Libur Nataru 2025/2026, 82.445 Penumpang Padati Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali

Bagikan

Libur Nataru 2025/2026, 82.445 Penumpang Padati Bandara Ngurah Rai Bali
Antrean penumpang memadati area check-in Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali, saat libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru 2025/2026). (Foto: Kemenhub)

Denpasar, Nusantara Info: Direktorat Jenderal Perhubungan Udara (Ditjen Hubud) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memastikan penyelenggaraan angkutan udara selama periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru 2025/2026), khususnya pelayanan penerbangan dari dan ke Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali, berjalan dengan baik, aman, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Kepastian tersebut disampaikan berdasarkan hasil pemantauan dan evaluasi terhadap data operasional penerbangan, pergerakan penumpang, serta kesiapan fasilitas dan personel pendukung di lapangan selama periode libur akhir tahun.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman F. Laisa menyampaikan bahwa ketersediaan kapasitas penerbangan selama Nataru tetap terjaga meski terjadi peningkatan signifikan permintaan perjalanan udara. Tercatat, pergerakan penumpang harian mencapai 82.445 orang, lebih tinggi dibandingkan periode Nataru 2024/2025 yang berjumlah 81.500 penumpang.

“Kami memastikan layanan angkutan udara selama periode Nataru, termasuk dari dan ke Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai–Bali, berjalan dengan baik, aman, dan lancar. Tingkat keterisian penumpang berada pada level tinggi dan maskapai telah merealisasikan penambahan penerbangan atau extra flight untuk mengakomodasi kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Ditjen Perhubungan Udara mencatat, selama periode 18 hingga 29 Desember 2025, telah diterbitkan 285 izin terbang atau Flight Approval (FA) untuk penerbangan tambahan dari dan ke Bandara Ngurah Rai. Dari jumlah tersebut, 267 penerbangan telah terealisasi, menunjukkan tingkat realisasi yang tinggi sekaligus mencerminkan kesiapan dan optimalisasi operasional penerbangan selama libur akhir tahun.

Dari sisi keterisian penumpang, sejumlah rute domestik utama mencatatkan load factor yang tinggi. Salah satunya rute Jakarta (CGK)–Denpasar (DPS) dengan rata-rata load factor mencapai 94 persen, terdiri atas keterisian kelas bisnis 83 persen dan kelas ekonomi 94 persen. Pada rute ini, maskapai merealisasikan 71 penerbangan tambahan untuk memenuhi lonjakan permintaan.

Tingginya tingkat keterisian tersebut menunjukkan kapasitas kursi yang disediakan maskapai telah dimanfaatkan secara optimal, sekaligus mencerminkan besarnya minat masyarakat melakukan perjalanan udara selama periode Nataru. Frekuensi penerbangan menuju Bali juga tetap terjaga, dengan jumlah penerbangan rute CGK–DPS berada pada kisaran 32 hingga 45 penerbangan per hari, menyesuaikan pola operasional selama libur panjang.

Baca Juga :  Ditjen Bina Adwil Kemendagri Monitoring dan Evaluasi Keamanan Temanggung Pasca Aksi Unjuk Rasa

Sementara itu, kinerja operasional Bandara I Gusti Ngurah Rai selama periode Nataru tercatat positif. Pergerakan pesawat harian mencapai 467 penerbangan, tumbuh 10,14 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Secara kumulatif pada periode 18–28 Desember 2025, total pergerakan pesawat mencapai 4.787 penerbangan, atau meningkat 2,93 persen secara tahunan.

Pergerakan penumpang harian tercatat sebanyak 82.445 orang, dengan total kumulatif mencapai 768.949 penumpang. Adapun realisasi extra flight kumulatif selama periode tersebut mencapai 267 penerbangan. Dari sisi ketepatan waktu, On Time Performance (OTP) kumulatif tercatat 67,48 persen, dengan load factor kumulatif sebesar 74,05 persen.

Ditjen Perhubungan Udara juga mencermati bahwa dinamika kunjungan wisatawan ke Bali turut dipengaruhi oleh kondisi cuaca, genangan air akibat curah hujan tinggi, serta penanganan sampah di sejumlah wilayah. Namun demikian, faktor-faktor tersebut dipastikan tidak berdampak terhadap aspek keselamatan dan keamanan penerbangan.

“Kami menegaskan bahwa seluruh aspek keselamatan, keamanan, dan pelayanan penerbangan tetap menjadi prioritas utama. Pengawasan operasional terus kami lakukan, termasuk melalui kegiatan ramp check dan pengawasan tarif, agar layanan angkutan udara selama Nataru berjalan aman dan lancar,” tegas Lukman.

Menutup keterangannya, Lukman memastikan kebutuhan armada udara selama periode Nataru 2025/2026 telah terpenuhi. Operasional penerbangan berjalan normal dan koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan akan terus dilakukan hingga akhir masa libur. Pemerintah, kata dia, berkomitmen memberikan layanan transportasi udara yang selamat, aman, dan nyaman bagi masyarakat. (*)

Bagikan pendapatmu tentang artikel di atas!

Bagikan

Pos terkait