Shadow

Berkat Penerbangan Perintis Dua Pulau Terluar Terhubung Langsung, Rote-Sabu adalah Rute Baru

Bagikan

Berkat Penerbangan Perintis Dua Pulau Terluar Terhubung Langsung,  Rote-Sabu adalah Rute Baru
Penerbangan Perdana Angkutan Udara Perintis Rote – Sabu, Foto: IG Bandara DC Saudale

Rote Ndao (6/2/202): Pernah ke Pulau Rote? Bagi penggila selancar, pasti pernah ke sana. Di Rote terdapat lokasi surfing yang luar biasa menantang. Berlanjut ke Pulau Sabu? Barangkali relatif jarang terdengar nama pulau ini. Nah, berkat program Kementerian Perhubungan yakni angkutan udara perintis bersubsidi maka dua pulau terluar itu kini terhubung langsung. Tak perlu muter ke tempat lain dulu.

Pulau Rote dikenal sebagai pulau terluar. Namun titik terluar sebenarnya adalah Pulau Ndana yang masuk dalam wilayah administrasi Kecamatan Rote Barat Daya, Kabupaten Rote Ndao, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Secara geografis pulau ini terletak di sebelah selatan Pulau Rote, dan merupakan pulau terluar yang berbatasan langsung dengan Australia.

Berkat Penerbangan Perintis Dua Pulau Terluar Terhubung Langsung,  Rote-Sabu adalah Rute Baru
Foto: Istimewa

Sedangkan Pulau Sabu atau yang juga dikenal sebagai Pulau Sawu, Seba, Havu, Hawu atau Hawoe merupakan salah satu pulau terluar Indonesia yaitu letaknya paling selatan kedua setelah Pulau Rote. Pulau ini berada dalam teritory daerah Nusa Tenggara Timur dan merupakan bagian dari Kabupaten Sabu Raijua. Luasnya adalah 414 km².

Sekarang kedua pulau terluar itu terhubung langsung dengan maskapai Dimonim Air. Tahun ini Dimonim Air menambah lagi satu rute penerbangan perintis di NTT sehingga menjadi lima rute. Adapun rute baru itu ialah Sabu-Rote pulang-pergi (pp). Mengutip IG resmi Bandara DC Saudale di Rote Ndao jadwal terbang setiap Selasa dan Jumat.

Berkat Penerbangan Perintis Dua Pulau Terluar Terhubung Langsung,  Rote-Sabu adalah Rute Baru
Foto: Istimewa

Penambahan rute baru ini bertujuan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat Nusa Tenggara Timur. Adapun lima rute penerbangan perintis tersebut ialah: Waingapu–Sabu, Waingapu–Ruteng, Kupang–Kisar, Sabu – Ende dan Sabu – Rote. Lima rute perintis ini dilayani pesawat Cessna Grand Caravan (C 208 B) dengan kapasitas penumpang 12 orang.

Baca Juga :  HUT ke-7, NAM Air Luncurkan Program Diskon Rp 70.000

Penerbangan perdana Rote-Sabu sudah berlangsung akhir Januari. Seremonialnya, menurut laman resmi Dispen Lantamal VII, bertempat di terminal Bandara Udara DC. Saudale-Rote, Desa Lekunik, Kec. Lobalain Kab. Rote Ndao, Senin. (25/1/2021) lalu.

Berkat Penerbangan Perintis Dua Pulau Terluar Terhubung Langsung,  Rote-Sabu adalah Rute Baru
Danlanal Pulau Rote Letkol Laut (P) Anis Latif Hadir Dalam Penerbangan Perdana Perintis Rote – Sabu, Foto: koarmada2.tnial.mil.id

Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Danlanal) Pulau Rote Letkol Laut (P) Anis Latif menghadiri kegiatan Pelepasan Penerbangan Perdana Pesawat Perintis dari Maskapai Dimonim Air dengan Rute Sabu-Rote. Tentu saja hadir Kepala Bandara Umbu Mehangkunda Haryanto, Kepala Bandara Terdamu Sabu Agus Kande, dan Kepala UPBU Bandara D C Saudale Rote Charles Malaikosa.

Berkat Penerbangan Perintis Dua Pulau Terluar Terhubung Langsung,  Rote-Sabu adalah Rute Baru
Kepala Bandara Umbu Mehangkunda Haryanto, Foto: IG Bandara DC Saudale

Rute ini berada dalam Korwil NTT yang dikoordinasikan Bandara Umbu Mehang Kunda Waingapu. “Diharapkan rute baru ini dapat membuka isolasi untuk daerah-daerah terluar dan mendukung pariwisata di Rote Ndao dan Sabu serta perekonomian NTT,” kata Haryanto, Kabandara Umbu Mehangkunda dalam laman Dispen Lantamal VII.

Kepala Bandara DC Saudale Charles Malaikosa berterima kasih atas upaya Kabandara Umbu Mehang Kunsa selaku KPA Penerbangan Perintis Wilayah NTT yang memperjuangkan rute penerbangan Rote-Sabu. Menurut Kabandara, dahulu pernah ada dengan rute Kupang-Rote-Sabu PP.

Berkat Penerbangan Perintis Dua Pulau Terluar Terhubung Langsung,  Rote-Sabu adalah Rute Baru
Kepala Bandara DC Saudale Charles Malaikosa, Foto: IG Bandara DC Saudale

“Ke depan rute Rote-Sabu PP ini diharapkan menjadi alternatif karena apabila cuaca ektrem, bisa dimanfaatkan warga Sabu karena setelah di Rote ada pilihan ke Kupang dengan Wings Air, kapal cepat, dan ASDP,” kata Kabandara Charles. (**)


Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *