Shadow

Bandara Halim Perdanakusuma Terapkan GeNose C19, Sebelumnya Uji Coba Hingga Dua Kali

Bagikan

Bandara Halim Perdanakusuma Terapkan GeNose C19, Sebelumnya Uji Coba Hingga Dua Kali
Pelayanan pemeriksaan GeNose C19 di Bandara Halim Perdanakusuma

Jakarta (9/6/2021): Bandara Halim Perdanakusuma resmi menggunakan layanan pemeriksaan GeNose C19 sebagai salah satu alternatif metode skrining kesehatan untuk Covid-19. Selain PCR dan tes Antigen, calon penumpang pesawat di Bandara Halim Perdanakusuma juga sudah bisa menggunakan layanan GeNose C19 yang merupakan salah satu syarat penumpang yang akan melakukan perjalanan menggunakan transportasi udara.

Executive General Manger (EGM) Bandara Halim Perdanakusuma Nandang Sukarna mengatakan, bahwa per 1 Juni 2021, Bandara Halim Perdanakusuma sudah menerapkan layanan GeNose C19 sebagai salah satu alat skrining Covid-19 yang digunakan sebagai syarat untuk melakukan perjalanan transportasi udara.

Bandara Halim Perdanakusuma Terapkan GeNose C19, Sebelumnya Uji Coba Hingga Dua Kali
EGM Bandara Halim Perdana Kusuma Nandang Sukarna, Foto: Nusantara Info

“Jadi, selain tes Antigen dan PCR, kami juga sudah melayani pemeriksaan GeNose C19. Total ada empat bilik pemeriksaan GeNose C19 di Bandara Halim Perdanakusuma. GeNose C19 setara dengan tes Antigen. Jika hasil tes positif, maka penumpang harus melakukan PCR untuk memastikannya,” katanya.

Sebelum menerapkan GeNose C19, pengelola Bandara Halim Perdanakusuma sudah terlebih dahulu melakukan uji coba sebanyak dua kali.

Bandara Halim Perdanakusuma Terapkan GeNose C19, Sebelumnya Uji Coba Hingga Dua Kali
Foto: Nusantara Info

Untuk pemeriksaan GeNose C19 di Bandara Halim Perdanakusuma dikenakan biaya Rp 40.000. Calon penumpang pesawat yang akan melakukan pemeriksaan GeNose C19 dilarang makan/minum dan merokok, tidak menggunakan parfum dengan wangi yang tajam serta aroma hand sanitizer 30 menit sebelum melakukan proses pengambilan sampel melalui hembusan nafas ke kantong udara.

“30 menit sebelum melakukan pemeriksaan GeNose C19, jangan makan yang memiliki aroma bau seperti petai dan jengkol. Juga jangan merokok atau minum minuman beralkohol, wangi parfum yang tajam dan aroma dari hand sanitizer karena dapat mempengaruhi hasil tesnya menjadi positif. Para calon penumpang agar lebih berhati-hati lagi sebelum melakukan tes GeNose C19 ini,” ujar EGM Nandang. (*)

Baca Juga :  Tingkatkan Faktor Keselamatan, Bandara Halim Perdanakusuma Akan Direvitalisasi

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *