Pelabuhan Korido Perkuat Konektivitas Papua di Kawasan Pasifik Lewat Kapal Perintis

Bagikan

Pelabuhan Korido Perkuat Konektivitas Papua di Kawasan Pasifik Lewat Kapal Perintis
Warga Papua memadati Pelabuhan Korido untuk memanfaatkan layanan Kapal Perintis Tol Laut, yang memperkuat konektivitas dan distribusi logistik antarwilayah di kawasan Pasifik, Senin (29/12/2025). (Foto: Humas UPP Korido)

Supiori, Nusantara Info: Hadirnya angkutan kapal perintis di pulau-pulau terluar, terdepan, dan wilayah perbatasan melalui Pelabuhan Korido, Kabupaten Supiori, Provinsi Papua, kian mempertegas kehadiran negara di ujung perairan Indonesia kawasan Pasifik, khususnya pada momentum Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru 2025/2026).

Minat masyarakat terhadap transportasi laut kapal perintis di wilayah terpencil, terluar, tertinggal, dan perbatasan (3TP) terus menunjukkan tren peningkatan signifikan, termasuk di Supiori, Papua.

Kepala UPP Korido Willem Thobias Fofid menyampaikan bahwa realisasi angkutan laut perintis di Pelabuhan Korido terus mengalami kenaikan, baik untuk penumpang maupun muatan barang.

“Tren penggunaan kapal perintis terus meningkat hingga Desember, terutama pada momentum Natal dan Tahun Baru 2025–2026,” ujar Willem dalam keterangan tertulis yang diterima Nusantara Info, Senin (29/12/2025).

Saat ini, Pelabuhan Korido berperan sebagai simpul penting pelayaran perintis yang melayani tiga kapal perintis. Pada Trayek R-99, dilayani satu armada kapal negara KM Sabuk Nusantara 64 yang dioperasikan oleh PT Berkat Jaya Mulia. Sementara Trayek R-98 dan R-97 dilayani dua armada kapal negara, yakni KM Sabuk Nusantara 63 dan KM Sabuk Nusantara 94 dengan operator PT Pelni.

Willem menjelaskan, peningkatan muatan paling signifikan terjadi di Trayek R-99 hingga Desember 2025. Realisasi muatan barang KM Sabuk Nusantara 64 mencapai 82 ton, didominasi komoditas unggulan daerah berupa kopra dan ikan. Jumlah penumpang pada trayek ini tercatat 10.503 orang per 25 Desember 2025.

Sementara itu, realisasi muatan barang KM Sabuk Nusantara 94 mencapai 1,4 ton dengan komoditas kopra dan jumlah penumpang 5.923 orang. Adapun KM Sabuk Nusantara 63 merealisasikan muatan barang 1,8 ton berupa sembako dengan jumlah penumpang 2.326 orang.

Baca Juga :  Kemenhub Kaji Rencana Penambahan Pelabuhan Singgah Tol Laut

“Pelayanan kapal perintis masih menjadi primadona dan pilihan utama dalam pergerakan orang serta distribusi logistik di Pelabuhan Korido untuk menjangkau wilayah-wilayah pesisir 3TP,” terangnya.

Dermaga Pelabuhan Korido

Anggota Dewan Perwakilan Daerah RI Paul Finsen Mayor menilai keberadaan kapal perintis di Pelabuhan Korido memiliki dampak besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Hal ini terlihat dari meningkatnya aktivitas usaha masyarakat di sekitar pelabuhan, terutama perdagangan komoditas unggulan lokal yang dikirim ke daerah lain.

“Ini selaras dengan program pengembangan wilayah Tanah Papua, khususnya daerah perbatasan negara. Ke depan, layanan kapal perintis perlu diperkuat dengan penambahan kapal PSO atau kapal putih di Pelabuhan Korido,” katanya.

Dorong Layanan Kapal PSO

Peningkatan trayek pelayaran perintis dan layanan Public Service Obligation (PSO) juga dinilai relevan dalam menjawab isu strategis kawasan Indo-Pasifik. Pengamat hubungan internasional Laus Deo Calvin Rumayom menyebut Pelabuhan Korido saat ini tengah dikembangkan menjadi pelabuhan simpul dan pintu masuk jalur pelayaran niaga di kawasan utara Papua yang berbatasan langsung dengan perairan internasional.

“Ke depan perlu ditambah layanan angkutan kapal PSO berukuran besar atau kapal putih. Kami berharap Kementerian Perhubungan dan PT Pelni dapat menindaklanjuti layanan kapal PSO pada 2026,” ujarnya.

Menurutnya, pengembangan tersebut merupakan bentuk sinergi antara Pemerintah Kabupaten Supiori, Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, serta PT Pelni dalam memperkuat konektivitas dan kedaulatan maritim Indonesia di kawasan Pasifik. (*)

Bagikan pendapatmu tentang artikel di atas!

Bagikan

Pos terkait