Shadow

Buka Akses Wisata Pulau Oksigen Giliyang, Uji Coba Penerbangan Seaplane Berjalan Mulus

Bagikan

Buka Akses Wisata Pulau Oksigen Giliyang, Uji Coba Penerbangan Seaplane Berjalan Mulus
Uji coba penerbangan seaplane, Foto: sumenekab.go.id

Sumenep (27/4/2021): Uji coba penerbangan jalur wisata dari Bali menuju Pulau Oksigen Giliyang, Kecamatan Dungkek, Kabupaten Sumenep, Provinsi Jawa Timur, Senin (26/4/2021), berjalan dengan mulus.

Penerbangan jalur wisata tersebut menggunakan pesawat seaplane atau pesawat yang bisa mendarat dan lepas landas di atas air, yakni pesawat C-208 amphibian Travira Air. Pesawat tersebut berangkat dari Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali sekitar pukul 07.00 WITA dan mendarat di Bandara Trunojoyo Sumenep pukul 07.20 WIB, selanjutnya menuju Pulau Oksigen Giliyang.

Penerbangan jalur wisata tersebut digagas oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Transportasi Udara Badan Litbang Perhubungan Kementerian Perhubungan.

Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Udara Capt. Novyanto Widadi mengatakan, penerbangan pariwista itu, sejatinya menindaklanjuti hasil survey yang dilakukan pada tahun 2019 bahwa Pulau Oksigen Giliyang layak sebagai objek wisata bagi wistawan mancanegara.

“Penerbangan pesawat seaplane itu bagian program Pusat Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Transportasi Udara Badan Litbang Perhubungan Kementerian Perhubungan, yang menggagas jalur transportasi udara dari Bali langsung ke Pulau Oksigen Giliyang,” katanya.

Pihaknya menilai penerbangan jalur wisata ini mempunyai peluang menarik wisatawan mancanegara yang berada di Bali ke Pulau Oksigen Giliyang, mengingat di Bali terdapat operator seaplane seperti Travira Air.

Bahkan, jarak tempuh jalur udara Bali – Sumenep tidak terlalu lama, karena jaraknya memang masih dekat, sehingga wistawan mancanegara yang berkunjung ke Bali mudah untuk berwisata di Pulau Oksigen itu.

“Para wisatawan mancanegara dengan adanya penerbangan jalur udara itu, selain menikmati wisata di Bali juga bisa menikmati Pulau Oksigen Giliyang sebagai wisata kesehatan,” imbuhnya.

Sementara itu, Bupati Sumenep Achmad Fauzi mengatakan, bahwa program Puslitbang Transportasi Udara Balitbang Perhubungan Kemenhub sangat mendukung perkembangan objek wisata di Kabupaten Sumenep yang wilayahnya terdiri dari daratan dan kepulauan, sehingga pengembangannya tidak hanya di daratan saja tetapi juga di kepulauan.

Baca Juga :  Optimalkan Muatan Balik Tol Laut di Sulawesi Utara, UPP Ulu Siau Gandeng Pemda dan Pengusaha Lokal

“Kabupaten Sumenep memiliki 126 pulau tentu saja membutuhkan transportasi yang cepat menuju objek wisatanya, yakni salah satunya adalah transportasi udara dengan seaplane,” katanya di sela-sela uji coba penerbangan jalur wisata dari Bali menuju pulau oksigen Giliyang Kecamatan Dungkek, di Bandara Trunojoyo, Senin (26/04/2021).

Pihaknya optimis dengan penerbangan jalur wisata menggunakan seaplane C-208A Travira Air mampu membuka akses wisata Pulau Oksigen Giliyang untuk menarik wistawan mancanegara berkunjung ke pulau yang memiliki kandungan oksigen terbaik di Indoensia dan kedua di dunia.

“Penerbangan wisata jalur Bali menuju Pulau Oksigen ini jelas menjadi solusi atas persoalan waktu tempuh yang selama ini menjadi keluhan wisatawan ketika berkunjung ke objek wisata di kepulauan, salah satunya Pulau Giliyang ini,” tuturnya.

Buka Akses Wisata Pulau Oksigen Giliyang, Uji Coba Penerbangan Seaplane Berjalan Mulus
Foto: sumenepkab.go.id

Untuk itulah, Pemerintah Kabupaten Sumenep siap bersinergi dengan para pihak terkait mendukung transportasi udara seaplane untuk membangun Bandar Udara Perairan (water aerodrome) baik di Pulau Oksigen Giliyang maupun pulau lainnya.

Harapannya adanya bandara itu, menjawab salah satu kebutuhan masyarakat agar bisa mendapatkan layanan transportasi udara secara reguler menuju kepulauan.

“Yang jelas, kami ingin penerbangan pesawat terapung atau seaplane tidak hanya untuk jalur wisata saja, tetapi juga reguler supaya memudahkan masyarakat menuju kepulauan,” imbuh mantan Wakil Bupati Sumenep ini. (*)


Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *