SAR Temukan 8 Korban Pesawat ATR 42-500 dan 9 Potongan Tubuh Diduga Milik Korban

Bagikan

SAR Temukan 8 Korban Pesawat ATR 42-500 dan 9 Potongan Tubuh Diduga Milik Korban
Tim SAR saat melakukan proses evakuasi korban pesawat ATR 42-500 di kawasan Gunung Bulusaraung, Sulawesi Selatan, Rabu (22/1/2026). (Foto: Istimewa)

Makassar, Nusantara Info: Tim SAR gabungan telah berhasil menemukan delapan korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. Penemuan ini menyusul ditemukannya enam jenazah korban sebelumnya di lokasi yang sama.

Kepala Basarnas RI, Marsekal Madya TNI Mohamad Syafii, menyampaikan bahwa dalam operasi SAR kecelakaan yang terjadi pada Sabtu (17/1/2026) siang itu, tim juga menemukan sembilan kantong jenazah potongan tubuh (body part) yang diduga milik korban.

“Sampai dengan hari ini telah ditemukan dua korban dalam bentuk jenazah dengan total body part ada 9 pack,” ujar Syafii dalam konferensi pers di kantor Basarnas Makassar, Kamis (22/1/2026).

Syafii menambahkan, tim SAR gabungan masih melakukan evakuasi body part yang ditemukan untuk dibawa ke RS Bhayangkara Makassar guna proses identifikasi. Ia menegaskan bahwa kepastian apakah sembilan kantong tersebut berasal dari korban ATR 42-500 akan ditentukan melalui analisis tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Sulsel.

Sebelumnya, enam jenazah korban ditemukan di lereng Gunung Bulusaraung, tidak jauh dari lokasi korban pertama ditemukan.

“Enam jenazah berada di radius sekitar 50 km dari korban pertama,” kata Kasops Kodam XVI/Hasanuddin, Kolonel Dody Triyo Hadi, dari posko SAR Tompo Bulu, Rabu (22/1/2026).

Dua jenazah yang ditemukan lebih awal telah diidentifikasi dan dibawa ke Jakarta. Korban tersebut adalah pramugari Florencia Lolita Wibisono dan staf Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Deden Maulana.

Dody menjelaskan kondisi jenazah yang baru ditemukan sudah membengkak akibat berada di lokasi selama enam hari, sehingga identitasnya belum diketahui. “Kondisi jenazah membesar, sehingga tim di lapangan agak sulit mengenali, namun bagian tubuh masih terlihat besar,” ujarnya.

Baca Juga :  Menkeu Purbaya Tegaskan Pemerintah Tak Akan Buka Lagi Program Tax Amnesty

Pesawat ATR 42-500 yang dicarter KKP hilang kontak saat melakukan penerbangan dari Yogyakarta menuju Makassar pada Sabtu (17/1). Pesawat ini dikonfirmasi jatuh di Gunung Bulusaraung, yang berada di perbatasan Maros dan Pangkep, sehari setelah hilang kontak.

Manifes pesawat mencatat total 10 orang, terdiri atas tujuh awak penerbangan dan tiga penumpang.

Untuk mempercepat pencarian korban yang masih belum ditemukan, tim SAR mengubah strategi. Jika sebelumnya tim kembali setiap hari, kini mereka menetap di lapangan selama tiga hari dengan perbekalan ransum yang telah disiapkan.

“Kita bagi sektor pencarian dari sektor 1 sampai 8 dengan kode warna berbeda, agar jenazah yang berdekatan lokasinya bisa ditemukan lebih cepat,” terang Dody.

Tim SAR gabungan terus bekerja keras menghadapi medan sulit dan kondisi cuaca yang menantang untuk memastikan seluruh korban kecelakaan dapat dievakuasi dan diidentifikasi secepat mungkin. (*)

Bagikan pendapatmu tentang artikel di atas!

Bagikan

Pos terkait