Setahun Berjalan, Program MBG Serap 789 Ribu Tenaga Kerja

Bagikan

Setahun Berjalan, Program MBG Serap 789 Ribu Tenaga Kerja
Petugas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menyiapkan paket makanan bergizi dalam Program MBG di salah satu dapur pusat. Program ini tidak hanya meningkatkan asupan gizi bagi siswa dan kelompok rentan, tetapi juga menyerap ratusan ribu tenaga kerja serta menggerakkan ekonomi daerah. (Foto: Istimewa)

Jakarta, Nusantara Info: Pemerintah mencatat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memberikan dampak signifikan terhadap perekonomian nasional. Hingga satu tahun pelaksanaan, program unggulan tersebut telah menyerap hampir 800 ribu tenaga kerja yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia.

Kementerian Keuangan melaporkan, total anggaran yang telah digelontorkan untuk program MBG mencapai Rp51,5 triliun. Dari jumlah tersebut, sekitar Rp43,4 triliun disalurkan langsung dalam bentuk penyediaan makanan bergizi bagi siswa, balita, ibu hamil, serta tenaga pendidik di seluruh Indonesia.

Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono menyampaikan bahwa MBG tidak hanya berkontribusi pada peningkatan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga menjadi penggerak aktivitas ekonomi di tingkat daerah. Hingga saat ini, pemerintah telah membangun hampir 20 ribu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur pusat di berbagai wilayah.

“Saat ini, sudah ada 19.343 SPPG atau central kitchen yang mempekerjakan 789.319 pekerja,” ujar Thomas dalam konferensi pers APBN Kita, Kamis (8/1/2026).

Menurutnya, keberadaan SPPG berperan penting dalam menggerakkan rantai pasok pangan nasional. Aktivitas tersebut melibatkan petani, peternak, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), hingga sektor distribusi dan logistik. Efek berantai ini dinilai menjadi salah satu faktor kunci dalam mendorong pemerataan ekonomi, khususnya di wilayah nonperkotaan.

Jangkau 56,13 Juta Penerima Manfaat

Berdasarkan data terbaru pemerintah, hingga Rabu (7/1/2026), program MBG telah menjangkau 56,13 juta penerima manfaat di 38 provinsi. Pemerintah pun memastikan perluasan cakupan program akan terus dilakukan sepanjang tahun 2026.

Pada akhir tahun, total penerima manfaat MBG ditargetkan mencapai 82,9 juta orang. Seiring dengan ekspansi tersebut, pemerintah optimistis penyerapan tenaga kerja serta dampak ekonomi yang dihasilkan program ini akan terus meningkat secara signifikan.

Baca Juga :  Status Darurat Sampah Tangsel Berakhir, Tapi Pasar Tradisional Masih Tenggelam Gunungan Sampah

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyoroti besarnya dampak ekonomi MBG dalam Perayaan Natal Nasional 2025, Senin (5/1/2026). Ia mengungkapkan bahwa sejumlah ahli dari Rockefeller Institute menilai MBG sebagai salah satu bentuk investasi pemerintah yang paling efektif.

Dalam kajian tersebut disebutkan, setiap Rp1 investasi pada program MBG berpotensi menghasilkan efek pengganda ekonomi sebesar 5 hingga 35 kali lipat. Meski demikian, Prabowo menegaskan bahwa tujuan utama program ini bukan semata-mata mengejar keuntungan ekonomi.

“Saya tidak mengejar itu. Saya hanya didorong oleh rasa tidak sampai hati melihat anak-anak Indonesia kekurangan gizi,” tegas Prabowo.

Program Makan Bergizi Gratis kini dipandang tidak hanya sebagai kebijakan sosial, tetapi juga sebagai instrumen strategis pembangunan ekonomi berkelanjutan yang menyentuh langsung lapisan masyarakat paling bawah. (*)

Bagikan pendapatmu tentang artikel di atas!

Bagikan

Pos terkait