Ekonomi RI Mau Digeber ke 8%, Ini Strategi Besar Prabowo hingga 2029

Bagikan

Ekonomi RI Mau Digeber ke 8%, Ini Strategi Besar Prabowo hingga 2029
Presiden Prabowo Subianto. (Foto: Istimewa)

Jakarta, Nusantara Info: Presiden Prabowo Subianto menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia menembus 8 persen hingga 2029, jauh di atas capaian saat ini yang masih bertahan di kisaran 5 persen. Pada 2025, ekonomi nasional tercatat tumbuh 5,11 persen.

Untuk mencapai target ambisius tersebut, pemerintah menyiapkan serangkaian program besar yang difokuskan pada penciptaan lapangan kerja, peningkatan pendapatan masyarakat, serta penguatan daya beli.

Dalam sesi diskusi bersama jurnalis dan pengamat ekonomi, Prabowo menegaskan bahwa strategi pertumbuhan tidak hanya bertumpu pada investasi besar, tetapi juga pada program yang langsung menyentuh ekonomi rakyat.

This is the big booster for economy. Everything is based on evidence,” ujar Prabowo.

Program MBG Serap Jutaan Tenaga Kerja

Program unggulan Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu motor utama pertumbuhan ekonomi versi pemerintah. Program ini akan dijalankan melalui pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia.

Pemerintah menargetkan sekitar 30 ribu hingga 31 ribu dapur SPPG, dengan masing-masing unit mempekerjakan sekitar 50 orang.

“MBG nanti di puncaknya kita akan punya 31 ribu dapur. Katakanlah 30 ribu dapur, tiap dapur mempekerjakan 50 orang. Itu sudah 1,5 juta kerja,” kata Prabowo.

Dampak ekonomi tidak berhenti di dapur. Setiap SPPG membutuhkan pasokan bahan pangan dari berbagai vendor seperti peternak telur, petani sayur, hingga pemasok daging dan buah.

Jika tiap unit memiliki 5–10 vendor dan masing-masing mempekerjakan sekitar lima orang, maka tambahan lapangan kerja bisa mencapai sekitar 1,5 juta orang lagi.

Koperasi Desa Merah Putih Gerakkan Ekonomi Desa

Program besar lainnya adalah pembentukan Koperasi Desa Merah Putih sebagai penggerak ekonomi pedesaan.

Pemerintah menargetkan 80 ribu koperasi desa, dengan setiap koperasi mempekerjakan sekitar 18 orang. Program ini berpotensi menciptakan sekitar 1,4 juta lapangan kerja baru.

Selain penyerapan tenaga kerja, koperasi juga diharapkan memperpendek rantai distribusi barang ke desa serta membantu pemasaran hasil pertanian dan produk lokal.

Kampung Nelayan Tingkatkan Pendapatan hingga 80%

Baca Juga :  Angin Segar, Benyamin Davnie Temui Pemenang Tender PSEL Tangsel: Pastikan Proyek Tetap Berlanjut

Di sektor kelautan, pemerintah menggagas program Kampung Nelayan Merah Putih untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Targetnya, sekitar 1.100 kampung nelayan akan dibangun atau direvitalisasi pada 2026. Berdasarkan proyek percontohan di Biak, Papua, program ini menunjukkan peningkatan pendapatan nelayan yang signifikan.

“Kita bikin pilot project di Biak, penghasilannya nelayan itu naik rata-rata 60 persen sampai 80 persen,” ungkap Prabowo.

Program 3 Juta Rumah Picu Multiplier Effect Besar

Program pembangunan 3 juta rumah per tahun juga digadang-gadang menjadi salah satu mesin pertumbuhan ekonomi terbesar.

Setiap unit rumah diperkirakan melibatkan sekitar lima pekerja. Artinya, pembangunan 1 juta rumah saja dapat menyerap sekitar 5 juta tenaga kerja.

Belum termasuk efek berantai dari industri pendukung seperti semen, baja, kabel, pipa, listrik, furnitur, hingga jasa konstruksi.

“Perumahan ini menciptakan 72 turunan perusahaan. Untuk satu rumah kita butuh kabel, pipa, dan lain-lain,” jelas Prabowo.

Renovasi 300 Ribu Sekolah dan Digitalisasi Pendidikan

Selain program ekonomi langsung, pemerintah juga menekankan pembangunan sumber daya manusia melalui sektor pendidikan.

Targetnya, 300 ribu sekolah akan direnovasi dalam lima tahun, disertai transformasi digital pembelajaran. Pemerintah akan mendistribusikan ratusan ribu perangkat interactive flat panel ke sekolah-sekolah di seluruh Indonesia.

Menurut Prabowo, perbaikan kualitas pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang akan meningkatkan produktivitas tenaga kerja dan daya saing nasional.

“Ini lompatan-lompatan besar kita dalam memperbaiki human capital,” tegasnya.

Optimistis Ekonomi Bisa Tumbuh 8%

Prabowo meyakini kombinasi program tersebut akan menjadi pendorong besar pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam satu dekade ke depan.

Ia meminta waktu kepada masyarakat untuk membuktikan bahwa strategi pembangunan berbasis penciptaan lapangan kerja dan penguatan ekonomi rakyat dapat membawa Indonesia keluar dari jebakan pertumbuhan 5 persen.

“Saya minta waktu kepada rakyat. Saya buktikan sampai 2029,” ujarnya.

Jika target tersebut tercapai, Indonesia berpeluang masuk jajaran negara dengan pertumbuhan ekonomi tinggi di dunia sekaligus mempercepat transformasi menuju negara maju. (*)

Bagikan pendapatmu tentang artikel di atas!

Bagikan

Pos terkait