
JAKARTA, NUSANTARA INFO: Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengumumkan akan ada penyesuaian tarif layanan Transjakarta dan Transjabodetabek mulai 1 Januari 2027. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan sosialisasi mengenai perubahan tarif tersebut hingga memasuki awal tahun depan.
Pramono menyampaikan rencana penyesuaian tarif itu saat ditemui di Jakarta Utara, Selasa (29/9/2026). Menurut dia, perubahan tarif diperlukan setelah tarif transportasi publik Jakarta disebut tidak mengalami penyesuaian selama sekitar 20 tahun.
“Dengan jujur saya harus mengatakan, 1 Januari juga akan ada beberapa penyesuaian tarif harga untuk Transjakarta maupun Transjabodetabek,” ujar Pramono.
Ia mengatakan tarif transportasi di Jakarta selama ini masih relatif rendah jika dibandingkan dengan tarif transportasi di wilayah penyangga dan kawasan megapolitan Jakarta.
“Jakarta ini dibandingkan dengan semua daerah yang ada di penyangga, di megapolitan Jakarta, tarifnya paling murah. Tarifnya paling murah. Bahkan sudah 20 tahun tidak pernah ada penyesuaian tarif,” katanya.
21 Golongan Tetap Dapat Transportasi Gratis
Pramono memastikan penyesuaian tarif tidak akan berlaku sama bagi seluruh masyarakat. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta justru akan memperluas perlindungan melalui skema transportasi gratis bagi 21 golongan masyarakat.
“Pada saatnya 1 Januari ada penyesuaian tarif, tetapi yang jelas kepada 21 golongan masyarakat yang perlu mendapatkan perlindungan akan kami berikan tarif gratis kepada mereka,” ungkapnya.
Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemprov DKI Jakarta menjaga akses transportasi publik bagi kelompok masyarakat yang dinilai perlu mendapatkan perlindungan.
Pramono menegaskan, penyesuaian tarif bukan berarti pemerintah daerah menghentikan subsidi transportasi. Menurut dia, subsidi tetap diberikan, tetapi besaran subsidi bagi masyarakat yang mampu akan dikurangi.
“Yang mampu naik transportasi Jakarta sudah disubsidi oleh Pemerintah Jakarta karena tarifnya termasuk yang paling murah. Hanya memang bagi masyarakat yang mampu subsidinya kita kurangi, subsidinya kita kurangi,” kata Pramono.
Dengan demikian, skema subsidi akan diarahkan secara lebih selektif, sementara kelompok masyarakat yang masuk dalam 21 golongan penerima transportasi gratis tetap mendapatkan fasilitas tersebut.
Tarif Transjabodetabek Blok M-Soekarno-Hatta Jadi Rp15.000
Pramono memberikan salah satu gambaran tarif yang akan disesuaikan, yakni layanan Transjabodetabek rute Blok M-Soekarno-Hatta.
Ia menyebut tarif perjalanan pada rute tersebut akan menjadi Rp15.000. Menurut Pramono, tarif itu masih lebih murah dibandingkan pilihan transportasi lainnya untuk perjalanan dengan rute serupa.
Namun, Pramono belum memerinci besaran penyesuaian tarif untuk seluruh layanan Transjakarta maupun Transjabodetabek.
Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Budi Awaluddin juga belum memberikan keterangan mengenai rincian tarif baru tersebut. Ia meminta masyarakat menunggu pengumuman resmi dari Gubernur DKI Jakarta.
“Ya, nanti tunggu pemberitahuan dari Pak Gubernur,” ujar Budi saat ditemui wartawan, Selasa (29/9/2026).
Sosialisasi Dilakukan hingga Januari 2027
Pramono mengatakan Pemprov DKI Jakarta masih memiliki waktu untuk melakukan sosialisasi sebelum kebijakan tarif baru mulai berlaku.
Sosialisasi dinilai penting agar masyarakat mengetahui perubahan tarif sekaligus memahami kelompok yang tetap memperoleh layanan transportasi gratis.
Dengan rencana tersebut, perubahan tarif Transjakarta dan Transjabodetabek akan mulai berlaku pada 1 Januari 2027. Di sisi lain, Pemprov DKI Jakarta akan mempertahankan fasilitas gratis bagi 21 golongan masyarakat yang masuk dalam skema perlindungan.
Adapun rincian tarif baru untuk seluruh rute masih menunggu pemberitahuan lebih lanjut dari Pemprov DKI Jakarta. Pernyataan Pramono mengenai tarif Rp15.000 sejauh ini baru menjadi contoh untuk layanan Transjabodetabek rute Blok M-Soekarno-Hatta. (*)






