
Banda Aceh, Nusantara Info: Kepala Satuan Tugas Wilayah (Kasatgaswil) Aceh, Safrizal ZA, menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Program Padat Karya Tunai di Provinsi Aceh yang melibatkan sekitar 20 ribu warga setempat, khususnya masyarakat di sekitar lokasi terdampak banjir dan longsor.
Program ini difokuskan pada kegiatan pembersihan dan pemulihan wilayah pascabencana, sekaligus menjadi instrumen pemulihan ekonomi masyarakat yang terdampak.
“Melalui kegiatan Padat Karya Tunai yang dibayar per hari ini, warga terdampak banjir dan longsor memperoleh penghasilan, sementara lingkungannya menjadi bersih. Ini solusi ganda: mempercepat pemulihan pascabencana sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat,” ujar Safrizal dalam keterangan pers di Banda Aceh.
Safrizal menjelaskan, Program Padat Karya Tunai berada di bawah koordinasi Kementerian Pekerjaan Umum (PU), mulai dari aspek administrasi hingga teknis pelaksanaan di lapangan. Program ini bukan hal baru bagi Aceh. Pasca tsunami 2004, pendekatan serupa telah diterapkan melalui skema cash for work yang melibatkan korban bencana untuk membersihkan lumpur dan puing tsunami.
“Alhamdulillah, Padat Karya Tunai saat ini dilaksanakan di belasan wilayah terdampak banjir dan longsor di Aceh. Saya mengajak seluruh peserta bekerja secara serius agar hasilnya benar-benar dirasakan masyarakat,” katanya.
Serap Lebih dari 20 Ribu Tenaga Kerja
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kementerian Pekerjaan Umum, Wida Nurfaida, mengungkapkan bahwa pada tahun anggaran 2026, Program Padat Karya Tunai di Provinsi Aceh akan menyerap 20.394 tenaga kerja.
Rinciannya meliputi sektor Sumber Daya Air sebanyak 18.345 jiwa, Bina Marga sebanyak 451 jiwa, dan Cipta Karya sebanyak 1.598 jiwa.
“Saat ini, kegiatan Padat Karya Tunai yang sedang berjalan adalah pemeliharaan rutin jalan dan jembatan di Kabupaten Aceh Tamiang,” ujar Wida, Senin (9/2/2026), di Banda Aceh.
Wida menambahkan, pendaftaran peserta Padat Karya Tunai untuk penanganan infrastruktur Cipta Karya pascabencana Sumatera telah dibuka sejak 4 Februari 2026. Lokasi pendaftaran tersebar di sejumlah kabupaten dan kota, antara lain Aceh Tamiang, Kota Langsa, Aceh Timur, Aceh Utara, Bireuen, Pidie Jaya, Bener Meriah, Aceh Tengah, Gayo Lues, Aceh Tenggara, dan Aceh Selatan.
Adapun persyaratan pendaftaran mengutamakan warga setempat, berjenis kelamin pria, sehat jasmani dan rohani, serta melampirkan KTP/KK atau Surat Keterangan Domisili dari aparatur desa setempat seperti Keuchik, Reje, atau Datuk.
Dorong Percepatan Rehab dan Rekon
Safrizal ZA menegaskan, Satgaswil PRR Aceh mengapresiasi pelaksanaan Program Padat Karya Tunai oleh Kementerian PU karena dinilai sebagai langkah konkret dalam mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Aceh.
“Program ini diarahkan untuk pembersihan dan fungsionalisasi jalan lingkungan, pembersihan drainase, penanganan persampahan dan limbah, serta pekerjaan penyediaan air bersih. Dampaknya langsung dirasakan masyarakat,” pungkas Safrizal.
Program Padat Karya Tunai diharapkan tidak hanya mempercepat pemulihan wilayah terdampak bencana, tetapi juga memperkuat ketahanan sosial dan ekonomi masyarakat Aceh secara berkelanjutan. (*)






