di Bangsal Srimanganti. Putri sulung Sri Sultan, GKR Mangkubumi, memimpin jalannya prosesi. Turut hadir dalam prosesi tersebut GKR Condrokirono, GKR Maduretno, GKR Hayu beserta KPH Purbodiningrat dan KPH Notonegoro.

Usai doa bersama yang dipimpin oleh Mas Lurah Ngabdul Wahab, ubarampe gunungan Garebeg Sawal mulai dibagikan kepada seluruh Abdi Dalem di tepas dan kawedanan melalui perwakilan. Selain dibagikan kepada Abdi Dalem Keraton Yogyakarta, ubarampe rengginang juga dibagikan ke Pura Pakualaman dan Kepatihan. Bertindak sebagai Utusan Dalem, KRT Wijoyopamungkas dan KRT Sumarno Kusumoyudo mengantar ubarampe gunungan ke Pura Pakualaman. Sementara KRT Wiraguna dan KRT Widya Bayukusuma mengantar ke Kepatihan.

Hajad Dalem Garebeg Sawal Ditiadakan, Keraton Yogyakarta Bagikan Ubarampe Rengginang
Garebeg Sawal, Foto: kratonjogja.id

Penghageng Kawedanan Hageng Panitrapura GKR Condrokirono mengungkapkan, meskipun tidak ada prosesi arak-arakan prajurit dan gununganGarebeg tetap tidak kehilangan esensinya, yakni perwujudan rasa syukur dari raja atas melimpahnya hasil bumi, yang dibagikan untuk rakyatnya. “Prosesi pembagian ubarampe gunungan menjadi bentuk konsistensi keraton dalam melestarikan budaya di berbagai situasi,” katanya.

Baca Juga :  Boen San Bio, Klenteng Tertua di Tangerang dan Simbol Toleransi Umat Beragama

Sementara itu, Wakil Penghageng Tepas Parentah Hageng dan Tepas Tandha Yekti KPH Yudahadingrat mengatakan, bahwa pembagian ubarampe gunungan untuk internal keraton dan pihak terkait dilaksanakan guna menghindari adanya kerumunan massa.

Rengginang merupakan kue ketan berbentuk bulat dan berwarna putih. Selain rengginang, terdapat pula taplukan yang terbuat dari ketan berbentuk bintang dan berwarna merah, hijau, kuning, putih, serta hitam. Setiap rengginang dan taplukan berhiaskan kucu serta upil-upilanKucu memiliki bentuk bulat kecil, sedang upil-upilan berbentuk persegi panjang dengan lima warna senada pada taplukanUbarampe tersebut berjumlah sama dengan yang dipersiapkan untuk Gunungan Estri dan Gunungan Dharat sebagaimana mestinya. Prosesi pembagian ubarampe gunungan berlangsung hingga pukul 10.00 WIB. (*)


Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *