California Resmi Akui Idulfitri dan Iduladha sebagai Hari Libur

Bagikan

California Resmi Akui Idulfitri dan Iduladha sebagai Hari Libur
Ilustrasi umat Muslim melaksanakan salat Id. (Foto: Istimewa)

CALIFORNIA, NUSANTARA INFO: California, Amerika Serikat (AS), resmi mengakui Idulfitri dan Iduladha sebagai hari raya Islam yang mendapatkan pengakuan dalam aturan negara bagian. Kebijakan baru tersebut membuka ruang bagi pekerja dan pelajar Muslim untuk memperingati dua hari besar Islam bersama keluarga tanpa harus mengorbankan aktivitas kerja maupun pendidikan.

Gubernur California Gavin Newsom menandatangani Assembly Bill (AB) 2017 pada 10 September 2026. Aturan tersebut menjadi dasar bagi penerapan kebijakan yang berkaitan dengan kebutuhan masyarakat Muslim dalam memperingati Idulfitri dan Iduladha.

FOX40 melaporkan, aturan tersebut memungkinkan pekerja Muslim menggunakan cuti berbayar untuk memperingati kedua hari raya tersebut, sesuai ketentuan yang berlaku.

Anggota Majelis Negara Bagian California, Matt Haney, mengatakan pengakuan terhadap Idulfitri dan Iduladha mencerminkan keberagaman masyarakat di negara bagian tersebut.

“California merupakan rumah bagi salah satu komunitas muslim terbesar dan paling dinamis di negara ini, dan tradisi mereka layak diakui dan dihormati,” ujar Haney dalam keterangan resmi, dikutip Anadolu, Minggu (4/10/2026).

Pekerja Muslim Bisa Merayakan Bersama Keluarga

Haney mengatakan pengakuan terhadap dua hari raya Islam tersebut bukan hanya berkaitan dengan aspek budaya dan keagamaan. Kebijakan itu juga memberikan kesempatan kepada warga Muslim untuk menjalankan tradisi bersama keluarga tanpa harus memilih antara kewajiban pekerjaan dan perayaan keagamaan.

Idulfitri menjadi momentum penting bagi umat Islam setelah menyelesaikan ibadah puasa selama Ramadan. Sementara itu, Iduladha diperingati setiap 10 Zulhijah dan berkaitan erat dengan pelaksanaan ibadah haji serta penyembelihan hewan kurban.

Kedua hari raya tersebut umumnya diisi dengan ibadah, berkumpul bersama keluarga, serta berbagai tradisi komunitas.

Dengan adanya pengakuan melalui regulasi negara bagian, kebutuhan masyarakat Muslim untuk memperingati kedua momentum tersebut mendapatkan landasan yang lebih jelas dalam lingkungan kerja tertentu.

Sekolah Juga Dapat Berikan Kesempatan bagi Siswa Muslim

Dampak aturan AB 2017 tidak hanya menyentuh sektor pekerjaan.

Ketentuan tersebut juga berkaitan dengan lingkungan pendidikan. Lembaga pendidikan dapat memberikan kesempatan kepada siswa Muslim untuk memperingati Idulfitri dan Iduladha.

Hal ini menjadi penting karena kalender akademik di Amerika Serikat pada umumnya disusun berdasarkan hari libur nasional dan kalender pendidikan yang berlaku, sementara sejumlah hari besar keagamaan kelompok minoritas tidak selalu menjadi hari libur umum.

Dengan adanya pengakuan tersebut, sekolah memiliki dasar untuk memberikan dukungan kepada siswa yang menjalankan perayaan Idulfitri maupun Iduladha.

Kebijakan ini sekaligus menunjukkan bagaimana institusi publik dapat menyesuaikan layanan dengan keberagaman agama dan budaya masyarakat yang dilayaninya.

Baca Juga :  Vietnam Perketat Aturan tentang Minuman yang Mengandung Alkohol

Bentuk Pengakuan terhadap Keberagaman California

Ketua Komisi Jason Paguio menyebut AB 2017 sebagai bentuk pengakuan terhadap keberagaman masyarakat California.

“Dengan mengakui secara resmi Idulfitri dan Iduladha, negara bagian kami menegaskan makna budaya dari perayaan-perayaan ini sekaligus memberikan sekolah dan tempat kerja umum alat-alat praktis untuk mendukung mereka yang merayakannya,” kata Paguio.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa regulasi tidak hanya dipandang sebagai kebijakan yang berkaitan dengan hari libur keagamaan, tetapi juga sebagai bagian dari upaya pemerintah California mengakomodasi masyarakat dengan latar belakang yang beragam.

California sendiri dikenal sebagai salah satu negara bagian dengan populasi Muslim terbesar di Amerika Serikat.

Populasi Muslim California Capai Ratusan Ribu

Berdasarkan data U.S. Religion Census 2020, jumlah umat Islam di California diperkirakan mencapai sekitar 504 ribu orang.

Angka tersebut menempatkan California di posisi kedua negara bagian dengan jumlah Muslim terbesar di AS, setelah New York yang diperkirakan memiliki sekitar 724 ribu Muslim.

Komunitas Muslim California juga memiliki latar belakang yang beragam. Mereka berasal dari berbagai kawasan, antara lain Asia Selatan, Asia Tenggara, Timur Tengah, dan Afrika.

Keberagaman tersebut membuat kehidupan komunitas Muslim di California memiliki karakter yang sangat plural, baik dari sisi etnis, bahasa, maupun tradisi.

Di tengah komunitas tersebut juga terdapat warga Muslim asal Indonesia. Salah satunya adalah komunitas yang berkumpul di Masjid At-Thohir di Los Angeles.

Pengakuan Hari Raya Islam di Tengah Masyarakat Multikultural

Pengakuan Idulfitri dan Iduladha di California menjadi perkembangan penting bagi komunitas Muslim yang menjalankan kedua hari raya tersebut di tengah kehidupan masyarakat yang multikultural.

Bagi pekerja, kebijakan ini memberikan ruang untuk menjalankan perayaan keagamaan dengan lebih leluasa. Sementara bagi pelajar, dukungan dari lembaga pendidikan dapat membantu mereka menjalankan tradisi keagamaan tanpa harus mengabaikan kegiatan akademik.

Meski demikian, penerapan hak cuti dan kebijakan pendidikan tetap mengikuti ketentuan teknis yang diatur dalam regulasi serta kebijakan masing-masing institusi.

Kebijakan California ini memperlihatkan semakin besarnya perhatian terhadap kebutuhan komunitas Muslim dalam kehidupan publik. Bagi masyarakat Muslim yang tinggal di negara bagian tersebut, pengakuan terhadap Idulfitri dan Iduladha bukan sekadar penambahan dalam kalender, tetapi juga menjadi bentuk penghormatan terhadap identitas dan tradisi komunitas yang telah menjadi bagian dari masyarakat California. (*)

Bagikan pendapatmu tentang artikel di atas!

Bagikan

Pos terkait