Shadow

Menyentuh Hingga Wilayah Terisolir dan Nomaden di Papua, Distribusi Tol Laut Untuk Suku Elseng

Bagikan

Menyentuh Hingga Wilayah Terisolir dan Nomaden di Papua, Distribusi Tol Laut Untuk Suku Elseng
Willem Thobias Fofid menyerahkan bantuan sembako kepada Suku Elseng

Jayapura (18/9/2021): KSOP Kelas II Jayapura bersama Komunitas Medis Papua Tanpa Batas serta Forum Senior dan Milenial Papua (FORSEMI) bekerjasama dengan Klasis Kemtuk Gresi mengadakan kegiatan pelayanan pengobatan dan distribusi Tol Laut untuk Suku Elseng yang keberadaannya masih terisolir dan nomaden di Tanah Tabi, Papua.

Suku Elseng adalah salah satu suku di Tanah Tabi yang masih terisolir, primitif dan nomaden. Upaya pemerintah hingga saat ini belum sepenuhnya dapat menyentuh Suku Elseng. Namun dengan adanya kegiatan ini, diharapkan menjadi bukti nyata upaya kehadiran pemerintah untuk masyarakat di pedalaman yang masih terisolir.

Dalam kesempatan itu, KSOP Kelas II Jayapura, Komunitas Medis Papua Tanpa Batas dan FORSEMI memberikan pelayanan medis dan bantuan bahan makanan kepada Suku Elseng dan masyarakat Kampung Bangai di Distrik Gresi Selatan, Genyem, Kabupaten Jayapura, Papua.

Menyentuh Hingga Wilayah Terisolir dan Nomaden di Papua, Distribusi Tol Laut Untuk Suku Elseng
Pelayanan kesehatan untuk Suku Elseng

Kepala KSOP Kelas II Jayapura Taher Laitupa mengatakan, bahwa Tol Laut merupakan Program Strategis Nasional yang dicetuskan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan saat ini terus menyentuh sampai ke setiap wilayah Papua.

“Dengan adanya Tol Laut ini diharapkan dapat menjadi momentum bagi seluruh komponen bangsa, khususnya stakelholder maritim di Provinsi Papua untuk terus bersinergi dan meningkatkan penggunaan Tol Laut yang semakin hari semakin meningkat dengan berlanjut pada Multimoda Transportasi,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Kasie Lala KSOP Kelas II Jayapura, Willem Thobias Fofid menjelaskan pada Tahun 2021 peningkatan penggunaan Tol Laut dengan konektivitas logistik terus meningkat. Hal ini dapat dilihat dari jumlah muatan pada Voyage 8 dan 9 Trayek T-19 lintas Papua yang mencapai 61 kontainer.

Menyentuh Hingga Wilayah Terisolir dan Nomaden di Papua, Distribusi Tol Laut Untuk Suku Elseng

 

Demikian juga pada lintasan trayek lainnya di wilayah Papua dan Papua Barat pada Trayek T-9 dan Trayek T-11 yang semakin meningkat, kemudian diikuti juga peningkatan muatan berangkat pada Trayek T-22, Trayek T-23, Trayek T-24, Trayek T-25 dan bahkan penambahan lintasan layanan Kapal pada Trayek T-26 dapat melayani sampai ke Mumugu di Kabupaten Nduga. Termasuk saat ini terobosan inovasi terbaru Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut, Ditjen Perhubungan Laut telah menambahkan lagi dua trayek untuk distribusi logistik di wilayah Selatan Papua yaitu Trayek T-27 Merauke – Pomako dan Trayek T-28 untuk menjangkau wilayah selatan Papua, NTT dan Maluku.

Baca Juga :  Dorong Ekonomi Industri dan Konektivitas Sulteng, Pelabuhan Tilamuta Dikembangkan

“Dengan semangat Hari Perhubungan Nasional 2021, diharapkan dapat dijadikan momentum untuk pasokan distribusi logistik terus dapat menjangkau saudara-saudara kita yang berada di daerah pegunungan dan terisolir, sesuai dengan tema Harhubnas tahun ini, yaitu Bergerak Harmonikan Indonesia,” kata Willem.

Menyentuh Hingga Wilayah Terisolir dan Nomaden di Papua, Distribusi Tol Laut Untuk Suku Elseng

Sementara itu, Ketua Komunitas Medis Papua Tanpa Batas Ruth Yoteni mengatakan, bahwa kegiatan pelayanan kesehatan tersebut dilakukan selama dua hari di Kampung Bangai, Gresi Selatan.

“Kegiatan ini merupakan program pelayanan kesehatan Komunitas Medis Papua Tanpa Batas. Sasaran pelayanan kesehatan tidak hanya untuk masyarakat dari Suku Elseng dan masyarakat Kampung Bangai saja, tetapi juga pelayanan kesehatan untuk hewan ternak,” katanya.

Anggotan DPP FORSEMI Ariella A. Yoteni menyampaikan, selain pelayanan kesehatan, juga memberikan bantuan untuk pembangunan rumah pastori dan pembangunan sekolah untuk Suku Elseng.

Menyentuh Hingga Wilayah Terisolir dan Nomaden di Papua, Distribusi Tol Laut Untuk Suku Elseng

“Saya tidak punya banyak uang untuk bangun rumah pastori dan gedung sekolah, tetapi saya akan bawa orang-orang baik untuk bantu kita di sini,” ujarnya.

Ketua Klasis Kemtuk Pdt. Jhon Anderi mengungkapkan, bahwa bantuan yang diberikan oleh KSOP Kelas II Jayapura, Komunitas Medis Papua Tanpa Batas dan FORSEMI dapat mengobati masyarakat Suku Elseng dan Kampung Bangai maupun hewan-hewan yang terjangkit penyakit serta membantu kebutuhan pokok sehari-hari.

Warga Kampung Bangai dan Klasis Gresi Selatan pun sangat mengapresiasi kegiatan pelayanan kesehatan yang dilakukan oleh Komunitas Medis Papua Tanpa Batas, FORSEMI dan KSOP Kelas II Jayapura sebagai salah satu UPT Ditjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan sebagai wujud rasa persaudaraan dan sukacita serta keberadaan negara hadir sampai di daerah 3TP (Terpencil, Terluar, Tertinggal dan Perbatasan). (*)


Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *