Dari Program MBG hingga Kopi Papua, APS Nilai Kunjungan Wapres Tepat Sasaran

Bagikan

Dari Program MBG hingga Kopi Papua, APS Nilai Kunjungan Wapres Tepat Sasaran
Dewan Penasihat Analisis Papua Strategis (APS) Theofransus Litaay. (Foto: Dok. Pribadi)

Jakarta, Nusantara Info: Dewan Penasihat Analisis Papua Strategis (APS), Theofransus Litaay, menilai kunjungan Wakil Presiden (Wapres) RI Gibran Rakabuming Raka ke Kabupaten Biak Numfor, Provinsi Papua, serta Wamena, Provinsi Papua Pegunungan, sebagai langkah strategis pemerintah dalam mempercepat pembangunan kesejahteraan di Tanah Papua.

Menurut Theofransus, kunjungan tersebut merupakan pelaksanaan tugas Wakil Presiden untuk memantau langsung kemajuan pembangunan sekaligus memastikan program-program prioritas nasional berjalan efektif di daerah.

“Mas Wapres menjalankan mandat Presiden untuk melihat langsung kondisi Papua dan Papua Pegunungan, sekaligus memastikan pembangunan benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat,” ujar Theofransus dalam keterangannya.

Fokus Pendidikan dan Gizi di Biak Numfor

Di Provinsi Papua, Wakil Presiden mengawali kunjungan di Kabupaten Biak Numfor dengan meninjau pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis bagi peserta didik. Program ini dinilai penting dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini.

Selain itu, Wapres juga meninjau proses belajar mengajar di Sekolah Rakyat Menengah di Biak. Dialog langsung yang dilakukan Wapres bersama para pelajar dan guru disebut sangat bermanfaat karena memberikan gambaran nyata mengenai kebutuhan pendidikan di Papua.

“Komunikasi langsung dengan guru sebagai pelaku utama pendidikan memungkinkan pemerintah mendapatkan informasi dari tangan pertama tentang tantangan dan kebutuhan di lapangan,” kata Theofransus.

Dorong Ekonomi Lokal Berbasis Perikanan

Perhatian Wakil Presiden juga tertuju pada penguatan ekonomi lokal, khususnya sektor perikanan di Biak Numfor yang berada di wilayah adat Saireri. Daerah ini dikenal memiliki potensi besar di sektor kelautan dan perikanan.

Wapres meninjau aktivitas nelayan lokal di Pasar Ikan Fandoi dan melihat langsung pemanfaatan fasilitas cold storage yang dibangun pada masa Presiden Joko Widodo. Fasilitas tersebut memungkinkan hasil tangkapan nelayan disimpan dengan baik sehingga dapat dipasarkan ke daerah lain hingga ke luar negeri.

“Ini adalah kekuatan ekonomi besar bagi Papua. Program Kementerian Kelautan dan Perikanan yang mendukung nelayan, ditambah bantuan sosial yang dibagikan Wapres, sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya.

Wamena, Simbol Percepatan Papua Pegunungan

Kunjungan ke Wamena, ibu kota Kabupaten Jayawijaya sekaligus pusat pemerintahan Provinsi Papua Pegunungan, dinilai memiliki makna strategis. Papua Pegunungan selama ini dikenal sebagai wilayah dengan tantangan pembangunan cukup berat dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang relatif rendah.

Baca Juga :  Pemda Luwu Utara Antisipasi Banjir, Waspadai Non ZOM hingga Kebut Huntap

Pembentukan Provinsi Papua Pegunungan diharapkan mampu mempercepat penyaluran anggaran dan fokus pembangunan, terutama pada sektor kesehatan, pendidikan, dan ekonomi lokal.

“Perhatian Wapres menunjukkan komitmen pemerintah untuk mengejar ketertinggalan pembangunan kesejahteraan di Papua Pegunungan,” tegas Theofransus.

Pendekatan Sosial Lewat Olahraga

Dalam kunjungan tersebut, Wakil Presiden juga membangun komunikasi sosial dengan pendekatan olahraga. Bermain sepak bola bersama remaja Sekolah Sepak Bola (SSB) di Wamena menjadi simbol kedekatan pemerintah dengan generasi muda Papua.

Meski berada di wilayah dengan ketinggian 1.600–1.800 meter di atas permukaan laut dan bersuhu dingin, Wapres tetap ikut bermain bersama masyarakat.

“Pendekatan ini efektif. Anak-anak muda Papua sangat antusias dengan olahraga, dan banyak atlet nasional lahir dari wilayah ini,” ujarnya. APS berharap ke depan fasilitas olahraga prestasi di Wamena dapat dikembangkan lebih serius.

Kopi Papua Jadi Perhatian Khusus

Selain olahraga, Wakil Presiden juga menaruh perhatian pada produk unggulan Papua Pegunungan, yakni kopi. Wapres bertemu langsung dengan para pegiat kopi di Wamena untuk mendengar aspirasi dan peluang pengembangan komoditas bernilai tinggi tersebut.

“Kopi Wamena, Nduga, Yahukimo, dan daerah lain memiliki potensi besar. Akses pasar perlu diperluas, baik melalui jalur udara maupun darat,” kata Theofransus.

Otsus, ASN, dan Peran Perempuan

APS juga mencatat peningkatan dana Otonomi Khusus (Otsus) Papua yang kini dikelola lebih akuntabel dengan pengawasan Kementerian Keuangan. Perhatian khusus juga diberikan kepada perempuan dan masyarakat adat.

Ke depan, APS berharap pemerintah memperkuat kapasitas aparatur sipil negara (ASN) di Papua melalui pelatihan, termasuk in-house training dan program magang di daerah dengan pelayanan publik yang sudah maju.

“Sektor pendidikan, kesehatan, ekonomi lokal, pelayanan publik, serta infrastruktur fisik dan digital harus terus ditingkatkan. Rumah sakit provinsi dan kabupaten perlu dibangun dan ditingkatkan mutunya,” terang Theofransus.

Khusus Papua Pegunungan, penguatan ekonomi desa, terutama bagi mama-mama Papua dinilai krusial. APS mendorong kehadiran penyuluh pertanian pegunungan serta pengembangan pertanian berbasis pangan lokal seperti hipere dan ubi.

“Bahkan jika perlu, pemerintah dapat membangun fakultas pertanian khusus pertanian pegunungan di Wamena untuk mendukung ketahanan pangan dan ekonomi lokal,” pungkas Theofransus. (*)

Bagikan pendapatmu tentang artikel di atas!

Bagikan

Pos terkait