Dukung Pariwisata Nasional, Kepala BSKDN Harap Sumba Timur Tingkatkan Inovasi Berbasis Potensi

Bagikan

Dukung Pariwisata Nasional, Kepala BSKDN Harap Sumba Timur Tingkatkan Inovasi Berbasis Potensi

Sumba Timur (23/5/2023): Sektor pariwisata terbukti mampu menopang perekonomian bangsa. Hal ini karena sektor tersebut banyak menyumbang devisa bagi pemerintah di luar minyak dan gas bumi. Adapun salah satu upaya yang bisa dilakukan pemerintah daerah (Pemda) untuk mendukung perkembangan pariwisata nasional adalah dengan terus meningkatkan inovasi sesuai dengan potensi yang dimiliki masing-masing daerah. Tidak terkecuali bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumba Timur yang terus berupaya meningkatkan inovasinya terutama inovasi pada sektor pariwisata.

Hal itu disampaikan Kepala Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Yusharto Huntoyungo saat menjadi narasumber dalam acara Focus Group Discussion (FGD) yang mengusung tema “Pembinaan Inovasi Daerah pada Kabupaten Sumba Timur Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT)”. Kegiatan tersebut berlangsung di Sumba Timur, Senin (22/5/2023).

Lebih lanjut, Yusharto mengatakan Provinsi NTT memiliki tiga sektor penting yang menjadi ujung tombak ekonomi daerah tersebut. Tiga sektor itu meliputi sektor peternakan, pertanian dan pariwisata. Dirinya melanjutkan dari ketiga sektor tersebut, pariwisata menjadi yang paling potensial untuk dikembangkan.

“Terutama pariwisata jika dikelola dengan sangat baik, akan menjadi prioritas tinggi di tingkat nasional. Nah ini dikatakan akan menghasilkan industri wisata yang akan memberikan kontribusi terbesar dalam penyelenggaraan peningkatan kesejahteraan bagi masyarakat Nusa Tenggara Timur,” jelasnya.

Menurutnya, upaya pengembangan sektor pariwisata baru akan maksimal jika didukung dengan pengembangan inovasi dan sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni dalam sektor tersebut.

“Untuk itu kita perlu membentuk ekosistem inovasi sehingga setiap daerah dapat mengembangkan potensi yang dimiliki untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu, Yusharto juga mengungkapkan, berdasarkan data pelaporan Indeks Inovasi Daerah (IID) tahun 2022 mengungkapkan bahwa Kabupaten Sumba Timur merupakan daerah terinovatif dalam kategori daerah tertinggal. Kendati demikian, Yusharto tetap berpesan agar seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di wilayah Kabupaten Sumba Timur terus saling bekerja sama dan berkolaborasi dalam mengembangkan inovasi. Dengan cara itu, Sumba Timur diharapkan tetap menjadi daerah terinovatif di tengah kabupaten lainnya di Provinsi NTT.

Baca Juga :  Dirjen Bina Pemdes Tekankan Pentingnya Perencanaan Desa Berdasarkan Data

“Oleh karena itu, kami berharap ke depannya kondisinya akan jauh lebih baik, yang sudah ada dipertahankan terus (nilai IID Tahun 2022), terus inovatif jangan kendor,” pungkasnya. (*)

Bagikan pendapatmu tentang artikel di atas!

Bagikan

Pos terkait