Shadow

Mengenal Suku Dayak Kenyah di Desa Pampang, Hanya 11 Km dari Bandara APT Pranoto

Bagikan

Mengenal Suku Dayak Kenyah di Desa Pampang, Hanya 11 Km dari Bandara APT Pranoto
Desa Adat Pampang, Foto: Istimewa

Samarinda (1/2/2021): Mengunjungi Samarinda, Kalimantan Timur, kurang lengkap rasaya jika tidak berkunjung ke Desa Pampang yang merupakan Kawasan Wisata Budaya yang berada tidak jauh dari Bandara APT Pranoto, yaitu hanya berjarak kurang lebih 11 Km saja dan dari pusat Kota Samarinda berjarak 24 Km.

Desa Pampang - Nusantara Info
Foto: Nusantara Info

Desa Pampang, bisa dikatakan bukan desa sembarangan. Karena di desa ini hidup satu suku yang bernama Dayak Kenyah, yang telah hidup selama puluhan tahun di desa tersebut. Desa Pampang diresmikan oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur pada tahun 1991 yang bertujuan untuk melestarikan kebiasaan adat serta budaya Suku Dayak Kenyah yang berada di Samarinda.

Kawasan Wisata Budaya ini merupakan hasil migrasi penduduk Desa Long Lis Apo Kayan, Kabupaten Bulungan, pada tahun 1973. Daya tarik utama dari kawasan wisata budaya ini yang dapat dinikmati oleh pengunjung adalah Rumah Adat Lamin, tari-tarian, Wanita Dayak Telinga Panjang, upacara adat hingga kehidupan sehari-hari Suku Dayak Kenyah.

Mengenal Suku Dayak Kenyah di Desa Pampang, Hanya 11 Km dari Bandara APT Pranoto
Lamin Adat Pamung Tawai, Foto: wego.com

Kini, Desa Pampang menjadi destinasi wisata budaya yang banyak dikunjungi oleh wisatawan domestik maupun mancanegara. Di sini, para wisatawan akan disuguhkan tarian adat Suku Dayak yang digelar di rumah ada yang disebut Lamin Adat Pamung Tawai. Rumah adat ini terbuat dari kayu Ulin dengan hiasan dan ukiran pada hampir semua bagian dindingnya memiliki motif khas Dayak dengan kombinasi warna hitam, kuning dan putih.

Mengenal Suku Dayak Kenyah di Desa Pampang, Hanya 11 Km dari Bandara APT Pranoto
Foto: Istimewa

Pertunjukan seni tari di Lamin Adat Pamung Tawai ini diselenggarakan setiap hari Minggu pukul 14.00 – 15.00 WITA. Untuk dapat menyaksikan pertunjukan tarian tersebut, wisatawan akan dikenakan biaya sekitar Rp 20,000 per orang dan bebas memilih kursi dengan spot terbaik untuk dapat menyaksikan seni tari tersebut. (*)

Baca Juga :  Menhub Tinjau Lokasi Calon Bandara Baru Penunjang IKN

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *