Jangan Kebanyakan, Ini Takaran Pasta Gigi yang Tepat untuk Anak dan Orang Dewasa

Bagikan

Jangan Kebanyakan, Ini Takaran Pasta Gigi yang Tepat untuk Anak dan Orang Dewasa
Ilustrasi penggunaan pasta gigi saat menyikat gigi. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, NUSANTARA INFO: Apakah Anda termasuk orang yang selalu mengeluarkan pasta gigi hingga memenuhi seluruh permukaan sikat? Jika iya, kebiasaan tersebut ternyata tidak diperlukan. Jumlah pasta gigi yang dibutuhkan untuk menyikat gigi justru perlu disesuaikan dengan usia.

Menyikat gigi dua kali sehari merupakan bagian penting dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut. Namun, penggunaan pasta gigi dalam jumlah banyak seperti yang kerap terlihat dalam iklan bukan berarti membuat gigi semakin bersih.

American Dental Association (ADA) merekomendasikan menyikat gigi setidaknya selama dua menit dengan pasta gigi berfluorida. Untuk orang dewasa, jumlah pasta gigi yang digunakan cukup sekitar sebesar kacang polong.

Artinya, pasta gigi tidak perlu dioleskan memanjang hingga menutupi seluruh permukaan bulu sikat.

Mengapa Pasta Gigi Tidak Perlu Banyak?

Pasta gigi memang membantu proses menyikat gigi, terutama karena kandungan fluorida pada sebagian besar produk pasta gigi yang berfungsi membantu memperkuat email gigi dan mencegah kerusakan gigi.

Namun, semakin banyak pasta gigi yang digunakan tidak otomatis membuat proses pembersihan gigi semakin efektif.

Melansir Health, pasta gigi pada dasarnya bukan satu-satunya faktor yang menentukan kebersihan gigi. Teknik menyikat, durasi menyikat, serta konsistensi menjaga kebersihan gigi juga menjadi bagian penting dari perawatan gigi dan mulut.

Penggunaan pasta gigi dalam jumlah berlebihan bahkan dapat memberikan sensasi seolah-olah gigi sudah sangat bersih sebelum proses menyikat dilakukan secara optimal.

Peneliti gigi Fridus van der Weijden menjelaskan bahwa sensasi tersebut berkaitan dengan kandungan surfaktan dalam pasta gigi.

“Pasta gigi mengandung surfaktan (sejenis detergen)… yang membuat gigi terasa halus, sehingga Anda mendapatkan sensasi seolah-olah gigi sudah bersih seketika, padahal mungkin Anda belum membersihkannya dengan baik,” kata Fridus, dikutip dari Today.

Dengan kata lain, rasa dan sensasi bersih setelah menyikat gigi tidak selalu menunjukkan bahwa seluruh permukaan gigi telah dibersihkan secara optimal.

Takaran Pasta Gigi untuk Orang Dewasa

Bagi orang dewasa, jumlah pasta gigi yang dianjurkan relatif sedikit. ADA merekomendasikan penggunaan pasta gigi berfluorida sebanyak seukuran kacang polong saat menyikat gigi.

Pasta gigi kemudian digunakan untuk menyikat seluruh permukaan gigi selama setidaknya dua menit.

Yang lebih penting bukan seberapa banyak pasta gigi yang memenuhi sikat, melainkan bagaimana teknik menyikat dilakukan. Permukaan luar, dalam dan bagian pengunyahan gigi perlu dibersihkan secara menyeluruh.

Penggunaan dalam jumlah secukupnya juga membuat satu kemasan pasta gigi dapat bertahan lebih lama. Jadi, jika selama ini satu tube pasta gigi berukuran besar cepat habis meski jumlah anggota keluarga tidak banyak, bisa jadi salah satu penyebabnya adalah penggunaan pasta gigi yang berlebihan.

