Shadow

Karya Tangan Dingin Cris Kuntadi, Omah Kayu Farm Tebar Manfaat di Masa Pandemi

Bagikan

Karya Tangan Dingin Cris Kuntadi, Omah Kayu Farm Tebar Manfaat di Masa Pandemi
Omah Kayu Farm, Foto: Nusantara Info

Parung Panjang (24/5/2021): Siapa sangka, ternyata Staf Ahli Menteri Perhubungan Bidang Logistik, Multimoda dan Keselamatan yang juga menjabat sebagai Komisaris PT KAI Cris Kuntadi ini bertangan dingin dalam bidang perkebunan.

Berawal untuk kesenangan sendiri, Cris membangun sebuah perkebunan dan mengkombinasikannya dengan rumah kayu yang ia beli di Banyumas pada Agustus 2020 lalu. Perkebunan itu ia beri nama Omah Kayu (OK) Farm. Berbagai tanaman buah di antaranya anggur, papaya, pisang, dan durian. Juga berbagai jenis sayuran seperti terong, cabai, genjer, dan lain-lain. Lalu ada berbagai jenis bunga serperti anggrek dan mawar, serta macam-macam jenis hewan hingga budidaya madu klanceng dan jamur merang ada di OK Farm.

Karya Tangan Dingin Cris Kuntadi, Omah Kayu Farm Tebar Manfaat di Masa Pandemi
Cris Kuntadi, Foto: Nusantara Info

Selain itu, OK Farm juga memproduksi batu bata di mana dalam pengerjaannya melibatkan masyarakat sekitar sehingga dapat membantu perekomian mereka. Mesin pembuatan batu bata merupakan milik salah satu warga yang sudah tidak digunakan dan dibeli oleh Cris Kuntadi agar bisa kembali dioperasikan sehingga dapat membuka peluang kerja bagi masyarakat sekitar.

Cris tidak menyangka jika tanah yang ia beli pada tahun 2012 silam di Parung Panjang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, kini bisa membantu perekonomian masyarakat sekitar melalui OK Farm yang ia dirikan pada awal pandemi Covid-19.

“Awalnya 2.500 meter, lalu ada yang jual lagi 3.000 meter. Begitu pandemi Covid-19, kami semua lalu ke sini. Tepat bulan Juni saat saya ulang tahun, saya babat rumput dan WFH di sini, kemudian bulan Agustus kami membeli rumah kayu di Banyumas untuk di sini,” ungkap Cris.

Karya Tangan Dingin Cris Kuntadi, Omah Kayu Farm Tebar Manfaat di Masa Pandemi
Proses pembuatan batu bata di OK Farm, Foto: Nusantara Info

Akibat pandemi Covid-19 membuat banyak orang terkena PHK, termasuk masyarakat sekitar Omah Kayu Farm. Mereka pun datang menemui Cris untuk meminta pekerjaan, pria asal Banyumas itu kemudian memberikan pekerjaan mulai dari mencangkul, babat rumput, berkebun dan lain sebagainya. Setiap harinya ada tujuh orang yang bekerja di Omah Kayu Farm.

Baca Juga :  Dorong Peningkatan Pelayanan Publik, 28 Pemda Berkomitmen Terapkan Puja Indah

“Malah ada yang datang meminta pekerjaan untuk babat rumput yang bukan berada di tanah kami dan itu masuk ke tanah perusahaan, saya bicara dengan pihak perusahaan tersebut lalu diberikan izin sehingga bisa memberikan pekerjaan kepada masyarakat sekitar,” ujar Cris.

Kehadiran Omah Kayu Farm memberikan dampak positif yang luar biasa bagi masyarakat sekitar. Kehadiran OK Farm turut memicu semangat masyarakat untuk berkebun dan memanfaatkan lahan yang ada di halaman rumah mereka sehingga hasilnya bisa untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Karya Tangan Dingin Cris Kuntadi, Omah Kayu Farm Tebar Manfaat di Masa Pandemi
Salah satu sudut perkebunan di OK Farm, Foto: Nusantara Info

Meskipun saat ini OK Farm sedang dalam tahap pembenahan, namun tiap weekend atau hari libur ada pengunjung yang datang untuk berwisata menikmati keindahan alam dan hamparan hijau persawahan yang ada di OK Farm atau sekedar ikut memanen buah dan sayur. Kegiatan ini tentu menyenangkan, selain jauh dari kebisingan kota, juga menambah wawasan tentang perkebunan dan manfaatnya.

“Saat ini OK Farm belum komersil, namun banyak kerabat dan masyarakat yang berkunjung untuk berwisata serta belajar berkebun di sini. Kemudian pulangnya mereka bawa hasil panen. Ke depannya OK Farm untuk komersil dan akan menjadi agrowisata. Saya ingin OK Farm tidak hanya menjadi tempat wisata saja, tetapi juga ada edukasinya untuk pengunjung serta ada sesuatu yang bisa mereka bawa pulang dari OK Farm, yaitu hasil panen,” tutup Cris. (*)


Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *