
Jakarta, Nusantara Info: Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi mengoordinasikan kesiapan Angkutan Lebaran 2026 dalam Rapat Tingkat Menteri yang digelar di Kantor Pusat Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Jakarta, Kamis (12/2/2026).
Rapat yang dipimpin Menko PMK Pratikno tersebut membahas langkah strategis lintas kementerian dan lembaga untuk memastikan kelancaran arus mudik dan balik Lebaran tahun ini.
Dalam paparannya, Menhub Dudy mengungkapkan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah melaksanakan Survei Angkutan Lebaran 2026 guna mengidentifikasi preferensi serta mengukur persepsi masyarakat yang akan melakukan perjalanan. Hasil survei menunjukkan sekitar 143,9 juta orang diperkirakan akan melakukan pergerakan selama periode Lebaran.
“Kalau kita bandingkan dengan tahun kemarin, surveinya 146 juta. Namun realisasi pada tahun kemarin sebesar 154 juta. Jadi walaupun terlihat ada sedikit penurunan 1,7 persen, ini tidak mengurangi kewaspadaan kami karena tahun lalu realisasinya justru meningkat signifikan,” ujar Dudy.
Menurutnya, pengalaman tahun sebelumnya menjadi pembelajaran penting. Meski angka survei tahun ini sedikit lebih rendah, Kemenhub tetap mengantisipasi potensi lonjakan pergerakan masyarakat yang bisa melampaui proyeksi.
Untuk melayani mobilitas tersebut, Kemenhub menyiapkan berbagai sarana transportasi, antara lain 31.345 unit bus, 829 unit kapal laut, 2.683 unit sarana kereta api, 392 unit pesawat udara, serta 255 unit kapal penyeberangan.
Dari total armada yang disiapkan, sebagian besar telah melalui proses ramp check atau pemeriksaan kelaikan operasional. Per hari ini, tercatat 19.376 unit angkutan darat, 485 unit angkutan laut, 19 unit angkutan penyeberangan, 392 unit angkutan udara, serta 2.177 unit sarana perkeretaapian telah menjalani pemeriksaan.
“Kami memastikan seluruh sarana transportasi melakukan ramp check sampai mendekati pelaksanaan angkutan Lebaran. Ini sudah mulai berjalan dan akan terus kami lakukan untuk menjamin moda transportasi yang digunakan benar-benar laik jalan,” tegasnya.
Selain kesiapan sarana dan prasarana, Kemenhub juga menyiapkan sejumlah kebijakan pendukung, di antaranya program stimulus berupa diskon tiket transportasi, penyelenggaraan Angkutan Mudik Gratis Lebaran, serta penerbitan Surat Keputusan Bersama (SKB) tentang Pengaturan Kendaraan Angkutan Barang guna mengurai kepadatan lalu lintas.
Pada kesempatan yang sama, Menko PMK Pratikno menekankan pentingnya kolaborasi dan evaluasi berkelanjutan dalam penyelenggaraan angkutan Lebaran. Ia mengapresiasi sinergi lintas kementerian dan lembaga yang dinilai berhasil menjaga kelancaran arus mudik tahun sebelumnya.
“Alhamdulillah tahun lalu kita berhasil mengelola berbagai isu, terutama lalu lintas. Ini berkat sinergi lintas K/L untuk menyiapkan mudik agar berjalan lancar, nyaman, aman, dan selamat,” ujar Pratikno.
Rapat tersebut turut dihadiri sejumlah menteri dan pimpinan lembaga, antara lain Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Viada Hafid, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, perwakilan Kemenko Infrastruktur dan Pembangunan Wilayah, KemenPANRB, Kemenko Pangan, Kemenko Ekonomi, Kementerian PUPR, Kemendikdasmen, Kemenaker, KemenPPPA, Kemenko Polhukam, Kemendagri, Kakorlantas Polri, TNI-Polri, Kepala BMKG, Bapanas, serta operator transportasi seperti Jasa Marga, Angkasa Pura, ASDP, dan AJT.
Dengan proyeksi pergerakan hampir 144 juta orang, pemerintah menargetkan penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2026 dapat berlangsung lebih tertata, responsif, dan berorientasi pada keselamatan pengguna jasa transportasi di seluruh Indonesia. (*)






