Shadow

Direktorat Jenderal Perkeretaapian Laksanakan Program Padat Karya di Jawa Barat

Bagikan

Banjar (14/9/2020): Direktorat Jenderal Perkeretaapian menggelar program padat karya di berbagai wilayah kerja Balai Teknik Perkeretaapian yang tersebar di Pulau Jawa, Sumatera dan Sulawesi guna meningkatkan produktifitas dan membantu perekonomian masyarakat, terutama yang terdampak Covid-19.

Salah satu kegiatan yang dilakukan adalah program padat karya di wilayah kerja Balai Teknik Perkeretaapian Wilayah Jawa Barat yang dilaksanakan pada proyek peningkatan jalur kereta api jalur lintas Bandung-Banjar dari Cirahayu sampai Kota Banjar sepanjang 52 Km termasuk emplasemen.

Direktur Prasarana Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Heru Wisnu Wibowo mengemukakan, bahwa padat karya ini merupakan program Pemerintah untuk membantu masyarakat di sekitar lokasi proyek agar bisa berkontribusi dalam pembangunan perkerataapian. Selain itu, masyarakat juga bisa mendapatkan upah selama pekerjaan berlangsung.

Padat Karya-Nusantara Info
Foto : Istimewa

“Sebetulnya program dari Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan ini kurang lebih ada Rp 50 miliar yang dialokasikan pada tahun ini. Sekarang kurang lebih Rp28 miliar yang sudah direalisasikan. Sudah lebih dari 50 persen. Kemudian konsep Padat Karya yang ada di Kemenhub ini konsepnya agak berbeda, jadi padat karya ini melekat di pekerjaan-pekerjaan konstruksi, seperti perbaikan rel kereta api di jalur ini,” ungkap Heru

Lebih lanjut Heru menjelaskan, tujuan kegiatan padat karya ini adalah untuk melibatkan masyarakat di sekitar kegiatan proyek agar lebih mengetahui pembangunan yang sedang dilakukan dan diharapkan nantinya ada rasa memiliki dan bisa saling menjaga hasil pembangunan tersebut, disamping tentunya ada upah atau pendapatan yang diterima secara langsung.

Sementara itu, Kepala Balai Teknik Perkeretaapian wilayah Jawa Barat Erni Basri mengatakan, program padat karya yang ada di Wilayah Balai Teknik Perkeretaapian wilayah Jawa Barat melibatkan masyarakat di 21 Desa yang tersebar dari wilayah Tasikmalaya, Ciamis hingga Banjar.

Baca Juga :  Menhub Ajak Insan Muda Transportasi Jadi Pelopor Gerakan Sadar Keselamatan Berlalu Lintas

“Dalam program padat karya kali ini tercatat pekerja dari Kota Tasikmalaya 57 orang, dari Kabupaten Ciamis 59 orang, dan dari Kota Banjar 21 orang. Masyarakat tiga wilayah itu direkrut untuk mengerjakan kegiatan yang masuk dalam kriteria padat karya untuk mendapatkan penghasilan,” ujarnya. (*)


Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *