Shadow

Papua Kaya Potensi Wisata, Kualitas SDM Parekraf Di Sana Akan Ditingkatkan

Bagikan

Papua Kaya Potensi Wisata, Kualitas SDM Parekraf Di Sana Akan Ditingkatkan
Setelah penandatanganan MoU, Foto: kemenparekraf.go.id

Bali (28/2/2021): Papua yang terbentang lebih dari 6.000 kilometer persegi dan terbagi menjadi 29 Kabupaten/Kota memiliki potensi pariwisata yang sangat besar. Namun, hal ini tidak sebanding dengan jumlah SDM pariwisata dan ekonomi kreatif yang tersedia di Papua.

Berangkat dari kondisi itu maka Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Bali – yang merupakan salah satu dari enam perguruan tinggi pariwisata di bawah naungan Kemenparekraf –menjalin kerja sama dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Papua dalam upaya menghadirkan sumber daya manusia (SDM) pariwisata unggul.

Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Direktur Poltekpar Bali Ida Bagus Putu Puja dengan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Papua Yimin Weya, di Poltekpar Bali, Jumat (26/2/2021). Nantinya Poltekpar Bali akan mendukung kehadiran Poltekpar di Papua.

Turut menyaksikan acara penandatanganan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno dan Sekretaris Kemenparekraf/Sekretaris Utama Baparekraf Ni Wayan Giri Adnyani.

Menparekraf Sandiaga Uno dalam sambutannya usai menyaksikan penandatanganan MoU, mengatakan sumber daya manusia unggul menjadi salah satu faktor yang dapat membantu mempercepat pemulihan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

“Saya menyaksikan penandatanganan MoU antara Poltekpar Bali dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Papua untuk menjalin kerja sama dalam peningkatan SDM di Papua,” ujar Menparekraf Sandiaga.

Papua Kaya Potensi Wisata, Kualitas SDM Parekraf Di Sana Akan Ditingkatkan
Menparekraf Sandiaga Uno, Foto: kemenparekraf.go.id

Dilansir dari laman kemenparekraf.go.id, Menparekraf menjelaskan hal ini juga sejalan dengan prioritas utama Presiden Joko Widodo untuk membangun SDM yang terampil, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Dalam hal ini SDM yang unggul dan dapat mengangkat potensi pariwisata dan produk ekonomi kreatif di Papua.

Pariwisata pascapandemi akan berubah secara fundamental pada fokus yang lebih mengutamakan kualitas dibanding kuantitas. Dengan begitu pariwisata kembali diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar dan mempercepat proses pemulihan pandemi.

Baca Juga :  Menparekraf Luncurkan Panduan Pengembangan Desa Kreatif, Simbol Pemulihan Ekonomi

“Ini adalah bentuk dari kolaborasi dan saya yakin dengan penandatanganan kesepakatan ini mudah-mudahan kita bisa mendorong kemajuan pariwisata dan ekonomi kreatif di Papua dan juga di Bali, serta membuka lapangan kerja yang lebih luas,” katanya.

Direktur Politeknik Pariwisata Bali, Ida Bagus Putu Puja, menyampaikan apresiasi tinggi atas kehadiran Menparekraf dalam acara penandatanganan MoU antara Poltekpar Bali dengan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Papua.

“Seperti yang kita ketahui bersama, Poltekpar Bali sebagai salah satu perguruan tinggi dibawah naungan Kemenparekraf/Baparekraf berkomitmen dalam mengembangan SDM pariwisata Indonesia. Oleh sebab itu, kami mengucapkan terima kasih kepada pemerintah daerah provinsi Papua yang sudah bersedia bekerja sama dengan kami untuk menjalankan komitmen tersebut,” ujarnya.

Papua Kaya Potensi Wisata, Kualitas SDM Parekraf Di Sana Akan Ditingkatkan
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Papua Yimin Weya, Foto: kemenparekraf.go.id

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Papua, Yimin Weya, mengucapkan terima kasih atas terjalinnya kerja sama. Pihaknya sangat membutuhkan kepedulian dan dukungan dari Menparekraf dan Poltekpar Bali, dalam membuka jurusan parekraf serta mengembangkan berbagai potensi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Papua.

“Papua yang terbentang lebih dari 6.000 kilometer persegi dan terbagi menjadi 29 Kabupaten/Kota memiliki potensi pariwisata yang sangat besar. Namun, hal ini tidak sebanding dengan jumlah SDM pariwisata dan ekonomi kreatif yang tersedia di Papua. Oleh karena itu, kami sangat bersyukur dapat menjalin kerja sama yang baik ini dan dapat dipertemukan dengan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif,” kata Yimin. (*)


Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *