Jutaan Dokumen Rahasia DOJ AS Buka Jejak Epstein dengan Elit Global

Bagikan

Jutaan Dokumen Rahasia DOJ AS Buka Jejak Epstein dengan Elit Global
Ilustrasi dokumen rahasia DOJ ungkap hubungan Jeffrey Epstein dengan elit global. (Foto: Istimewa)

Jakarta, Nusantara Info: Rilis jutaan dokumen internal oleh Departemen Kehakiman Amerika Serikat (Department of Justice/DOJ) membuka kembali tabir hubungan mendiang Jeffrey Epstein, pelaku kejahatan seksual, dengan sejumlah tokoh berpengaruh dunia dari kalangan politik, bisnis, keuangan, hingga akademisi.

Dokumen-dokumen tersebut mengungkap bahwa Epstein menjalin relasi dengan berbagai figur ternama sebelum dan sesudah vonis tahun 2008, saat ia mengaku bersalah atas tuduhan prostitusi, termasuk merekrut seorang gadis di bawah umur. Bukti yang dirilis berasal dari beragam perkara perdata dan pidana yang selama ini tertutup bagi publik.

Epstein kembali ditangkap pada 2019 atas dakwaan federal perdagangan seks anak di bawah umur. Ia meninggal dunia di sel tahanan Manhattan pada tahun yang sama, dengan penyebab kematian yang secara resmi dinyatakan sebagai bunuh diri.

Peringatan DOJ: Dokumen Bukan Bukti Kejahatan Pihak Ketiga

Departemen Kehakiman AS menegaskan bahwa materi yang dirilis tidak dapat dianggap sebagai bukti keterlibatan kriminal pihak-pihak yang disebutkan di dalamnya. DOJ juga memperingatkan bahwa dokumen tersebut dapat memuat gambar palsu, tuduhan yang tidak terverifikasi, serta materi pornografi.

Wakil Jaksa Agung AS Todd Blanche menegaskan bahwa penyebutan nama dalam dokumen tidak berarti adanya aktivitas ilegal.

“Materi ini tidak dapat dianggap sebagai bukti adanya kejahatan seksual oleh orang-orang yang disebutkan,” ujar Blanche.

Tokoh-Tokoh Dunia yang Disebut dalam Dokumen DOJ

Donald Trump

Dokumen menunjukkan bahwa mantan Presiden AS Donald Trump kerap bersosialisasi dengan Epstein pada 1990-an hingga awal 2000-an. Dalam sebuah profil majalah, Trump pernah dikutip menyebut Epstein menyukai perempuan “yang lebih muda.”

Berkas DOJ memuat foto Trump bersama beberapa perempuan yang wajahnya disamarkan, serta sebuah catatan sugestif yang diklaim ditujukan kepada Epstein. Dalam persidangan 2021 terhadap Ghislaine Maxwell, nama Trump juga disebut dalam kesaksian terkait perjalanan menggunakan pesawat Epstein.

Trump membantah mengetahui kejahatan Epstein, menegaskan telah memutus hubungan sejak awal 2000-an, serta menyatakan tidak pernah terbang dengan pesawat Epstein. Ia juga menyebut catatan tersebut sebagai palsu.

Bill Clinton

Mantan Presiden AS Bill Clinton tercatat beberapa kali terbang menggunakan pesawat Epstein setelah lengser dari jabatannya. Foto-foto yang dirilis menunjukkan Clinton berpose dengan sejumlah perempuan yang identitasnya disamarkan.

Clinton membantah melakukan pelanggaran dan menyatakan penyesalan atas hubungannya dengan Epstein. Clinton dan istrinya, Hillary Clinton, dijadwalkan memberikan kesaksian dalam penyelidikan kongres, yang berpotensi menghentikan rencana DPR AS untuk menyatakan keduanya menghina kongres.

Baca Juga :  Musim Panas 2025 Jadi yang Terpanas di Spanyol Sejak 1961, Suhu Ekstrem Picu Kebakaran Hebat

Andrew Mountbatten-Windsor

Mantan Pangeran Andrew, Duke of York, memiliki hubungan sosial dengan Epstein dan kehilangan gelar kerajaannya akibat kontroversi tersebut. Ia menolak bekerja sama dengan penyelidikan pidana AS dan pada 2022 menyelesaikan gugatan perdata dengan salah satu korban Epstein tanpa mengakui kesalahan.

Dokumen DOJ memuat foto-foto dirinya bersama perempuan, termasuk gambar yang bersifat sugestif. Mountbatten-Windsor secara konsisten membantah melakukan pelanggaran hukum.

Elon Musk

CEO Tesla Elon Musk tercatat pernah berkomunikasi dengan Epstein pada 2012 terkait undangan pesta di pulau pribadi Epstein, namun menyatakan tidak pernah hadir. Musk menegaskan interaksinya sangat terbatas dan ia menolak undangan untuk terbang menggunakan pesawat Epstein.

Tokoh Lain yang Disebut

Nama-nama lain yang muncul dalam dokumen meliputi:

  • Kevin Warsh, calon pemimpin Federal Reserve,
  • Melania Trump, dalam korespondensi email dengan Ghislaine Maxwell,
  • Bill Gates, yang mengakui pertemuannya dengan Epstein terkait filantropi sebagai kesalahan,
  • Jes Staley, mantan eksekutif JPMorgan dan Barclays, yang bertukar lebih dari 1.200 email dengan Epstein.

Sebagian besar tokoh tersebut membantah mengetahui atau terlibat dalam aktivitas kriminal Epstein.

Dampak Serius bagi Para Korban

Rilis dokumen ini juga menuai kritik keras dari pengacara korban Epstein. DOJ mengakui telah menarik kembali ribuan dokumen setelah terungkap bahwa identitas hampir 100 korban terekspos akibat kesalahan penyamaran.

Materi yang bocor mencakup foto telanjang, nama, alamat email, hingga informasi perbankan, yang sebagian tidak disamarkan dengan benar. Delapan korban menyatakan rilis dokumen tersebut membahayakan keselamatan mereka, bahkan ada yang menerima ancaman pembunuhan.

Kesalahan Penyuntingan Diakui DOJ

Todd Blanche mengakui adanya kesalahan sporadis dalam penyamaran data sensitif, namun menyatakan pemerintah bergerak cepat memperbaikinya.

“Jumlahnya sekitar 0,001 persen dari seluruh materi yang dirilis,” kata Blanche dalam wawancara dengan ABC News, Minggu (1/2/2026).

DOJ juga memastikan seluruh materi pornografi telah disamarkan dari sekitar 2.000 video dan 180.000 gambar, karena semua perempuan dalam materi tersebut dianggap sebagai calon korban.

Rilis dokumen ini kembali memicu perdebatan global tentang akuntabilitas elit, perlindungan korban kejahatan seksual, serta batas transparansi hukum dalam kasus-kasus besar lintas negara. (*)

Bagikan pendapatmu tentang artikel di atas!

Bagikan

Pos terkait