
JAKARTA, NUSANTARA INFO: Delegasi Indonesia meninggalkan ruang Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Amerika Serikat, ketika Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mulai menyampaikan pidatonya, Jumat (25/9/2026) dini hari waktu Indonesia. Aksi tersebut menjadi bagian dari aksi walk out sejumlah delegasi saat Netanyahu naik ke mimbar.
Dalam video yang dirilis Perwakilan Tetap Republik Indonesia (PTRI) di New York melalui Kementerian Luar Negeri, terlihat delegasi Indonesia berdiri dari tempat duduk, mengambil barang bawaan, kemudian meninggalkan ruangan. Bangku delegasi Indonesia selanjutnya tampak kosong ketika Netanyahu mulai berpidato.
Aksi walk out tersebut berlangsung di tengah perhatian internasional terhadap kebijakan dan operasi militer Israel di Gaza serta perkembangan konflik Israel-Palestina.
Menurut laporan Ynetnews yang mengutip pendataan pihak Israel, sebanyak 77 negara disebut tidak berada di dalam ruang sidang ketika Netanyahu menyampaikan pidatonya selama sekitar 41 menit. Namun, angka tersebut merupakan pendataan dari pihak Israel dan perlu dibedakan antara negara yang melakukan walk out ketika Netanyahu berbicara dengan negara yang memang tidak hadir sejak awal.
Sejumlah Negara Tinggalkan Ruang Sidang
Berdasarkan informasi yang dikutip dari pihak Israel, sejumlah delegasi meninggalkan ruangan ketika Netanyahu mulai berbicara. Beberapa negara lainnya disebut memilih tidak berada di ruang sidang sejak sebelum Netanyahu naik ke mimbar.
Empat negara yang berbatasan langsung dengan Israel, yakni Mesir, Yordania, Lebanon, dan Suriah, termasuk negara yang disebut tidak hadir dalam pidato tersebut. Arab Saudi, Turki, dan Iran juga tercantum dalam daftar yang dikutip.
Yordania dan Mesir, misalnya, disebut tidak berada di ruang sidang sejak sebelum Netanyahu menyampaikan pidato. Sementara itu, sejumlah delegasi lainnya dilaporkan keluar ketika perdana menteri Israel tersebut mulai berbicara.
Perbedaan waktu keluarnya delegasi menjadi penting karena tidak seluruh negara dalam daftar tersebut dapat secara otomatis dikategorikan melakukan walk out pada saat Netanyahu berpidato.
Di sisi lain, delegasi Bahrain dan Uni Emirat Arab (UEA) tetap berada di tempat dan mengikuti pidato Netanyahu. Kedua negara tersebut merupakan bagian dari negara Arab yang menjalin hubungan diplomatik dengan Israel melalui Abraham Accords.
Indonesia Tinggalkan Ruang Sidang
Indonesia menjadi salah satu negara yang terlihat meninggalkan ruangan ketika Netanyahu tiba di mimbar.
Video yang dipublikasikan PTRI New York memperlihatkan sejumlah anggota delegasi Indonesia bangkit dari tempat duduk dan keluar dari ruang sidang. Tidak lama kemudian, area tempat delegasi Indonesia sebelumnya duduk terlihat kosong.
Indonesia selama ini secara resmi menyatakan dukungan terhadap kemerdekaan Palestina dan solusi dua negara. Pemerintah Indonesia juga secara konsisten menyerukan penghentian kekerasan serta penyelesaian konflik Israel-Palestina melalui mekanisme internasional.
Dalam konteks Sidang Umum PBB, aksi meninggalkan ruang sidang menjadi bentuk sikap diplomatik yang terlihat secara langsung, meskipun alasan spesifik setiap delegasi untuk tidak mengikuti pidato dapat berbeda dan tidak seluruhnya diumumkan secara terpisah.
Daftar Negara yang Disebut Tidak Hadir
Ynetnews, berdasarkan pendataan pihak Israel, menyebut terdapat 77 negara yang tidak berada di dalam ruang sidang ketika Netanyahu menyampaikan pidatonya. Daftar yang dikutip tersebut mencakup negara dari berbagai kawasan, termasuk Asia, Afrika, Eropa, Timur Tengah, Amerika Latin, dan Karibia.
Negara-negara yang disebut dalam daftar tersebut antara lain Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam, Pakistan, Bangladesh, Iran, Irak, Kuwait, Qatar, Arab Saudi, Turki, Yordania, Lebanon, Suriah, Mesir, Palestina, Afrika Selatan, Brasil, Chile, Spanyol, Irlandia, dan sejumlah negara lainnya.
Berikut daftar negara yang disebut oleh sumber tersebut:
Suriname, Tuvalu, Turkmenistan, Yaman, Mesir, Panama, Senegal, Palestina, Sudan, Tunisia, Turki, Venezuela, Antigua dan Barbuda, Belize, Kongo, Oman, Qatar, Arab Saudi, Tonga, Uzbekistan, Angola, Barbados, Kolombia, Komoro, Dominika, Djibouti, Makedonia Utara, San Marino, Afrika Selatan, Somalia, Aljazair, Bangladesh, Brunei Darussalam, Brasil, Chile, Republik Demokratik Kongo (DRC), Lebanon, Liberia, Eritrea, Republik Afrika Tengah, Libya, Mauritania, Yordania, Nikaragua, Madagaskar, Nigeria, Peru, Saint Lucia, Slovenia, Afganistan, Bahama, Bosnia dan Herzegovina, Botswana, Korea Utara, Eswatini, Suriah, Uganda, Pakistan, Lesotho, Bolivia, Spanyol, Kuba, Guinea Khatulistiwa, Iran, Kirgistan, Irak, Mozambik, Myanmar, Irlandia, Maladewa, Indonesia, Kuwait, Namibia, Malaysia, Guyana, dan Kenya.
Netanyahu Tetap Sampaikan Pidato
Meskipun sejumlah delegasi meninggalkan ruang sidang, Netanyahu tetap menyampaikan pidatonya di hadapan delegasi yang berada di ruangan.
Aksi tersebut memperlihatkan kuatnya perbedaan sikap politik di antara negara-negara anggota PBB terkait konflik Israel-Palestina. Kehadiran maupun ketidakhadiran delegasi dalam pidato seorang pemimpin negara merupakan bagian dari dinamika diplomasi internasional yang dapat menjadi simbol posisi politik, tetapi tidak dengan sendirinya menjelaskan keseluruhan kebijakan luar negeri masing-masing negara.
Bagi Indonesia, keberadaan delegasi di forum PBB juga menjadi bagian dari diplomasi multilateral. Sikap pemerintah terhadap isu Palestina selama ini disampaikan melalui berbagai forum internasional, termasuk PBB.
Peristiwa walk out tersebut berlangsung pada saat perhatian dunia masih tertuju pada perkembangan konflik di Timur Tengah dan posisi negara-negara anggota PBB terhadap isu Palestina. Sidang Umum PBB menjadi salah satu forum utama bagi negara anggota untuk menyampaikan sikap resmi sekaligus merespons perkembangan geopolitik yang tengah berlangsung. (*)






