Shadow

Angkutan Udara Perintis untuk Kargo Sudah Dimulai, Harga Sembako Bisa Lebih Murah 40 %

Bagikan

Angkutan Udara Perintis untuk Kargo Sudah Dimulai, Harga Sembako Bisa Lebih Murah 40 %
Kegiatan kargo di Bandara Tanah Merah, Foto: Dephub.go.id

Samarinda (29/1/2021): Seiring dimulainya angkutan udara perintis untuk penumpang, Kementerian Perhubungan juga menjalankan penerbangan perintis untuk kargo tahun anggaran 2021.

Program angkutan udara perintis yang telah berlangsung sejak 2017 juga merupakan salah satu upaya pemerintah dalam rangka memenuhi kebutuhan dan keberlangsungan logistik, utamanya di daerah-daerah terpencil, tertinggal, dan terluar. Pada 2019, program ini mampu memangkas harga bahan pokok hingga mencapai 40 persen di daerah terpencil, seperti di wilayah Papua.

Terkait wilayah Papua, penerbangan perintis kargo sudah dimulai di Bandara Mozes Kilangin pada Sabtu (16/1/2021 ) lalu. Ada delapan rute subsidi kargo perintis yakni Anggolop Puncak Jaya, Jila, Alama, Aroanop, Ilaga, Beoga, Sinak dan Kenyam.

Kepala Bandara Mozes Kilangin Syamsuddin Soleman mengatakan rute ini dibagi dalam dua paket disesuaikan dengan kondisi lapangan terbang. Rute ke Ainggolop, Jila, Alama dan Aroanop dilayani Susi Air menggunakan pesawat pilatus porter. Sedangkan Ilaga, Beogam Sinak dan Kenyam menggunakan pesawat Grand Caravan dengan operator Asian One Air.

Angkutan Udara Perintis untuk Kargo Sudah Dimulai, Harga Sembako Bisa Lebih Murah 40 %
Penerbangan Perdana Subsidi Angkutan Perintis Kargo 2021, Foto: Istimewa

Pemerintah, lanjut Syamsuddin, memberikan subsidi dalam rangka menurunkan disparitas harga antara wilayah kota dengan pegunungan, terisolir, terluar dan perbatasan. Kalaupun tidak sama, tapi setidaknya perbedaan harga tidak terlalu tinggi dengan Timika.

Selain Timika, Bandara Tanah Merah juga memegang peranan penting di wilayah Boven Digoel, karena menjadi penghubung penerbangan kargo perintis di kabupaten lain seperti Pegunungan Bintang, Kabupaten Mappi dan juga 15 distrik lainnya di Kabupaten Boven Digoel. Dari Tanah Merah kargo dikirim ke Bomakia, Oksibil, Kiwirok, Koroway Batu, Maggelum, Wanggemalo, dan Yaniruma. Bandara Kelas III Tanah Merah melayani 60 kali pergerakan pesawat setiap hari dengan mayoritas merupakan penerbangan kargo perintis ke pedalaman. Selain itu, untuk rute ke Kabupaten Pegunungan Bintang, setiap hari Bandara Tanah Merah melayani pengiriman barang kebutuhan pokok sebanyak 60 ton.

Baca Juga :  Masyarakat Pegubin Papua Merindukan "Harga Normal", Angkutan Kargo Perintis Jadi Solusi

Pedalaman Kalimantan juga dilayani perintis kargo sejak 11 Januari 2021 lalu. Sebagaimana dijelaskan Mustaji, Kepala Bandara RA Bessing, pada rapat bersama Anggota Komisi III DPRD Kaltara dan Dinas Perhubungan, untuk tahun 2021 subsidi orang barang sudah berjalan. Barang untuk Long Ampung sekitar 800 kg tiap minggu. Kemudian untuk Long Sule 500 kg tiap minggu. Penambahan juga diberikan untuk rute baru Nunukan – Binuang dan Nunukan – Long Layu yang anggarannya besumber dari APBN.

Angkutan Udara Perintis untuk Kargo Sudah Dimulai, Harga Sembako Bisa Lebih Murah 40 %
Subsidi Angkutan Udara Perintis 2021 Bandara Juwata Terbang Perdana, Foto: Istimewa

Sementara itu, dari Bandara Internasional Juwata Tarakan angkutan kargo menghubungkan daerah 3T (terdepan, terpencil dan tertinggal) atau daerah yang belum terlayani moda transportasi. Untuk kargo tahun 2021 terdapat empat rute, yaitu Tarakan – Long Apung, Tarakan – Long Bawan, Tarakan – Long Sule dan Tarakan – Binuang (PP). Tujuannya adalah untuk mengangkut barang logistik, sembako, minyak, gula, terigu, bawang, sayuran termasuk barang penting pupuk, benih, dan bahan kontruksi. (**)


Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *