Shadow

Legenda Dewa Dapur dan Cerita Jeka Seputar Angpao Imlek

Bagikan

Legenda Dewa Dapur dan Cerita Jeka Seputar Angpao Imlek
Suasana Klenteng Saat Perayaan Imlek, Foto: Istimewa

Jakarta (6/2/2021): Tahun Baru Imlek kurang beberapa hari. Suasana Imlek mulai terlihat di beberapa tempat, walau pandemi Covid 19 belum juga sirna. Begitu pun bagi seorang Johannes Kitono alias Jeka. Masa remaja Jeka dihabiskan di kota Sanggau, asrama Santa Maria Singkawang ( 9 th ) dan Pontianak ( 3 th ). Setiap ada liburan sekolah selalu ikut omnya berdagang ke daerah perbatasan seperti Desa Jangkang, Bonti dan Balai Karangan. Saat itu masih terjadi perdagangan barter 1 kg beras = 1 kg karet.

Dan dalam usia 16 th sudah memiliki Kecakapan Membawa Kapal di Sungai Kapuas yang panjangnya 1.145 km dan merupakan sungai terpanjang di Indonesia. Pada usia 35 th Jeka pernah berenang sendiri menyebrangi Sungai Kapuas di kota Sanggau yang lebarnya sekitar 500 m, tentu di kawal oleh kapal Sungai. Dan ditempuh dalam waktu sekitar 20 menit. Sanggau membuatnya punya banyak kenangan tentang Tahun Baru Imlek ini. Mantan Ketua PPAS , Paguyuban Perantau Asal Sanggau, mempunyai catatan menarik tentang Imlek tersebut. Catatan ringan itu tertuang dalam tulisan berikut ini:

Tahun ini masyarakat Tionghoa seluruh dunia akan merayakan Tahun Baru Imlek atau Sin Cia yang akan jatuh pada hari Jumat, 12/02/2021, menurut kalender Masehi.

Legenda Dewa Dapur dan Cerita Jeka Seputar Angpao Imlek
Foto: Istimewa

Tradisi menyambut kedatangan musim semi ini sudah berlangsung ribuan tahun, di mana tahun pertamanya dihitung dari saat kelahiran Nabi Kong Hu Tju = Confusius yaitu 2527 tahun yang lalu.

Now, anak anak dan generasi muda Tionghoa diduga banyak yang sudah tidak mendalami makna atau arti hari Sin Cia atau Ko Nian. Kebanyakan mereka hanya mengkaitkan bahwa hari Sin Cia dengan jumlah angpao yang akan diterimanya.

Legenda Dewa Dapur dan Cerita Jeka Seputar Angpao Imlek
Ilustrasi Angpao, Foto: Istimewa

Imlek memang lekat dengan tradisi memberikan angpao atau amplop merah berisi uang pada hari Sin Cia. Biasanya dari orang tua kepada anak anaknya. Bisa juga anak kerabatnya yang belum dewasa atau belum berpenghasilan. Untuk mendapat angpao dari orang tua, sang anak harus kiong hie atau soja dengan kedua tangan ke orang tua atau om dan tantenya. Sambil berkata : ” Gong Hie Fa Chai” yang artinya selamat tahun baru dan semoga banyak rezeki.

Angpao biasanya juga diberikan oleh anak yang sudah berpenghasilan atau berkeluarga kepada ortu atau kerabatnya yang sudah sepuh atau tua.

Tidak ada patokan jumlah minimal atau maksimal isi uang di dalam Angpao. Tentu saja yang jadi anak juga tidak perlu kecil hati atau marah kalau isi angpao tahun pandemi ini nilainya kurang dibanding tahun lalu. Maklum Sin Cia saat pandemi, income masuk tidak menentu dan umumnya hanya hidup dari tabungan saja.

Legenda Dewa Dapur dan Cerita Jeka Seputar Angpao Imlek
Ilustrasi Orang Tua Memberikan Angpao Kepada Anaknya, Foto: Istimewa

Jangan pula kaget bilamana saat-saat menjelang hari Sin Cia ini banyak video yang berisi penjelasan seputar Imlek, termasuk tradisi apa saja yang harus dilakukan pada hari istimewa ini. Tetapi tetap cermat juga karena tidak sedikit video yang rancu. Seperti yang saya lihat kemarin, ada video dalam bahasa Mandarin yang sedikit rancu. Katanya bahwa pada hari Rabu, 03/02/2021, tepat jam 10 malam, menurut tradisi justru adalah awal dari musim semi yang lebih penting dari hari Sin Cia. Oleh karena itu ada empat poin yang perlu diperhatikan,yaitu :

