Shadow

Tiap Akhir Pekan, Wisatawan Dapat Melihat Kesenian Minang di Pariaman Secara Gratis

Bagikan

Tiap Akhir Pekan, Wisatawan Dapat Melihat Kesenian Minang di Pariaman Secara Gratis
Tari Piring, salah kesenian budaya Minang, Foto: Istimewa

Pariaman (12/3/2021): Memanfaatkan waktu libur akhir pekan, berkunjung ke Pariaman, Sumatera Barat, menjadi salah satu pilihan menarik. Pasalnya, salah satu kota di Sumatera Barat ini sangat lekat dengan budaya Minang dan setiap akhir pekan, para wisatawa akan disuguhkan penampilan kesenian budaya Minang dari para seniman setempat setiap hari Sabtu sore secara gratis.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Pariaman Dwi Marhen Yono mengatakan, bahwa Pariaman ingin menarik wisatawan sekaligus mempromosikan kebudayaan daerah.

“Kami memiliki program ‘Pariaman Culture Every Week’ yang diselenggarakan setiap hari Sabtu sore dan pelaksanaannya sepanjang tahun,” katanya.

Tiap Akhir Pekan, Wisatawan Dapat Melihat Kesenian Minang di Pariaman Secara Gratis
Dwi Marhen Yono, Foto: Istimewa

Program tersebut telah diluncurkan di panggung pertunjukan seni di Pantai Kata pada Sabtu, 23 Januari 2021, sekaligus meresmikan bangunan tersebut.

Lebih lanjut Dwi Marhen menjelaskan, bahwa pelaksanaan program tersebut nantinya tidak hanya di pangggung itu saja, tetapi juga di objek wisata lainnya di Pariaman secara bergantian. Program tersebut juga merupakan langkah untuk menambah daya tarik pariwisata di Pariaman sehingga dapat meningkatkan jumlah kunjungan ke daerah itu.

Pariaman Culture Every Week, memiliki konsep menampilkan kesenian seperti di Bali, yaitu wisatawan dapat menikmati keindahan matahari terbenam sambil menyaksikan kesenian Minang di Kota Pariaman.

“Iya, seperti di Bali. Wisatawan datang ke Ubud pukul 17.00 WIB itu ada penampilan tari kecak, konsep yang sama juga kami lakukan di Pariaman,” ungkap Dwi Marhen.

Tiap Akhir Pekan, Wisatawan Dapat Melihat Kesenian Minang di Pariaman Secara Gratis
Foto: Istimewa

Dipilihnya sore hari untuk menampilkan kesenian tersebut karena orang yang akan menampilkan kesenian budaya Pariaman merupakan pelajar, sehingga pendidikan mereka pun tidak terganggu.

Meskipun tujuannya untuk meningkatkan kunjungan wisatawan ke Pariaman, namun tetap menerapkan protokol kesehatan dengan ketat serta melibatkan petugas dari Dinas Kesehatan dan Satuan Polisi Pamong Praja.

Baca Juga :  Komunitas Penerbangan Otban VI Padang dan Poltekpel Sumbar Serahkan Donasi Untuk Korban Gempa di Pasaman Barat

“Suhu tubuh diperiksa, penarinya menggunakan pelindung wajah, pemain musik dan penontonnya harus pakai masker, kecuali yang bermain seruling karena tidak mungkin pakai masker,” ujarnya. (*)


Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *