Shadow

Festival Kuliner Nusantara Berlangsung Di Sepuluh Provinsi, Episode Perdana Tentang Seruit Lampung

Bagikan

Festival Kuliner Nusantara Berlangsung Di Sepuluh Provinsi, Episode Perdana Tentang Seruit Lampung
Festival Kuliner Nusantara
Foto: Istimewa

Jakarta (22/2/2021): Lembaga Kebangsaan Ikatan Alumni Universitas Indonesia (ILUNI UI) menginisiasi Festival Kuliner Nusantara di sepuluh provinsi dengan tujuannya untuk mengenalkan kuliner legenda lewat gelar wicara virtual.

Ketua ILUNI UI Pusat Andre Rahadian mengatakan bahwa tujuan penyelenggaraan acara ini untuk mengenalkan ragam kuliner khas Nusantara.

“Pendekatan ini bertujuan paling tidak kita mengenalkan kuliner Nusantara yang dimulai pertama kali untuk program ini di Lampung. Kedua ini juga akan membangkitkan ekonomi kreatif dan UMKM terutama kuliner,” kata Andre Rahadian.

Festival Kuliner Nusantara Berlangsung Di Sepuluh Provinsi, Episode Perdana Tentang Seruit Lampung
Seruit
Foto: Istimewa

Berkolaborasi dengan ILUNI UI Wilayah Lampung, diselenggarakan Festival Kuliner Nusantara Lampung akhir pekan lalu (20/2/2021). Acara ini menjadi episode perdana dari rangkaian yang akan diselenggarakan di 10 Provinsi di Indonesia. Dalam Festival Kuliner Nusantara Lampung ini dikenalkan makanan khas seruit dan gulai taboh yang cukup legendaris bagi masyarakat Lampung.

Seruit merupakan kuliner olahan ikan yang dimasak dengan cara dipepes ataupun dipupul (dibakar). Seruit banyak dibuat oleh masyarakat Lampung papadun (Lampung kota), sehingga kerap kali menggunakan ikan sungai sebagai bahan dasarnya.

Sedangkan gulai taboh dibuat menggunakan ikan laut dan dari ikan sungai. Gulai taboh mirip dengan sayur lodeh, yang membedakan adalah penggunaan ikan dan bahan rempah-rempah dengan cita rasa khas Lampung. Keunikan gulai taboh terletak pada proses pengasapan pada saat memasak.

Festival Kuliner Nusantara Berlangsung Di Sepuluh Provinsi, Episode Perdana Tentang Seruit Lampung
Gulai Taboh
Foto: Istimewa

Kenterian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mendukung penyelenggaraan Festival Kuliner Nusantara Lampung tersebut. Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kemenparekraf Wisnu Bawa Tarunajaya berharap penyelenggaraan festival kuliner tak hanya dapat menjadi ajang bertukar pikiran, melainkan juga mendorong minat generasi muda mengembangkan kuliner Nusantara.

“Kegiatan festival kuliner Nusantara Lampung diharapkan jadi wahana bagi akademisi, praktisi, pelaku industri, dan masyarakat untuk dapat bertukar pikiran dan informasi untuk membangun kreativitas, dan inivasi kuliner berbasis bio diverisity,” kata Wisnu Bawa Tarunajaya dalam jumpa pers virtual, Sabtu (20/2/2021) lalu.

Baca Juga :  Jadah Tempe, Makanan Tradisional Favorit Sultan

Wisnu Bawa Tarunajaya mengatakan bahwa industri kuliner menjadi salah satu penyumbang besar bagi devisa negara dari sektor ekonomi kreatif. “Dari 17 sub sektor, tiga di antaranya jadi penyumbang terbesar, kuliner, fesyen, dan kriya. Ketiga ini jadi produk unggulan di sub sektor Kemenparekraf,” ujar Wisnu Bawa Tarunajaya. “Pertumbuhan industri kuliner di Indonesia cukup stabil dalam beberapa tahun terakhir. Bahkan sektor ini menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar hingga 8,8 juta orang dan sampai sekarang terdapat 5,5 juta pelaku industri kuliner”. (*)


Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *