Shadow

Tradisi Bau Nyale di Pulau Lombok, Ramai-Ramai Menemui Putri Mandalika Pada Awal Maret Nanti

Bagikan

Tradisi Bau Nyale di Pulau Lombok, Ramai-Ramai Menemui Putri Mandalika Pada Awal Maret Nanti
Ilustrasi legenda Putri Mandalika, Foto: Istimewa

Mataram (27/2/2021): Konon di sebuah kerajaan di Lombok ada seorang raja sakti mandraguna. Ia dikaruniai putri cantik jelita. Namanya Putri Mandalika. Magnet bagi para pemuda. Dari pangeran hingga rakyat biasa saja.

Satu demi satu berdatangan melamar Putri Mandalika. Putri tak kuasa menolak karena tak mau membuat para pemuda berduka. Sang Raja akhirnya membuat sayembara di Pantai Seger Kuta. Pemenangnya boleh memperistri Putri Mandalika. Tetapi datanglah musibah, di ujung sayembara terjadi keributan di antara para peserta. Keributan berkembang menjadi perang panah memanah.

Putri lari ke tengah arena. Tak mau perang kian besar memakan korban tak bersalah. Putri berteriak lantang berkata: “Semua orang, dengarkan! Aku tidak ingin kalian bertarung karena aku. Dan aku tidak ingin kalian bersedih juga. Aku ingin kalian semua memiliki aku, tetapi tidak sebagai istrimu. Aku ingin menjadi seseorang yang semua orang bisa miliki. Aku ingin berguna untukmu. Aku ingin menjadi nyale yang kalian semua bisa nikmati bersama, “ kata Putri Mandalika.

Tradisi Bau Nyale di Pulau Lombok, Ramai-Ramai Menemui Putri Mandalika Pada Awal Maret Nanti
Beginilah ramainya Bau Nyale dua tahun lalu, Foto: Istimewa

Sang Raja dan semua orang di pantai tidak mengerti apa yang dimaksud Putri Mandalika. Raja kemudian mendatanginya. Tetapi sebelum dia mendekati putrinya, Putri Mandalika melompat ke laut tanpa diduga. Dia menghilang ditelan gelombang besar entah kemana. Semua mencarinya. Setelah beberapa jam berusaha mencari Putri Mandalika, tiba-tiba mereka menemukan banyak cacing laut di pantai tanpa tahu asalnya. Raja kemudian menyadari bahwa putrinya telah menjadi cacing laut sebagaimana kehendak Sang Pencipta. Belakangan masyarakat menyebut cacing itu sebagai nyale .

Sampai sekarang, orang-orang di Lombok selalu berusaha menangkap nyale. Jadi tradisi setiap tanggal 20, bulan 10, penanggalan Suku Sasak. Saat itu masyarakat di Lombok merayakan tradisi Bau Nyale. Cacing-cacing laut ini dikenal dengan sebutan nyale, yang dipercaya sebagai jelmaan Putri Mandalika. Legenda Putri Mandalika ini dikenal hampir di seluruh penjuru Pulau Lombok. Meskipun belum ada lontar Lombok yang ditemukan mengenai Mandalika yang melegenda tersebut.

Baca Juga :  Dukung MotoGP Mandalika, Kemenhub Siapkan Pelabuhan Berstandar Kapal Pariwisata
Tradisi Bau Nyale di Pulau Lombok, Ramai-Ramai Menemui Putri Mandalika Pada Awal Maret Nanti
Nyale hasil tangkapan jaring, Foto: Istimewa

Seperti dua tahun yang lalu, pada awal Februari, di Pantai Seger, Desa Kuta Lombok Tengah, sejak dini hari ribuan warga sudah berkumpul. Mereka pun bersiap merayakan tradisi Bau Nyale atau menangkap cacing laut.Mereka menangkap pakai jaring-jaring beragam bentuk dan ukuran. Ombak akan membawa cacing-cacing laut beragam warna ke jaring-jaring tadi. Ada merah, hijau, dan kuning.

Seolah ingin membuktikan janji Putri Mandalika, ribuan orang yang telah berkumpul, menyebar. Ada yang memilih tepi bebatuan pantai, menunggu nyale mengeliat mendekati kaki mereka. Ada juga yang menerjang ombak dan meraup ribuan cacing jelmaan sang putri cantik.

“Ini tradisi turun temurun, setahun sekali kami temukan. Setahun sekali kami bertemu Putri Mandalika,” kata Jumadi, warga Praya.

Tetapi itu dua tahun lalu. Bagaimana tahun ini? Begini infonya. Festival Pesona Bau Nyale 2021 di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat akan digelar dengan penerapan protokol kesehatan Covid-19 yang ketat dan sejumlah acara digelar secara virtual melalui jejaring media sosial. Dinas Pariwisata NTB menginfokan pelaksanaan Festival Pesona Bau Nyale atau menangkap cacing laut 2021 akan berbeda dengan tahun sebelumnya, sebab semua kegiatan nantinya akan direkam dan disiarkan melalui website dan medsos resmi Dinas Pariwisata NTB, seperti facebook dan youtube.

Karena tahun ini masih pandemi, jadi semua protokol kesehatan harus ditaati. Bau Nyale tahun ini digelar hybrid, dan semua seremoni dilakukan virtual atau online.

Tradisi Bau Nyale di Pulau Lombok, Ramai-Ramai Menemui Putri Mandalika Pada Awal Maret Nanti
Olahan Nyale yang disukai masyarakat Lombok, Foto: Istimewa

Kapan? Puncak Festival Pesona Bau Nyale akan digelar pada tanggal 3-4 Maret 2021 di kawasan pantai Seger, KEK Mandalika, Lombok Tengah. Festival akan diisi dengan beberapa kegiatan seperti fashion show, diskusi pariwisata dan industri kreatif, forum dialog ekonomi kreatif, dan beberapa lainnya.

Menurut rencana, seremoni Festival Pesona Bau Nyale 2021 akan disaksikan Menparekraf Sandiaga Uno dan jajaran Kemenparekraf. Sandiaga Uno dijadwalkan ikut memberikan sambutan dalam pembukaan festival, melalui video conference dari Jakarta. (*)


Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *