Shadow

Evakuasi KM. Patar Diberikan Waktu 6 Bulan, Kepala KSOP Kelas IV Merauke: Kami Berusaha Selesai Lebih Cepat

Bagikan

Evakuasi KM. Patar Diberikan Waktu 6 Bulan, Kepala KSOP Kelas IV Merauke: Kami Berusaha Selesai Lebih Cepat
Proses evakuasi KM. Patar di Sungai Maro, Foto: Nusantara Info

Merauke (25/6/2021): Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Merauke terus melakukan percepatan pengangkatan bangkai KM. Patar yang tenggelam di Sungai Maro, Kabupaten Merauke, Papua, pada tujuh tahun silam.

Kepala KSOP Kelas IV Merauke, Turki RK Sully mengatakan, KM Patar mengalami kecelakaan di Sungai Maro pada tahun 2014 dan proses evakuasi kapal baru dilakukan pada Februari 2021.

“Evakuasi baru dilakukan Februari 2021 karena banyak kendala teknis dan persoalan administrasi yang harus diselesaikan oleh pemilik kapal. Sesuai SK Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub, evakuasi kapal diberikan waktu pengerjaannya selama enam bulan, yaitu dari bulan Februari sampai Agustus 2021,” katanya.

Evakuasi KM. Patar Diberikan Waktu 6 Bulan, Kepala KSOP Kelas IV Merauke: Kami Berusaha Selesai Lebih Cepat
Foto: Nusantara Info

Lebih lanjut Turki mengatakan, bahwa untuk proses evakuasi KM. Patar sesuai SK Dirjen Perhubungan Laut dilakukan oleh PT Diagung Kalimantan Mandiri.

“Dalam SK tersebut tercantum bahwa untuk proses evakuasi dalam pelaksanaannya menunjuk PT Diagung Kalimantan Mandiri. Selain itu, pada SK itu juga ada tiga tahap yang dilakukan dalam proses evakuasi, yaitu pertama penarikan lumpur, kedua adalah pengambilan semen muatan kapal keluar, dan ketiga yaitu penimbunan serta penyingkiran kapal ke alur yang aman,” ungkapnya.

Evakuasi KM. Patar Diberikan Waktu 6 Bulan, Kepala KSOP Kelas IV Merauke: Kami Berusaha Selesai Lebih Cepat
Tim KSOP Kelas IV Merauke, Foto: Nusantara Info

Keberadaan bangkai KM. Patar di tengah alur, menurut Turki sangat mengganggu dan menghambat pergerakan kapal yang akan masuk juga keluar Pelabuhan Merauke sehingga membuat distribusi logistik pun ikut terhambat. Oleh karena itu, KSOP Kelas IV Merauke dan Tim PT Diagung Kalimantan Mandiri terus berupaya menyelesaikan evakuasi kapal tersebut lebih cepat dari target yang diberikan oleh Dirjen Perhubungan Laut Kemenhub.

“Target yang diberikan bulan Agustus harus selesai. Tapi kami berusaha dapat selesai lebih cepat, yakni di awal Juli 2021, mengingat sebentar lagi PON XX akan diselenggarakan di Papua dan banyak pergerakan kapal membawa bahan-bahan pokok serta kebutuhan logistik jangan sampai terhambat. Apa lagi ini juga alur yang dilewati oleh Tol Laut,” tutup Turki. (*)

Baca Juga :  PLBN Sota Diresmikan Presiden Jokowi, Mendagri: Awal Pengembangan Pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *