
Jayapura, Nusantara Info: Menjelang bulan suci Ramadan dan perayaan Hari Raya Idulfitri, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua memastikan ketersediaan daging sapi dan kambing bagi masyarakat berada dalam kondisi aman dan terkendali.
Kepala Dinas Pertanian Provinsi Papua, Lunanka V. M. L. Daimboa, selaku instansi teknis yang membidangi sektor peternakan, menjelaskan bahwa kebutuhan daging sapi dan kambing di Papua hingga saat ini masih dipasok dari luar daerah. Kendati demikian, dari sisi ketersediaan, pasokan dinilai cukup aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama bulan puasa hingga Lebaran.
“Ketersediaan daging sapi dan kambing di Provinsi Papua memang masih dipasok dari luar. Namun secara nasional, Pemerintah Pusat terus melakukan upaya stabilisasi pasokan dan harga. Meskipun harga di Papua berada di atas harga nasional, pemerintah bersama pelaku usaha tetap berkomitmen agar ketersediaan daging sapi dan kambing mencukupi hingga Hari Raya Idulfitri,” ujar Lunanka di Jayapura, Senin (3/2/2026).
Pemantauan Stok dan Harga Secara Berkala
Lebih lanjut, Lunanka menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Papua secara aktif melakukan pemantauan harga dan stok komoditas strategis, termasuk daging sapi dan kambing. Pemantauan dilakukan secara rutin dan terintegrasi melalui rapat pengendalian inflasi daerah yang dilaksanakan setiap pekan.
“Dalam rapat pengendalian inflasi, tidak hanya daging sapi dan kambing yang menjadi perhatian, tetapi juga komoditas bahan pokok penting lainnya. Langkah ini dilakukan untuk memastikan stabilitas pasokan serta menjaga daya beli masyarakat,” terangnya.
Pemerintah Provinsi Papua juga terus memperkuat koordinasi lintas sektor, baik dengan Pemerintah Pusat, pemerintah kabupaten/kota, maupun pelaku usaha. Upaya ini dilakukan untuk menjaga kelancaran distribusi dan memastikan ketersediaan bahan pangan strategis di seluruh wilayah Papua.
Dengan langkah tersebut, pemerintah berharap masyarakat dapat menjalankan ibadah puasa dengan tenang dan nyaman, serta merayakan Idulfitri tanpa kekhawatiran terhadap ketersediaan kebutuhan pokok, khususnya daging sapi dan kambing. (*)






