Minum Air Es Bikin Gemuk? Ini Penjelasan Ahli dan Faktanya

Bagikan

Minum Air Es Bikin Gemuk? Ini Penjelasan Ahli dan Faktanya
Segelas air es. Minum air putih dalam kondisi dingin tidak secara langsung menyebabkan kenaikan berat badan karena air putih tanpa tambahan gula atau bahan berkalori tidak mengandung kalori. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, NUSANTARA INFO: Minum air putih merupakan salah satu cara penting untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi. Air dibutuhkan untuk mendukung berbagai fungsi tubuh, mulai dari membantu mengatur suhu tubuh hingga menunjang fungsi organ.

Namun, masih ada anggapan bahwa temperatur air yang diminum dapat memengaruhi berat badan. Salah satu pertanyaan yang sering muncul adalah apakah minum air es bisa menyebabkan gemuk.

Jawabannya, tidak. Air putih tanpa tambahan gula, sirup, susu, atau bahan lain tidak mengandung kalori dalam jumlah yang berarti, baik diminum dalam kondisi dingin maupun pada suhu ruang. Karena itu, air es tidak secara langsung menyebabkan penambahan lemak tubuh.

Ahli nutrisi Pooja Makhija menjelaskan bahwa tubuh memang menggunakan sejumlah energi untuk menyesuaikan temperatur air dingin yang masuk agar mendekati suhu tubuh.

“Tubuh Anda harus membakar sejumlah kalori untuk menghangatkan air ini dan menurunkannya hingga 98 derajat Fahrenheit, yang merupakan suhu tubuh. Jadi, sebenarnya tubuh meningkatkan laju metabolismenya untuk menghangatkan air agar mencapai suhu tubuh,” kata Makhija, seperti dikutip NDTV.

Meski demikian, energi yang digunakan tubuh untuk menghangatkan air tersebut relatif kecil. Artinya, minum air es tidak dapat dianggap sebagai metode signifikan untuk membakar kalori atau menurunkan berat badan.

Air Es Tidak Menambah Lemak Tubuh

Pada prinsipnya, kenaikan berat badan terjadi ketika asupan energi dalam jangka panjang lebih besar daripada energi yang digunakan tubuh.

Karena air putih tidak memberikan kalori seperti minuman berpemanis, meminumnya tidak secara langsung menambah asupan energi yang dapat disimpan tubuh sebagai lemak.

Hal yang berbeda berlaku jika air dingin yang diminum merupakan minuman dengan tambahan gula atau pemanis berkalori. Minuman seperti soda, teh manis, kopi dengan gula, minuman kemasan, maupun minuman kekinian dapat menyumbang kalori cukup besar apabila dikonsumsi secara rutin.

Karena itu, persoalan utamanya bukan pada temperatur minuman, melainkan pada kandungan kalori di dalamnya.

Air Putih Bisa Membantu Mengontrol Berat Badan

Terlepas dari suhunya, mencukupi kebutuhan cairan dapat mendukung upaya menjaga berat badan. Salah satu alasannya adalah air putih memiliki kalori yang sangat rendah dibandingkan berbagai minuman manis.

Mengganti minuman tinggi gula dengan air putih dapat membantu mengurangi asupan kalori harian. Air juga dapat diminum sebelum atau saat makan untuk membantu seseorang mengenali apakah sensasi yang dirasakan benar-benar lapar atau sebenarnya haus.

Dokter penyakit dalam sekaligus spesialis nutrisi Melina Jampolis mengatakan rasa haus terkadang dapat menyerupai rasa lapar.

“Anda mungkin dapat mengurangi nafsu makan dengan minum air jika Anda sebenarnya kekurangan air, bukan kalori,” ujar Jampolis, seperti dilansir Johns Hopkins University.

Meski demikian, air putih bukan pengganti makanan. Tubuh tetap membutuhkan energi dan zat gizi dari makanan untuk menjalankan fungsi sehari-hari.

