
Jakarta, Nusantara Info: Maskapai nasional Garuda Indonesia resmi mengalami penurunan peringkat dalam pemeringkatan global Skytrax 2026. Maskapai yang sebelumnya menyandang predikat maskapai bintang lima kini diturunkan menjadi maskapai bintang empat.
Skytrax menyampaikan bahwa penurunan peringkat tersebut terjadi di tengah proses restrukturisasi yang sedang dijalani oleh Garuda Indonesia, termasuk kondisi sejumlah fasilitas produk dan layanan yang dinilai sudah tertinggal dan membutuhkan modernisasi.
“Garuda Indonesia, yang dulunya merupakan maskapai bintang 5, sedang menjalani masa restrukturisasi. Dengan banyaknya produk di dalam pesawat dan fasilitas darat di Jakarta dan Denpasar yang kini sudah sangat ketinggalan zaman dan perlu ditingkatkan atau dimodernisasi, peringkat Garuda Indonesia telah diturunkan menjadi maskapai bintang 4,” tulis Skytrax dalam keterangan resminya yang dikutip pada Rabu (4/3/2026).
Menurut Skytrax, meskipun standar pelayanan dari staf maskapai baik awak kabin maupun staf darat masih dinilai baik, kualitas produk Garuda Indonesia mengalami penurunan cukup signifikan dalam beberapa tahun terakhir.
Penilaian tersebut menjadi faktor utama yang menyebabkan perubahan status maskapai nasional itu dari sebelumnya bersertifikasi maskapai bintang lima menjadi bintang empat.
Penilaian Berdasarkan Produk dan Layanan
Dalam sistem pemeringkatan Skytrax, evaluasi dilakukan secara menyeluruh terhadap kualitas produk dan layanan maskapai penerbangan. Penilaian produk mencakup berbagai aspek pengalaman penumpang selama penerbangan.
Beberapa indikator yang dinilai antara lain kualitas tempat duduk, fasilitas kabin, makanan dan minuman, sistem hiburan dalam pesawat atau In-Flight Entertainment (IFE), hingga standar kebersihan kabin.
Sementara itu, penilaian layanan berfokus pada kualitas interaksi dan pelayanan dari staf maskapai, baik yang bertugas di darat maupun di dalam pesawat.
Peringkat tersebut diperoleh melalui analisis mendalam yang dilakukan oleh tim audit Skytrax terhadap standar kualitas maskapai penerbangan dan bandara. Skytrax menggunakan sistem penilaian terpadu dengan skala kualitas mulai dari satu bintang hingga lima bintang, yang merupakan peringkat tertinggi dan paling eksklusif dalam industri penerbangan global.
Sistem ini menitikberatkan pada kualitas pengalaman pelanggan secara keseluruhan, baik dari sisi produk maupun pelayanan lini depan maskapai.
Hasil Pemeringkatan Garuda Indonesia 2026
Dalam laporan Skytrax terbaru, Garuda Indonesia memperoleh nilai berbeda untuk berbagai kelas penerbangan.
Untuk penerbangan jarak jauh, kelas bisnis Garuda Indonesia mendapatkan rating 3,5 bintang, sementara kelas ekonomi juga memperoleh 3,5 bintang.
Adapun untuk penerbangan jarak pendek, kelas bisnis dan kelas ekonomi masing-masing mendapatkan 4 bintang.
Penurunan peringkat ini menjadi sorotan di industri penerbangan nasional, mengingat Garuda Indonesia sebelumnya sempat menjadi salah satu maskapai elite dunia dengan predikat bintang lima.
Sejumlah pengamat menilai, modernisasi armada, peningkatan fasilitas kabin, serta pembaruan layanan darat menjadi langkah penting jika Garuda Indonesia ingin kembali meraih peringkat tertinggi dalam pemeringkatan maskapai global di masa mendatang. (*)






