Jenguk Korban KDRT Nurlaela, Pj Gubernur Kepulauan Babel Minta Segera Lakukan Tindakan Medis Sesuai Tahapan

Bagikan


Jenguk Korban KDRT Nurlaela, Pj Gubernur Kepulauan Babel Minta Segera Lakukan Tindakan Medis Sesuai Tahapan

AIr Anyir (2/12/2023): Penjabat (Pj) Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Safrizal ZA menjenguk Nurlaela, seorang perempuan korban KDRT yang kini terancam kehilangan penglihatannya dan cacat seumur hidup akibat penganiayaan berupa pukulan yang dilakukan suaminya, Supri.

Dalam kesempatan itu, Safrizal meminta pihak kepolisian untuk mengungkap tuntas kasus tersebut dan segera akan mengupayakan biaya pemulihan Nurlaela, warga Desa Air Lintang, Kecamatan Tempilang Kabupaten Bangka Barat

“Saya harap ibu sabar dan tenangkan diri agar proses penyembuhan semakin cepat. Untuk pembiayaan pengobatan jangan dipikirkan, kami dari Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung akan mengupayakan. Jangan lupa terus berdoa dan berzikir,” ujarnya saat menjenguk Nurlaela di RSUD Dr. (H.C) Ir Soekarno, yang diwarnai penuh tangis haru dari pihak keluarga.

Peristiwa KDRT yang dialami Nurlaela pada Minggu (26/11/2023) mengagetkan dan membuat prihatin semua pihak pasalnya akibat ulah suami korban, Nurlaela harus mendapatkan perawatan intensif karena mengalami patah tulang rahang, tangan hingga cedera parah pada matanya.

Kepada Direktur RSUD Dr. (H.C) Ir. Soekarno dr. Ira Ajeng Astried, Safrizal meminta agar segera melakukan tindakan medis sesuai tahapan dan kondisi pasien akibat kekerasan yang dialaminya.

“Saya minta untuk segera dilakukan tindakan medis menyeluruh. Ini bukan lagi soal Nurlela tapi lebih luas lagi soal kemanusiaan dan perlindungan terhadap perempuan,” tegas Safrizal.

Sementara itu, Ira menuturkan kondisi Nurlaela saat ini sudah mulai stabil, karena beberapa tindakan sudah dilakukan saat korban dirawat pertama kali di RS Bakti Timah.

“Korban dirujuk ke sini dan masuk pada Kamis (30/11/2023) dari RS Bakti Timah. Di sana memang sudah dilakukan tindakan terutama kedaruratannya termasuk tindakan medis pada mata. Dan kami di RSUD akan melakukan tindakan medis lanjutan, pertama nanti akan kita lakukan tindakan untuk memperbaiki tulang rahang yang patah, gigi yang hancur kemudian dilanjutkan dengan fraktur di tangan yang juga patah sembari melakukan pengobatan luka-luka lain di sekujur tubuhnya,” ujarnya kepada Safrizal.

Baca Juga :  Pemotongan Hewan Kurban di Lingkungan Kemendagri, Kepala BSKDN: Tingkatkan Core Values ASN BerAKHLAK

Selain itu, Safrizal juga mengungkapkan keprihatinannya serta mengecam tindakan pelaku kekerasan yang bukan terjadi kali ini saja. Tindakan hukum dikatakannya harus diberlakukan agar memberi efek jera, dan mencegah calon-calon pelaku lainnya.

“Untuk upaya pendekatan hukum. Jadi nanti saya minta kepada Kapolda untuk menindaklanjutinya dan diberikan hukuman yang setimpal, supaya ini menjadi efek jera pelaku kekerasan yang lainnya,” ungkapnya.

Lebih lanjut agar tidak ada lagi kejadian serupa, Safrizal mengungkapkan pihaknya juga secara intensif dan progresif akan melakukan koordinasi dan sinergi dengan OPD terkait serta stakeholder.

“Saya minta Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak untuk terus-menerus memberikan edukasi dan sosialisasi kepada ibu-ibu muda karena salah satu latar belakang penyebab KDRT ini adalah pernikahan dini,” pungkasnya. (*)

Bagikan pendapatmu tentang artikel di atas!

Bagikan

Pos terkait