Penting untuk Aktivitas Fisik

Asupan cairan juga berperan dalam mendukung aktivitas fisik. Tubuh kehilangan cairan ketika berolahraga melalui keringat sehingga kebutuhan cairan perlu diperhatikan, terutama saat melakukan aktivitas dalam waktu lama atau di lingkungan yang panas.

Baca Juga :  Ibu Kota RI Masih Jakarta, Lalu Bagaimana Nasib IKN?

Kekurangan cairan dapat menyebabkan tubuh terasa lemas dan mengganggu kenyamanan maupun performa ketika beraktivitas.

Jampolis menjelaskan bahwa kondisi dehidrasi dapat memengaruhi proses yang berkaitan dengan pembentukan dan pemeliharaan otot.

“Ketika sel otot mengalami dehidrasi, sel-sel tersebut memecah protein (alias otot) lebih cepat dan membangun otot lebih lambat, sehingga latihan Anda menjadi jauh kurang efektif,” katanya.

Karena itu, menjaga hidrasi menjadi bagian penting dari kebiasaan hidup aktif.

Air Membantu Proses Pembuangan Limbah

Air juga diperlukan tubuh untuk menjalankan berbagai proses fisiologis, termasuk pembentukan urine.

Asupan cairan yang cukup membantu menjaga urine tetap tersedia sehingga tubuh dapat membuang berbagai zat sisa melalui sistem urinaria. Cairan juga membantu menjaga tinja tetap lunak sehingga mendukung kelancaran buang air besar dan membantu mengurangi risiko sembelit.

Hidrasi yang baik juga penting bagi fungsi ginjal. Sebaliknya, urine yang terlalu pekat akibat kekurangan cairan dapat meningkatkan risiko terbentuknya batu ginjal pada kondisi tertentu.

Karena itu, mencukupi kebutuhan cairan bukan hanya berkaitan dengan berat badan, tetapi juga menjadi bagian penting dalam menjaga fungsi tubuh secara keseluruhan.

Benarkah Air Membantu Membakar Lemak?

Air juga berkaitan dengan proses metabolisme lemak atau lipolisis, yaitu proses ketika tubuh memecah lemak untuk digunakan sebagai sumber energi.

Jampolis mengatakan peningkatan asupan air berpotensi berkaitan dengan proses tersebut. Namun, mekanismenya masih belum sepenuhnya dipahami.

“Kami tidak yakin tentang mekanismenya, tetapi dehidrasi ringan mengurangi lipolisis, yang mungkin disebabkan oleh perubahan hormonal,” ujar Jampolis.

Artinya, minum air dalam jumlah cukup memang penting bagi fungsi tubuh, tetapi tidak tepat jika air putih, apalagi air es, dianggap sebagai solusi tunggal untuk menurunkan berat badan.

Jadi, Minum Air Es Bikin Gemuk?

Kesimpulannya, minum air es tidak menyebabkan gemuk secara langsung. Air putih tanpa tambahan bahan berkalori tidak memberikan energi yang dapat secara langsung menyebabkan penumpukan lemak.

Tubuh memang menggunakan sedikit energi untuk menyesuaikan temperatur air dingin dengan suhu tubuh. Namun, jumlah energi tersebut sangat kecil sehingga tidak dapat dijadikan strategi utama untuk menurunkan berat badan.

Jika ingin menjaga atau menurunkan berat badan, perhatian sebaiknya diarahkan pada pola makan secara keseluruhan. Pilih makanan dengan komposisi gizi seimbang, batasi minuman tinggi gula, lakukan aktivitas fisik secara rutin, dan pastikan tubuh mendapatkan waktu tidur yang cukup.

Dengan demikian, tidak perlu khawatir minum air es akan membuat berat badan bertambah. Yang lebih penting adalah apa yang terkandung dalam minuman tersebut dan bagaimana pola makan serta gaya hidup secara keseluruhan. (*)

Bagikan pendapatmu tentang artikel di atas!

Bagikan

Pos terkait