Geopark Ijen Jalani Revalidasi UNESCO, Status Warisan Dunia Kembali Dievaluasi

Bagikan

Geopark Ijen Jalani Revalidasi UNESCO, Status Warisan Dunia Kembali Dievaluasi
Kawah Ijen. (Foto: Istimewa)

BANYUWANGI, NUSANTARA INFO: Kawasan Geopark Ijen di Jawa Timur kembali menjalani tahapan penting dalam mempertahankan statusnya sebagai UNESCO Global Geopark (UGG). Dua asesor dari UNESCO datang langsung ke Banyuwangi untuk melakukan revalidasi yang akan menentukan kelanjutan pengakuan Geopark Ijen sebagai bagian dari jaringan geopark dunia.

Proses penilaian berlangsung selama lima hari, mulai 2 hingga 6 Agustus 2026, mencakup wilayah Kabupaten Banyuwangi dan Bondowoso. Revalidasi ini merupakan evaluasi berkala yang dilakukan UNESCO setiap empat tahun terhadap seluruh kawasan yang telah menyandang status UNESCO Global Geopark.

Asesmen dilakukan oleh Dr. Andreas Schüller dari Jerman dan Qinling Zhongnanshan dari China. Keduanya akan menilai pengelolaan kawasan, pelestarian warisan geologi, pemberdayaan masyarakat, edukasi, hingga pengembangan pariwisata berkelanjutan.

Penentu Masa Depan Status UNESCO Global Geopark

Hasil revalidasi akan menentukan apakah Geopark Ijen tetap mempertahankan statusnya sebagai UNESCO Global Geopark.

UNESCO menerapkan tiga kategori hasil evaluasi, yakni Green Card sebagai tanda status diperpanjang, Yellow Card apabila kawasan dinilai masih membutuhkan pembenahan dalam waktu dua tahun, serta Red Card yang berarti pencabutan status UNESCO Global Geopark.

Tahapan ini menjadi momentum penting bagi pengelola untuk menunjukkan bahwa Geopark Ijen terus memenuhi standar internasional dalam aspek konservasi, pendidikan, dan pembangunan berkelanjutan.

Asesor Tinjau Pusat Informasi hingga Geosite

Rangkaian penilaian di Banyuwangi diawali dengan kunjungan ke Pusat Informasi Geologi dan Geopark Ijen (PIGGI).

Di lokasi tersebut, tim asesor mempelajari berbagai koleksi batuan, fosil, informasi geologi, serta interpretasi mengenai kekayaan alam dan budaya yang menjadi bagian dari identitas Geopark Ijen.

Ketua Badan Pengelola Geopark Ijen, Abdillah Baraas, mengatakan kunjungan ke pusat informasi menjadi bagian penting dalam proses evaluasi.

“Peninjauan di PIG menjadi bagian dari evaluasi aspek edukasi dan interpretasi dalam proses revalidasi,” kata Abdillah Baraas, Minggu (2/8/2026).

Selain PIGGI, tim UNESCO juga dijadwalkan mengunjungi sejumlah geosite dan destinasi wisata berbasis masyarakat.

Lokasi yang menjadi bagian dari penilaian antara lain Taman Nasional Alas Purwo, Teluk Biru, Teluk Pangpang, Desa Adat Kemiren, hingga Desa Wisata Wringin Putih.

Baca Juga :  Tingkatkan Perekonomian Daerah, Kemendagri Dorong Pemda Perkuat BPD

Pemberdayaan Masyarakat Jadi Fokus Penilaian

Tidak hanya menilai kekayaan geologi, UNESCO juga memberikan perhatian besar terhadap keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan kawasan geopark.

Karena itu, para asesor akan melihat secara langsung praktik pemberdayaan masyarakat yang telah dikembangkan di kawasan Geopark Ijen.

“Asesor juga akan mengunjungi kampung Desa Kemiren Banyuwangi yang berada di kawasan Kawah Ijen dan Desa Wisata Wringin Putih untuk melihat praktik pemberdayaan masyarakat di kawasan mangrove,” ujar Abdillah.

Keterlibatan masyarakat lokal dinilai menjadi salah satu indikator penting dalam menjaga keberlanjutan geopark sekaligus memastikan manfaat ekonomi dapat dirasakan langsung oleh warga sekitar.

Banyuwangi Tegaskan Komitmen Jaga Warisan Dunia

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menegaskan bahwa predikat UNESCO Global Geopark bukan sekadar penghargaan internasional, tetapi juga amanah untuk menjaga kawasan yang memiliki nilai geologi, budaya, dan keanekaragaman hayati tersebut.

Menurut Ipuk, keberhasilan mempertahankan status UNESCO akan memperkuat posisi Geopark Ijen sebagai destinasi wisata kelas dunia sekaligus mendukung pengembangan ekonomi masyarakat berbasis konservasi.

“Geopark Ijen ini bukan lagi hanya milik Banyuwangi, tetapi sudah menjadi milik dunia. Karena itu, melalui revalidasi ini kita ingin memperlihatkan komitmen dan upaya terbaik dalam menjaga warisan dunia ini,” tutur Ipuk.

Geopark Ijen Jadi Ikon Wisata Berkelanjutan

Sejak ditetapkan sebagai UNESCO Global Geopark pada 2023, Geopark Ijen terus berkembang sebagai salah satu destinasi unggulan Indonesia.

Kawasan ini dikenal memiliki kekayaan geologi berupa kompleks gunung api Ijen, fenomena alam yang unik, keanekaragaman hayati, serta budaya masyarakat lokal yang menjadi daya tarik wisata berbasis konservasi.

Melalui proses revalidasi ini, pemerintah daerah berharap Geopark Ijen mampu kembali meraih Green Card, sehingga status UNESCO Global Geopark dapat dipertahankan dan terus memberikan manfaat bagi pelestarian lingkungan serta kesejahteraan masyarakat. (*)

Bagikan pendapatmu tentang artikel di atas!

Bagikan

Pos terkait