Anak-anak Butuh Takaran Lebih Sedikit

Berbeda dengan orang dewasa, penggunaan pasta gigi pada anak perlu lebih diperhatikan karena ada risiko pasta gigi tertelan, terutama pada anak yang belum mampu berkumur dan meludah dengan baik.

Baca Juga :  5 Cara Minum Kopi yang Tepat Agar Turunkan Berat Badan Secara Maksimal

Untuk anak, jumlah pasta gigi yang digunakan cukup olesan tipis atau sebesar butir beras, terutama pada anak usia sangat dini. Setelah anak sudah lebih besar dan mampu meludah dengan baik, takaran dapat disesuaikan sesuai rekomendasi dokter gigi atau pedoman kesehatan gigi anak.

Perhatian terhadap jumlah pasta gigi berfluorida penting karena anak-anak cenderung lebih mudah menelan pasta gigi saat menyikat gigi.

Paparan fluorida dalam jumlah berlebihan ketika gigi permanen masih berkembang dapat menyebabkan fluorosis gigi. Kondisi tersebut dapat ditandai dengan perubahan tampilan enamel, mulai dari garis atau bercak putih hingga perubahan warna yang lebih jelas pada kasus tertentu.

Karena itu, orang tua sebaiknya tidak membiarkan anak menentukan sendiri jumlah pasta gigi yang digunakan.

Bukan Berarti Fluorida Harus Dihindari

Adanya risiko fluorosis bukan berarti pasta gigi berfluorida harus dihindari pada anak.

Fluorida justru merupakan salah satu komponen penting dalam pencegahan karies gigi. Yang perlu diperhatikan adalah jumlah penggunaannya serta memastikan anak tidak menelan pasta gigi.

Orang tua dapat membantu dengan memberikan pasta gigi dalam jumlah yang sesuai dan mendampingi anak ketika menyikat gigi, terutama pada usia ketika kemampuan berkumur dan meludah belum berkembang sempurna.

Kebiasaan tersebut juga membantu anak belajar menyikat gigi dengan teknik yang benar, bukan sekadar membuat mulut terasa penuh busa.

Menyikat Gigi Dua Kali Sehari Tetap Penting

Mengurangi jumlah pasta gigi bukan berarti mengurangi frekuensi menyikat gigi.

Menjaga kebersihan gigi tetap membutuhkan kebiasaan menyikat gigi secara rutin, terutama dua kali sehari, dengan waktu yang tepat dan teknik yang benar.

Menyikat gigi sebelum tidur menjadi penting karena sisa makanan dan plak yang tertinggal sepanjang malam dapat meningkatkan risiko masalah gigi dan gusi.

Sementara menyikat gigi pada pagi hari membantu membersihkan plak dan sisa makanan yang menumpuk setelah aktivitas makan.

Durasi menyikat juga perlu diperhatikan. Orang dewasa dianjurkan menyikat gigi sekitar dua menit sehingga seluruh permukaan gigi mendapat perhatian yang cukup.

Jadi, Berapa Banyak Pasta Gigi yang Dibutuhkan?

Secara sederhana, takaran pasta gigi tidak perlu mengikuti gambaran dalam iklan yang menunjukkan pasta gigi memenuhi seluruh permukaan sikat.

Untuk orang dewasa, gunakan pasta gigi berfluorida sekitar seukuran kacang polong.

Untuk anak kecil, gunakan pasta gigi dalam jumlah sangat sedikit, sekitar seukuran butir beras atau olesan tipis, sesuai usia dan kemampuan anak meludah.

Yang tidak kalah penting, sikat gigi secara menyeluruh dan teratur. Jumlah pasta gigi yang lebih banyak tidak menggantikan teknik menyikat yang benar.

Jadi, jika pasta gigi di rumah terasa cepat habis, mungkin sudah waktunya mengubah kebiasaan. Tidak perlu membuat pasta gigi memenuhi seluruh permukaan sikat. Sedikit bukan berarti tidak efektif, selama digunakan dengan cara yang tepat. (*)

Bagikan pendapatmu tentang artikel di atas!

Bagikan

Pos terkait