Jelang 2 Tahun Pemerintahan, Prabowo Enam Kali Lakukan Reshuffle Kabinet

Bagikan

Jelang 2 Tahun Pemerintahan, Prabowo Enam Kali Lakukan Reshuffle Kabinet
Presiden Prabowo saat melantik penjabat baru dalam Kabinet Merah Putih. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, NUSANTARA INFO: Presiden Prabowo Subianto kembali melakukan reshuffle kabinet menjelang dua tahun masa pemerintahannya bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Pada Senin (14/9/2026), Prabowo mengganti Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan menunjuk Suahasil Nazara untuk mengisi posisi bendahara negara.

Pergantian Menteri Keuangan tersebut menjadi reshuffle keenam yang dilakukan pemerintahan Prabowo-Gibran sejak Kabinet Merah Putih mulai bekerja pada awal pemerintahan.

Perombakan kabinet selama hampir dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran tidak hanya berupa pergantian menteri. Sejumlah pejabat mengalami pergeseran posisi, sementara pemerintah juga membentuk lembaga atau kementerian baru sebagai bagian dari penyesuaian struktur pemerintahan.

Pergantian Purbaya menjadi perhatian karena terjadi pada hari yang sama ketika Purbaya masih menjalankan agenda sebagai Menteri Keuangan. Sebelumnya, Purbaya mengikuti rapat kerja bersama Komite IV DPD RI pada Senin pagi.

Rapat tersebut berlangsung sekitar pukul 10.00 WIB. Beberapa jam kemudian, pada sore hari sekitar pukul 15.30 WIB, posisi Purbaya sebagai Menteri Keuangan berubah setelah Prabowo memutuskan melakukan pergantian.

Berikut rangkaian enam reshuffle yang dilakukan pemerintahan Prabowo-Gibran:

  1. Reshuffle 19 Februari 2025

Reshuffle pertama terjadi pada awal pemerintahan Prabowo. Pada 19 Februari 2025, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Satryo Brodjonegoro dicopot dari jabatannya.

Satryo kemudian digantikan oleh Brian Yulianto.

Pergantian tersebut menjadi perombakan pertama dalam Kabinet Merah Putih setelah Prabowo-Gibran menjalankan pemerintahan.

  1. Reshuffle 8 September 2025

Reshuffle kedua dilakukan pada 8 September 2025, setelah gelombang demonstrasi besar yang terjadi pada akhir Agustus 2025.

Dalam perombakan tersebut, sejumlah posisi menteri mengalami pergantian. Salah satu yang paling menjadi sorotan adalah Menteri Keuangan Sri Mulyani yang dicopot dari jabatannya.

Selain Sri Mulyani, Prabowo juga mengganti sejumlah pejabat lainnya.

Budi Arie Setiadi dicopot dari posisi Menteri Koperasi dan digantikan Ferry Juliantono. Sementara Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia Abdul Kadir Karding digantikan Mukhtarudin.

Pada saat itu, posisi Menteri Pemuda dan Olahraga yang sebelumnya dijabat Dito Ariotedjo juga terdampak perubahan. Selain itu, posisi Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan mengalami perubahan.

Pemerintah juga membentuk kementerian baru, yakni Kementerian Haji dan Umrah. Posisi menteri tersebut dipercayakan kepada Mochamad Irfan Yusuf dengan Dahnil Anzar Simanjuntak sebagai wakil menteri.

  1. Reshuffle 17 September 2025

Belum genap satu bulan setelah reshuffle kedua, Prabowo kembali melakukan perombakan pada 17 September 2025.

Sejumlah posisi yang sebelumnya kosong kemudian diisi. Letjen (Purn) TNI Djamari Chaniago dipercaya menjadi Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, sedangkan Erick Thohir ditunjuk sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga.

Perubahan juga terjadi pada sejumlah posisi wakil menteri dan kepala badan.

Afriansyah Noor ditunjuk sebagai Wakil Menteri Tenaga Kerja, Farida Farichah sebagai Menteri Koperasi, serta Rohmat Marzuki sebagai Wakil Menteri Kehutanan.

Prabowo juga menunjuk Angga Raka Prabowo sebagai Kepala Badan Komunikasi Pemerintah.

