Usai Insiden Yahukimo, AMA Hentikan Seluruh Penerbangan Perintis Wamena–Dekai

Bagikan

Usai Insiden Yahukimo, AMA Hentikan Seluruh Penerbangan Perintis Wamena–Dekai
Insiden pembakaran pesawat AMA di di Lapangan Terbang Balinggama, Kabupaten Yahukimo. (Foto: Istimewa)

Wamena, Nusantara Info: Maskapai Associated Mission Aviation (AMA) resmi menghentikan seluruh operasional penerbangan subsidi angkutan udara perintis penumpang pada rute Wamena, Kabupaten Jayawijaya, menuju Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan. Penghentian layanan dilakukan menyusul insiden pembakaran pesawat serta tewasnya pilot berkewarganegaraan Amerika Serikat, Nicholas F. Goselin, di Lapangan Terbang Balinggama, Kabupaten Yahukimo.

Keputusan penghentian operasional tersebut disampaikan AMA melalui surat bernomor 0676/2026.01.03 tertanggal 2 Juli 2026, yang telah diterima oleh Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas I Wamena.

Kepala UPBU Kelas I Wamena, Fitrajaya Siwu, membenarkan pihaknya telah menerima pemberitahuan resmi dari maskapai terkait penghentian seluruh layanan penerbangan perintis yang selama ini melayani masyarakat di sejumlah wilayah pedalaman Papua.

“Penghentian operasional ini dilakukan untuk seluruhnya sampai dengan batas waktu yang belum dapat ditentukan,” ujar Fitrajaya.

Menurutnya, keputusan tersebut sepenuhnya merupakan kebijakan internal perusahaan yang didasarkan pada pertimbangan keselamatan penerbangan, keamanan awak pesawat, personel pendukung, serta kelangsungan operasional maskapai.

Imbas Langsung Insiden Balinggama

Fitrajaya menjelaskan penghentian operasional AMA merupakan dampak langsung dari insiden yang terjadi di Lapangan Terbang Balinggama, Kabupaten Yahukimo, yang mengakibatkan pesawat milik AMA dibakar dan pilot Nicholas F. Goselin meninggal dunia.

Peristiwa tersebut menjadi salah satu insiden keamanan paling serius yang menimpa layanan penerbangan perintis di Papua dalam beberapa tahun terakhir. Kondisi tersebut membuat perusahaan memutuskan menghentikan seluruh aktivitas penerbangan hingga situasi dinilai kembali aman.

“Kami belum tahu pasti kapan AMA akan kembali beroperasi lagi. Tentunya itu menjadi keputusan dari perusahaan,” kata Fitrajaya.

Ia menambahkan, apabila nantinya operasional kembali dibuka, pihak AMA akan menyampaikan pemberitahuan resmi kepada UPBU Kelas I Wamena sebagai otoritas bandara.

Baca Juga :  Gratis Ongkir Tetap Aman, Pemerintah Hanya Atur Perang Harga Agar Persaingan Sehat

Masyarakat Diminta Menyesuaikan Perjalanan

UPBU Kelas I Wamena mengimbau masyarakat, khususnya di Kabupaten Jayawijaya dan Yahukimo, untuk mengetahui bahwa untuk sementara waktu maskapai AMA tidak lagi melayani penerbangan subsidi angkutan udara perintis penumpang.

Informasi tersebut dinilai penting karena selama ini AMA menjadi salah satu operator yang melayani mobilitas masyarakat menuju sejumlah wilayah terpencil yang hanya dapat dijangkau melalui transportasi udara.

Penghentian layanan diperkirakan akan berdampak terhadap akses transportasi masyarakat, distribusi logistik, serta aktivitas pelayanan di kawasan pedalaman yang bergantung pada penerbangan perintis.

Penerbangan Perintis Berperan Vital di Papua

Di Papua Pegunungan, transportasi udara memiliki peran strategis sebagai penghubung antarwilayah yang belum seluruhnya terakses jaringan jalan darat. Penerbangan perintis menjadi moda utama untuk mengangkut penumpang, tenaga kesehatan, guru, aparatur pemerintah hingga kebutuhan logistik ke daerah-daerah terpencil.

Karena itu, berhentinya operasional salah satu maskapai penyelenggara penerbangan perintis berpotensi memengaruhi konektivitas masyarakat di wilayah pegunungan, terutama pada rute-rute yang memiliki keterbatasan akses transportasi alternatif.

Hingga saat ini belum ada kepastian kapan AMA akan kembali mengoperasikan penerbangan perintis. Keputusan pembukaan kembali layanan akan bergantung pada evaluasi internal perusahaan terhadap kondisi keamanan di wilayah operasional. (*)

Bagikan pendapatmu tentang artikel di atas!

Bagikan

Pos terkait