Shadow

Bandara Mozes Kilangin: Jembatan Udara Perintis, Merajut Nusantara di Bumi Papua

Bagikan

Bandara Mozes Kilangin: Jembatan Udara Perintis, Merajut Nusantara di Bumi Papua
Bandara Mozes Kilangin, Foto: Nusantara Info

Timika (2/7/2021): Transportasi udara di Papua menjadi suatu kebutuhan, pasalnya tidak semua di daerah itu dapat ditempuh melalui jalur laut maupun darat. Apa lagi untuk wilayah pegunungan, trasportasi udara menjadi andalan, khususnya di wilayah Kabupaten Mimika dan sekitarnya.

Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub hadir dengan jembatan udara perintis di Bandara Mozes Kilangin untuk merajut nusantara di bumi Papua.

Kepala Bandara Mozes Kilangin Asep Soekarjo mengatakan, bahwa ia telah terlibat dalam jembatan udara perintis sejak tahun 2004, sedangkan jembatan udara perintis telah hadir di Papua sebelum tahun 2004 dan saat itu hanya untuk penumpang saja. “Awalnya untuk penumpang, namun karena adanya kebutuhan masyarakat untuk kargo dan adanya deviasi harga yang tinggi, jadi kami hadirkan angkutan perintis udara kargo,” katanya.

Jembatan Udara Perintis  Merajut Nusantara  di Bumi Papua
Kepala Bandara Mozes Kilangin Asep Soekarjo, Foto: Nusantara Info

Berbicara tentang angkutan multimoda yang beroperasi di Timika, Asep menjelaskan, bahwa multimoda itu sudah ada sejak dulu. Dengan hadirnya multimoda diharapkan adanya sebenergis, di mana barang tersebut dibawa melalui jalur laut dengan Tol Laut dari Surabaya, begitu tiba di Pelabuhan Pomako Timika kemudian diangkut menggunakan subsidi perintis darat ke bandara, dari bandara menggunakan jembatan udara diterbangkan ke daerah pedalaman di pegunungan Papua.

“Jadi, Kabupaten Mimika menjadi awal barang-barang tersebut diangkut ke daerah pedalaman. Begitu tiba di tempat tujuan, Pemda yang menyalurkan dan pengawasan dilakukan oleh Disperindag setempat. Prinsipnya Direktorat Jenderal Perhubungan Udara mengangkut barang tersebut port to port,” ungkap Asep.

Merajut nusantara di bumi Papua, menurut Asep bukan hal yang mudah. Dibutuhkan sinergi yang baik dari semua sektor, bukan berjalan masing-masing. Asep berharap kehadiran jembatan udara dapat memberikan manfaat besar bagi kemajuan masyarakat Papua, karena membangun transportasi adalah merajut nusantara untuk NKRI. (*)

Baca Juga :  Kabupaten Pegunungan Bintang Rayakan HUT ke-19, Mari Bangkit Membangun Bersama

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *