
Teheran, Nusantara Info: Pasukan militer Israel dilaporkan mengebom fasilitas nuklir Natanz di Iran pada Sabtu pagi, (21/3/2026), bertepatan dengan perayaan Idulfitri 1447 Hijriah di negara tersebut. Serangan ini menambah eskalasi konflik bersenjata yang masih berlangsung antara Iran dan aliansi Amerika Serikat serta Israel di kawasan Timur Tengah.
Kantor berita semi-pemerintah Iran, Tasnim, melaporkan bahwa serangan dilancarkan pada pagi hari waktu setempat. Informasi tersebut kemudian dikutip berbagai media internasional, termasuk Al Jazeera
Meski menjadi target serangan, otoritas Iran memastikan tidak terjadi kebocoran radioaktif dari fasilitas tersebut. Kondisi warga di sekitar lokasi juga dilaporkan aman
“Tidak ada kebocoran radioaktif pasca serangan dan warga di sekitar fasilitas nuklir tidak berada dalam bahaya,” demikian laporan Tasnim
Natanz merupakan salah satu fasilitas pengayaan uranium paling penting milik Iran yang terletak di Provinsi Isfahan, sekitar tenggara ibu kota Teheran. Kompleks ini selama bertahun-tahun menjadi fokus perhatian internasional terkait program nuklir Iran
Situs tersebut bukan pertama kali menjadi sasaran militer Israel. Pada Juni 2025 lalu, Natanz juga dihantam serangan udara Israel yang didukung Amerika Serikat dan saat itu diklaim mengalami kerusakan parah hingga hancur total
Selain Natanz, dua fasilitas nuklir utama Iran lainnya juga turut diserang dalam operasi militer sebelumnya, memperlihatkan upaya sistematis untuk melemahkan kapasitas nuklir Teheran
Konflik antara Iran dan aliansi AS-Israel sendiri masih berlangsung sejak pecah pada 28 Februari 2026. Pertempuran yang melibatkan serangan udara, rudal, dan operasi militer lintas wilayah tersebut telah menewaskan ribuan orang serta memperparah ketegangan geopolitik global.
Dalam eskalasi sebelumnya pada Juni tahun lalu, Iran sempat melancarkan serangan balasan terhadap pangkalan militer terbesar Amerika Serikat di Timur Tengah, Al Udeid di Qatar, setelah tiga fasilitas nuklirnya dihantam
Pihak Amerika Serikat saat itu mengakui adanya kerusakan akibat serangan tersebut, meskipun dikategorikan sebagai kerusakan ringan
Serangan terbaru ke Natanz saat momen Idulfitri dipandang sebagai sinyal bahwa konflik belum menunjukkan tanda mereda. Situasi ini memicu kekhawatiran internasional terhadap potensi perluasan perang di kawasan serta risiko terhadap keamanan energi dan stabilitas global.
Hingga kini belum ada pernyataan resmi dari pemerintah Israel terkait operasi militer terbaru tersebut. Namun pengulangan serangan terhadap fasilitas strategis Iran menunjukkan bahwa instalasi nuklir tetap menjadi target utama dalam konflik yang berkepanjangan. (*)






