
Supiori, Nusantara Info: Bencana angin kencang disertai cuaca ekstrem melanda Kabupaten Supiori, Papua, dan menyebabkan puluhan rumah warga mengalami kerusakan. Pemerintah Kabupaten Supiori menetapkan kondisi darurat dan memprioritaskan penanganan korban terdampak, terutama warga di wilayah pesisir.
Bupati Supiori Heronimus Mansoben mengatakan, bencana angin kencang tersebut terjadi pada Sabtu (25/1/2026) sekitar pukul 07.00 WIT dan berdampak signifikan di dua distrik, yakni Distrik Kepulauan Aruri, tepatnya di Kampung Imbirsbari dan Distrik Supiori Timur, di Kampung Marsram serta Kampung Yawerma.
“Pemerintah daerah bergerak cepat menangani warga terdampak. Keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama, termasuk penanganan korban luka dan pemenuhan kebutuhan dasar,” ujar Heronimus Mansoben saat dikonfirmasi di Supiori.
Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Supiori, bencana tersebut dipicu fenomena angin kencang jenis downburst atau microburst, yakni hembusan angin sangat kuat dari awan ke permukaan dalam durasi singkat. Kondisi ini menyebabkan kerusakan rumah warga serta fasilitas umum
Puluhan Rumah Rusak, Satu Anak Luka Serius
Di Kampung Imbirsbari/Porisa, Distrik Kepulauan Aruri, tercatat 14 rumah warga mengalami kerusakan berat dan ringan, serta satu unit sekolah dan satu unit gereja turut terdampak. Selain itu, seorang anak berusia dua tahun mengalami luka serius berupa patah tulang dan telah dirujuk untuk mendapatkan perawatan medis.
Sementara di Kampung Marsram, Distrik Supiori Timur, sejumlah rumah warga juga dilaporkan mengalami kerusakan akibat terjangan angin kencang. Wilayah terdampak umumnya berada di kawasan pesisir dan pemukiman yang berhadapan langsung dengan arah datangnya angin.
“Kondisi warga saat ini masih trauma. Banyak rumah yang rusak berada di pinggiran pantai, sehingga sangat rentan terhadap cuaca ekstrem,” jelas Heronimus.
Pemda dan BPBD Lakukan Penanganan Darurat
Bupati Supiori menyebutkan, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD bersama Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman telah melakukan pendataan lapangan, evakuasi korban, serta penyaluran bantuan logistik awal kepada warga terdampak.
“Pendataan dilakukan secara menyeluruh sebagai dasar penanganan lanjutan. Kami juga terus berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Papua dan BNPB agar bantuan tambahan segera disalurkan,” ujarnya.
Menurut laporan BPBD Supiori, taksiran kerugian akibat kerusakan rumah warga diperkirakan mencapai Rp50 juta hingga Rp75 juta, sementara kerusakan fasilitas pelayanan dasar seperti rumah ibadah dan sekolah ditaksir mencapai Rp15 juta hingga Rp30 juta
Imbauan Waspada Cuaca Ekstrem
Heronimus Mansoben mengimbau masyarakat Supiori untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem, terutama di wilayah pesisir dan daerah rawan bencana.
“Kami mengajak seluruh warga untuk mengikuti informasi resmi dari pemerintah dan BMKG, serta segera melapor jika terjadi kondisi darurat di lingkungan masing-masing,” tegasnya.
Pemerintah Kabupaten Supiori memastikan akan terus melakukan pendampingan kepada warga terdampak hingga kondisi kembali normal, sekaligus menyiapkan langkah rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana agar masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan aman. (*)






