Jelang Lebaran 2026, Pemerintah Gelontorkan Stimulus Rp11,92 Triliun: Diskon KA 30% hingga Tiket Pesawat Turun 18%

Bagikan

Jelang Lebaran 2026, Pemerintah Gelontorkan Stimulus Rp11,92 Triliun: Diskon KA 30% hingga Tiket Pesawat Turun 18%
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan keterangan pers terkait Paket Stimulus Ekonomi 1-2026 menjelang bulan Ramadan dan libur Idulfitri 2026 di Stasiun Gambir, Jakarta, Selasa, 10 Februari 2026. (Foto: Setkab.go.id)

Jakarta, Nusantara Info: Pemerintah resmi meluncurkan Paket Stimulus Ekonomi I-2026 menjelang bulan Ramadan dan libur Idulfitri 1447 H. Peluncuran paket kebijakan tersebut dilakukan di Stasiun Gambir, Jakarta, Selasa (10/2/2026).

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengatakan paket stimulus ini disiapkan untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi sekaligus memastikan kelancaran mobilitas masyarakat selama periode Ramadan dan arus mudik Lebaran.

“Pada siang hari ini, pemerintah meluncurkan Paket Stimulus Ekonomi I-2026 menjelang bulan Ramadan dan libur Idulfitri 2026 di Stasiun Gambir, Jakarta, Selasa, 10 Februari 2026,” ujar Seskab Teddy dalam keterangan tertulisnya.

Diskon Transportasi Capai Rp911,16 Miliar

Salah satu fokus utama dalam paket stimulus tersebut adalah pemberian insentif sektor transportasi dengan total estimasi anggaran sebesar Rp911,16 miliar yang bersumber dari APBN serta dukungan non-APBN.

Pemerintah memberikan diskon tarif kereta api sebesar 30 persen untuk periode 14–29 Maret 2026 dengan target 1,2 juta penumpang.

Selain itu, diskon angkutan laut sebesar 30 persen diberikan untuk periode 11 Maret–5 April 2026 dengan target 445 ribu penumpang. Untuk angkutan penyeberangan, pemerintah memberikan diskon 100 persen dari tarif jasa kepelabuhanan pada periode 12–31 Maret 2026, dengan target 945 ribu unit kendaraan dan 2,4 juta penumpang.

Sementara untuk transportasi udara domestik, pemerintah menyiapkan diskon tiket kelas ekonomi sebesar 17–18 persen untuk perjalanan dalam negeri pada periode 14–29 Maret 2026. Kebijakan ini ditargetkan menjangkau 3,3 juta penumpang.

Berbagai insentif tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat memperoleh akses perjalanan dengan biaya yang lebih terjangkau sekaligus mendorong perputaran ekonomi di berbagai daerah.

Terapkan WFA Lima Hari

Untuk mengantisipasi lonjakan mobilitas dan mengurangi kepadatan arus perjalanan, pemerintah juga memasukkan kebijakan pengaturan kerja dalam paket stimulus ini.

Baca Juga :  Presiden Prabowo Putuskan Bahasa Portugis Masuk Dalam Kurikulum Pendidikan Nasional

Kebijakan work from anywhere (WFA) atau flexible working arrangement (FWA) diberlakukan selama lima hari, yakni pada 16, 17, 25, 26, dan 27 Maret 2026.

Langkah ini diharapkan dapat mendistribusikan pergerakan masyarakat secara lebih merata, sehingga mengurangi potensi penumpukan pada waktu-waktu tertentu sekaligus menjaga produktivitas kerja.

Bansos Pangan untuk 35,04 Juta Keluarga

Selain insentif transportasi dan pengaturan kerja, pemerintah juga memperkuat perlindungan sosial melalui bantuan pangan guna menjaga daya beli masyarakat.

Bantuan tersebut berupa 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng per bulan yang akan disalurkan sekaligus untuk dua bulan. Program ini ditargetkan kepada 35,04 juta keluarga penerima manfaat dari kelompok desil 1–4.

“Bantuan ini ditargetkan kepada 35,04 juta keluarga penerima manfaat dari kelompok desil 1-4, dengan estimasi kebutuhan anggaran sebesar Rp11,92 triliun,” jelas Seskab Teddy.

Jaga Stabilitas dan Daya Beli

Melalui Paket Stimulus Ekonomi I-2026, pemerintah menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat saat Ramadan dan Idulfitri.

Kebijakan terpadu yang mencakup insentif transportasi, pengaturan kerja fleksibel, serta bantuan sosial diharapkan mampu menjaga daya beli, memperlancar mobilitas, dan mendorong pertumbuhan ekonomi secara inklusif selama periode hari besar keagamaan tersebut. (*)

Bagikan pendapatmu tentang artikel di atas!

Bagikan

Pos terkait