
JAKARTA, NUSANTARA INFO: Ketua DPR RI Puan Maharani menyampaikan duka cita atas kecelakaan Kapal Virgo Transport 8 yang hilang kontak dan kemudian terbalik di perairan Masalembo, Laut Jawa. Puan meminta pemerintah melakukan investigasi menyeluruh untuk mengungkap penyebab kecelakaan kapal rute Surabaya-Banjarmasin tersebut.
Puan juga meminta seluruh unsur terkait mengoptimalkan operasi pencarian dan penyelamatan terhadap penumpang maupun kru kapal yang hingga kini masih belum ditemukan.
“Saya turut berduka cita yang mendalam atas jatuhnya korban jiwa dalam insiden hilangnya kontak dan terbaliknya Kapal Virgo Transport 8 di perairan Masalembo, Laut Jawa,” kata Puan dalam keterangannya, Senin (14/9/2026).
Menurut Puan, proses pencarian harus dilakukan secara maksimal agar seluruh penumpang dan kru yang berada dalam kapal dapat dipastikan keberadaannya. Ia meminta Basarnas, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), serta seluruh pihak terkait menjadikan keselamatan korban sebagai prioritas utama.
“Saya turut merasakan duka yang dialami keluarga korban, dan semoga diberikan ketabahan dalam menghadapi musibah ini,” ujar Puan.
“Saya minta Basarnas, KSOP, dan seluruh pihak terkait untuk terus memprioritaskan serta mengoptimalkan operasi pencarian dan penyelamatan terhadap korban yang belum ditemukan,” tambahnya.
Puan Minta Pendataan Korban Dilakukan Akurat
Selain operasi pencarian, Puan menyoroti pentingnya pendataan korban secara menyeluruh. Menurutnya, proses evakuasi harus diikuti dengan pencatatan dan verifikasi yang akurat sehingga tidak ada korban yang terlewat.
Hal ini menjadi perhatian karena jumlah orang yang tercatat dalam manifes kapal sebelumnya berbeda dengan perkembangan data korban yang disampaikan dalam proses evakuasi.
“Proses evakuasi dan pendataan yang masih berlangsung ini harus dikawal sampai tuntas, jangan sampai ada korban yang terlewat dari pencarian,” terang Puan.
Puan memastikan DPR RI akan mengawal penanganan kecelakaan Virgo Transport 8 hingga proses pencarian, pendataan, dan investigasi selesai.
Pengawalan tersebut diperlukan agar penanganan tidak berhenti pada tahap evakuasi korban, tetapi berlanjut pada evaluasi terhadap penyelenggaraan keselamatan transportasi laut.
Pemerintah Didesak Ungkap Penyebab Kecelakaan Virgo Transport 8
Puan juga mendesak pemerintah segera melakukan investigasi menyeluruh terhadap kecelakaan tersebut. Investigasi diperlukan untuk memastikan faktor yang menyebabkan kapal mengalami insiden di perairan Masalembo.
Ia meminta pemeriksaan tidak hanya melihat satu faktor, tetapi mencakup kemungkinan pengaruh kondisi alam, aspek teknis kapal, hingga faktor manusia.
“Pemerintah agar segera melakukan investigasi menyeluruh atas penyebab kecelakaan ini, baik dari faktor alam, teknis, maupun manusia,” tegas Puan.
Hasil investigasi nantinya dinilai penting sebagai dasar untuk menentukan langkah perbaikan dan mencegah kecelakaan serupa kembali terjadi.
Sebelumnya, Kementerian Perhubungan menyatakan proses investigasi kecelakaan diserahkan kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Pemerintah juga meminta seluruh pihak memberikan ruang bagi KNKT untuk menjalankan investigasi secara profesional, independen, dan berbasis fakta.
Dengan demikian, penyebab pasti kecelakaan masih harus menunggu hasil investigasi resmi. Informasi mengenai cuaca, kondisi kapal, maupun faktor operasional belum dapat dijadikan kesimpulan final sebelum proses pemeriksaan selesai.
Puan Soroti Keselamatan Pelayaran Nasional
Kecelakaan Virgo Transport 8 juga mendorong Puan menyoroti kondisi keselamatan transportasi laut secara lebih luas.
Menurutnya, kecelakaan kapal yang berulang dan menimbulkan korban jiwa harus menjadi momentum bagi pemerintah untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem keselamatan pelayaran nasional.
“Kejadian kecelakaan di laut sudah terlalu sering berulang, dan ini tidak boleh dibiarkan terus terjadi,” ungkap Puan.
Ia meminta pemerintah tidak hanya mengevaluasi penanganan setelah kecelakaan, tetapi juga memperkuat sistem pencegahan sebelum kapal berlayar.
“Saya minta ada perbaikan sistem keselamatan pelayaran nasional secara menyeluruh agar peristiwa serupa tidak kembali memakan korban jiwa,” imbuhnya.
Evaluasi tersebut dapat menjadi bagian dari upaya memastikan seluruh aspek keselamatan pelayaran berjalan sesuai ketentuan, mulai dari kelaikan kapal, pemenuhan persyaratan operasional, pengawasan pelayaran, hingga kesiapan menghadapi kondisi cuaca dan keadaan darurat.
108 Selamat, Enam Meninggal, 129 Masih Dicari
Hingga Senin (14/9/2026), perkembangan operasi SAR menunjukkan sebanyak 114 korban telah dievakuasi. Rinciannya, 108 orang ditemukan dalam kondisi selamat dan enam orang meninggal dunia.
Sementara itu, tim SAR gabungan masih melakukan pencarian terhadap 129 orang lainnya.
Operasi pencarian dilakukan dengan melibatkan sejumlah unsur terkait. Tim SAR terus menyisir wilayah perairan yang menjadi lokasi terakhir keberadaan kapal untuk menemukan korban yang masih belum diketahui keberadaannya.
Puan meminta proses tersebut terus dilakukan secara optimal sembari memastikan keluarga mendapatkan informasi yang jelas mengenai perkembangan pencarian.
Kecelakaan Kapal Virgo Transport 8 kini menjadi perhatian tidak hanya dalam konteks penanganan korban, tetapi juga evaluasi keselamatan pelayaran nasional. DPR meminta pemerintah memastikan seluruh proses berjalan transparan dan tuntas, sementara penyebab pasti kecelakaan tetap menunggu hasil investigasi resmi. (*)