Di sisi lain, Naniek S. Deyang dan Sony Sanjaya dipercaya sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN). Muhammad Qodari ditunjuk menjadi Kepala Staf Kepresidenan.

Baca Juga :  Libur Sekolah Tak Hentikan Program MBG, BGN: Kelompok B3 Jadi Prioritas Utama

Selain itu, Sarah Sadiqa dipercaya memimpin Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP), sedangkan Ahmad Dofiri ditunjuk sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Keamanan dan Ketertiban Masyarakat.

  1. Reshuffle 8 Oktober 2025

Perombakan kabinet kembali terjadi pada 8 Oktober 2025. Pada reshuffle keempat tersebut, Prabowo melantik sejumlah pejabat sekaligus membentuk Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua.

Beberapa pejabat yang dilantik antara lain Akhmad Wiyagus sebagai Wakil Menteri Dalam Negeri dan Benyamin Paulus Octavianus sebagai Wakil Menteri Kesehatan.

Prabowo juga menunjuk Dirgayuza Setiawan sebagai Asisten Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Analisa Kebijakan serta Agung Gumilar sebagai Asisten Khusus Presiden Bidang Analisa Data Strategis.

Perombakan tersebut menunjukkan bahwa penataan pemerintahan tidak hanya menyasar posisi menteri, tetapi juga struktur pendukung di lingkungan Istana dan lembaga pemerintahan.

  1. Reshuffle 27 April 2026

Memasuki tahun kedua pemerintahan, Prabowo kembali melakukan reshuffle pada 27 April 2026.

Sejumlah posisi strategis mengalami perubahan, termasuk di bidang lingkungan hidup, komunikasi pemerintahan, hingga Kantor Staf Presiden.

Mohammad Jumhur Hidayat ditunjuk sebagai Menteri Lingkungan Hidup sekaligus Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup.

Prabowo juga menunjuk Hanif Faisol Nurofiq sebagai Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan.

Sementara itu, Dudung Abdurachman dipercaya sebagai Kepala Staf Presiden dan Muhammad Qodari kembali ditunjuk sebagai Kepala Badan Komunikasi Pemerintah.

Selain itu, Hasan Nasbi ditunjuk sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Abdul Kadir Kading sebagai Kepala Badan Karantina Indonesia.

  1. Reshuffle 14 September 2026

Perombakan keenam dilakukan pada Senin (14/9/2026). Kali ini, posisi Menteri Keuangan menjadi pusat perhatian.

Prabowo memutuskan mencopot Purbaya Yudhi Sadewa dari jabatan Menteri Keuangan dan menunjuk Suahasil Nazara sebagai penggantinya.

Pergantian tersebut terjadi pada hari yang sama ketika Purbaya masih menjalankan agenda resmi sebagai Menteri Keuangan.

Pada pagi hari, Purbaya menghadiri rapat kerja bersama Komite IV DPD RI yang dijadwalkan berlangsung sekitar pukul 10.00 WIB.

Namun, beberapa jam kemudian, perubahan posisi terjadi. Pada sore hari sekitar pukul 15.30 WIB, Purbaya tidak lagi menjabat sebagai Menteri Keuangan setelah Prabowo menetapkan Suahasil Nazara sebagai penggantinya.

Pergantian Menteri Keuangan menjadi perhatian karena posisi bendahara negara memiliki peran strategis dalam pengelolaan keuangan negara, termasuk menjaga kesinambungan kebijakan fiskal pemerintah.

Dengan pergantian tersebut, reshuffle keenam kembali menegaskan dinamika penataan Kabinet Merah Putih menjelang dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran.

Enam kali reshuffle sejak awal pemerintahan menunjukkan bahwa Prabowo terus melakukan penyesuaian terhadap komposisi pemerintahan. Perubahan tersebut mencakup pergantian menteri, pergeseran pejabat, pengisian posisi yang kosong, hingga pembentukan struktur kelembagaan baru.

Kini, perhatian publik tertuju pada langkah Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru serta arah kebijakan fiskal pemerintah setelah pergantian di posisi strategis tersebut. (*)

Bagikan pendapatmu tentang artikel di atas!

Bagikan

Pos terkait