Sejarah Baru Dimulai, Kereta Api Pertama di Papua Segera Dibangun

Bagikan

 

Kereta api melintas di jalur rel di tengah kawasan perbukitan. Pemerintah mulai menyiapkan rencana pembangunan kereta api di Papua sebagai bagian dari upaya memperkuat konektivitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi wilayah. (Foto: Istimewa)

Jakarta, Nusantara Info: Gagasan besar menghadirkan kereta api di Tanah Papua yang sempat dianggap utopis kini mulai menemukan bentuk nyata. Visi tersebut kembali menguat setelah Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memberi sinyal dukungan terhadap pengembangan jalur kereta api di luar Pulau Jawa, dengan Papua disebut sebagai salah satu prioritas.

Juru Bicara Gubernur Papua, M. Rifai Darus, mengungkapkan bahwa ide pembangunan infrastruktur modern seperti jalan tol dan kereta api telah lama menjadi bagian dari visi Gubernur Papua Matius D. Fakhiri (MDF). Menurutnya, gagasan itu bukan sekadar mimpi, melainkan kelanjutan dari pemikiran para pemimpin Papua sebelumnya.

“Banyak yang menganggap ini mimpi besar yang sulit direalisasikan. Namun, dalam perjalanan waktu, mimpi itu perlahan menemukan jalannya,” ujar Rifai dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (16/4/2026).

Ia menegaskan bahwa pembangunan konektivitas di Papua merupakan bagian dari upaya panjang untuk membuka keterisolasian wilayah. Sejak era Gubernur Barnabas Suebu, gagasan kereta api sudah mulai diperkenalkan sebagai bagian dari strategi pembangunan jangka panjang. Sementara itu, almarhum Lukas Enembe dinilai berhasil meletakkan fondasi penting melalui pembangunan Jalan Lintas Papua yang kini menjadi tulang punggung konektivitas darat.

Dalam konteks tersebut, langkah Gubernur MDF dipandang sebagai kelanjutan dari visi besar para pendahulu, yang disesuaikan dengan kebutuhan zaman dan perkembangan teknologi.

“Seorang pemimpin boleh bermimpi besar, tetapi tugas utamanya adalah memastikan mimpi itu menjadi kenyataan yang bisa dirasakan rakyat,” kata Rifai.

Momentum percepatan proyek ini menguat pada awal 2026, ketika Presiden Prabowo Subianto dalam pertemuan dengan Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI), Bobby Rasyidin, menyinggung pentingnya pembangunan jalur kereta api sebagai penanda lahirnya peradaban baru.

Baca Juga :  Jajal Kereta Cepat, Menhub: Uji Coba Terus Dilakukan Hingga Dinyatakan Siap Beroperasi

“Dalam sejarah dunia, kehadiran kereta api sering menjadi tanda lahirnya sebuah peradaban baru,” ungkap Presiden Prabowo dalam pertemuan tersebut.

Ketika ditanya mengenai wilayah potensial di luar Jawa, Dirut KAI secara spontan menyebut Papua, dengan Jayapura sebagai titik awal pengembangan.

Menindaklanjuti arahan tersebut, Pemerintah Provinsi Papua bersama PT KAI menggelar pertemuan pada 14 April 2026 di Jakarta. Pertemuan itu menghasilkan kesepakatan untuk memulai proses perencanaan sesuai regulasi, dengan rute awal yang diusulkan menghubungkan Sentani dan Kota Jayapura.

Jika terealisasi, jalur ini diyakini akan membawa dampak signifikan, tidak hanya sebagai sarana transportasi baru, tetapi juga sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi. Konektivitas yang lebih baik diharapkan dapat mempercepat mobilitas masyarakat, distribusi barang, serta membuka akses wilayah-wilayah yang selama ini terisolasi.

Selain itu, kehadiran kereta api dinilai akan menjadi simbol transformasi pembangunan di Papua, sekaligus memperkuat integrasi wilayah dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Pemerintah daerah pun menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto atas perhatian terhadap pembangunan Papua, serta kepada PT KAI yang merespons cepat gagasan tersebut.

“Ini bukan sekadar proyek infrastruktur, tetapi langkah awal menuju perubahan besar bagi Papua,” ujar Rifai.

Dengan dimulainya tahap perencanaan, publik kini menanti realisasi konkret dari proyek ambisius ini. Jika berjalan sesuai rencana, Papua akan memasuki babak baru pembangunan—dari mimpi panjang menuju peradaban modern yang lebih terbuka dan terhubung. (*)

Bagikan pendapatmu tentang artikel di atas!

Bagikan

Pos terkait