Baca Juga :  Sejarah Perayaan Imlek di Indonesia, Dilarang Soeharto dan Dibebaskan Gus Dur

1. Karena awal dari musim semi maka hari itu tidak boleh pindah rumah.
2. Dan tidak boleh cukur karena rambut ibarat rumput yang baru tumbuh di awal musim semi dan tidak boleh dipotong.
3. Harus jalan-jalan keluar dan tidak boleh santai dan berleha-leha dirumah.
4. Tidak boleh ribut supaya banyak rezeki.

Ketika narasi video itu dikonfirmasikan ke Helen, eks jurnalis TV swasta yang fasih mandarin, langsung dibantahnya. ” Saya tidak bisa translate dan terjemahkan video tersebut karena poin pertama saja sudah salah. Sin Cia adalah hari pertama musim semi dan bagaimana bisa masih ada hari yang lebih awal lagi,” katanya via WhatsApp dengan profile wajah bermata rada biru. Mungkin penampilan barunya untuk menyambut kedatangan Tahun Kerbau. Kalau mata berikut baju dikasih warna merah tentu bahaya. Bisa saja ciong atau seperti matador akan ditanduk banteng, sepupunya kerbau.

Jeruk Siam Jawa, Cerita Menjelang Imlek dari Seorang Jeka
Foto: Istimewa

Tanks Helen untuk jawaban yang logis dan warna biru matanya untuk menyambut tahun kerbau. Siapa tahu bisa memberi inspirasi bagi cewek-cewek lain untuk ikut tren bermata biru.

Laporan Audit Dewa Dapur

Konon legenda  Dewa Dapur ini dimulai pada dinasti Qing ( 1644- 1911 ). Pada waktu itu dayang-dayang istana, tentu saja cewek, mempunyai kebiasaan ngerumpi atau gosip yang dianggap bisa mengganggu keharmonisan rumah tangga istana kalau tidak  dibendung atau diturunkan volumenya.

Legenda Dewa Dapur dan Cerita Jeka Seputar Angpao Imlek
Ilustrasi Istana Dinasti Qing, Foto: Istimewa

Dan tempat gosipnya bukan di kamar tidur atau di sumur tempat mandi tapi justru di dapur. Nah, untuk  mengurangi kebiasaan gosip dan atas perintah Kaisar Langit, setiap dapur rakyat wajib ditaruh altar tempat bersemayamnya Dewa Dapur.

Tugas sang Dewa bukan hanya  mengawasi dayang yang bawel, tapi juga tingkah laku dan kelakuan semua  penghuni  rumah, selama 24 jam dan berlangsung sepanjang tahun.

Setiap tahun dan tepatnya 7 hari sebelum Sin Cia atau H – 7, Dewa Dapur  akan naik ke langit membuat laporan  kepada Kaisar Langit apa saja yang sudah dilakukan oleh manusia penghuni rumah sepanjang tahun ini. Kalau laporan bagus tentu saja dapat pahala, tapi kalau jelek  silakan tebak sendiri. Yang jelas hokkie nya pasti dikurangi.

Legenda Dewa Dapur dan Cerita Jeka Seputar Angpao Imlek
Sembahyang Dewa Dapur, Foto: Istimewa

Nah, sebelum H – 7 tiba, biasanya seisi rumah dan khususnya dapur  sudah dibersih-bersihkan oleh penghuninya. Hampir sama atau seperti melakukan restrukturisasi perusahaan sebelum IPO, biar memiliki sistem organisasi yang baik, kata konsultan manajemennya.

Sesudah melakukan tugasnya di khayangan dan kiong hie dengan sesama Dewa sambil diskusi mencari solusi bagaimana membantu manusia mengatasi virus Corona. Pada hari keempat Sin Cia, sang Dewa akan kembali ke bumi melakukan tugas rutinnya lagi.

Legenda Dewa Dapur dan Cerita Jeka Seputar Angpao Imlek
Sesajian Untuk Cao Kung Kong, Foto: Istimewa

Di beberapa daerah ada masyarakat Tionghoa yang melakukan sembahyang di Kelenteng, khusus untuk menghormati Dewa Dapur atau Cao Kung Kong (Hokkian).  Saat sembahyang Dewa Dapur sesajinya harus  yang manis-manis supaya laporannya juga bagus dan manis. (**)


Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *