Shadow

Kemenparekraf-Kemendes PDTT Kolaborasi Kembangkan Desa Wisata di Ende, NTT

Bagikan

Ende (26/9/2020): Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) berkolaborasi dengan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) menggelar bimbingan teknis peningkatan kapasitas SDM Desa Wisata Pemo di Kabupaten Ende, NTT.

Kegiatan berlangsung di Visitor Center Taman Nasional Kelimutu, Ende, NTT, Kamis (24/9/2020), dengan menghadirkan beberapa narasumber diantaranya, Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah I Moni, Fransiskus Rodja, Kepala Sub Direktorat Pariwisata Kemendes PDTT, Enny Indarti, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Ende, Albert Yani, penggiat pariwisata Desa Wisata Pentingsari, Doto Yogantoro serta Penggiat Ekonomi Kreatif Ende, Valentinus Reku.

Kemenparekraf-Kemendes PDTT Kolaborasi Kembangkan Desa Wisata di Ende, NTT-Nusantara Info
Foto: kemenparekraf.go.id

Direktur Pengembangan Destinasi Regional II Kemenparekraf/Baparekraf Wawan Gunawan menjelaskan, pemerintah ingin agar Desa Wisata Pemo dapat mempersiapkan SDM sebagai salah satu faktor utama kesiapan menjadi desa wisata. Apalagi masing-masing desa memiliki potensi keindahan alam dan budaya sehingga bisa menjadi daya tarik wisatawan untuk datang ke Ende.

“Kami berkolaborasi dengan Kemendes PDTT untuk mengembangkan desa wisata dan masyarakatnya. Masing-masing desa memiliki daya tarik dan potensi wisata alam yang mengagumkan,” ujarnya.

Sementara itu, Koordinator Area I Direktorat Pengembangan Destinasi Regional II Kemenparekraf, Eddy Susilo, dalam sambutannya mengungkapkan bahwa guna mensukseskan Desa Pemo sebagai desa wisata, masyarakat harus sepenuh hati serta saling bekerjasama guna dapat mensejahterakan Desa Pemo melalui Pariwisata.

“Kegiatan Bimbingan Teknis Peningkatan Kapasitas SDM Desa Wisata Pemo di Destinasi Super Prioritas Labuan Bajo ini memang tidak dilaksanakan dalam waktu yang lama, namun kami berharap kegiatan kali ini dapat memotivasi masyarakat agar dapat memperoleh hidup yang sejahtera melalui pariwisata,” ungkap Eddy Susilo.

Kemenparekraf-Kemendes PDTT Kolaborasi Kembangkan Desa Wisata di Ende, NTT
Foto: kemenparekraf.go.id

Masyarakat dikatakannya harus memiliki kesepahaman, pemikiran, serta kebersamaan dalam membangun pariwisata di Desa Pemo.

Baca Juga :  NTB Jadi Model Pengembangan Wisata Ramah Muslim

“Kami ingin memotivasi masyarakat sebagai pelaku wisata, karena nantinya masyarakat akan menjadi salah satu faktor penting dari desa wisata, maka masyarakat harus siap. Selain itu menerapkan protokol kesehatan di desa wisata menjadi hal yang penting di era kenormalan baru,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut Kemenparekraf/Baparekraf juga mendedikasikan perlengkapan penerapan protokol CHSE (Cleanliness, Health, Safety, and Environmental Sustainability), yaitu berupa seperangkat alat kebersihan, signage (papan) sapta pesona serta wastafel yang diharapkan dapat menjadi penunjang Desa Pemo sebagai desa wisata. (*)

 

 

 


Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *