Kalahkan Riyadh, Jakarta Masuk 15 Besar Kota dengan Transportasi Umum Terbaik Dunia 2026

Bagikan

Kalahkan Riyadh, Jakarta Masuk 15 Besar Kota dengan Transportasi Umum Terbaik Dunia 2026
Jakarta menempati peringkat ke-15 kota dengan transportasi umum terbaik dunia 2026 berdasarkan survei Time Out, dengan skor penilaian positif sebesar 79,2 persen. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, NUSANTARA INFO: Jakarta masuk dalam 15 besar kota dengan transportasi umum terbaik di dunia pada 2026 berdasarkan survei Time Out. Ibu kota Indonesia itu menempati peringkat ke-15 dengan skor penilaian positif sebesar 79,2 persen, mengungguli Riyadh di Arab Saudi yang berada di posisi ke-16 dengan skor 78,2 persen.

Dalam daftar yang dirilis Time Out, Taipei di Taiwan menempati peringkat pertama dengan skor 95 persen. Singapura menyusul di posisi kedua dengan 93,5 persen, sedangkan Hong Kong berada di urutan ketiga dengan 92,8 persen.

Peringkat tersebut menggambarkan penilaian warga terhadap layanan transportasi umum di kota tempat mereka tinggal. Aspek yang menjadi perhatian mencakup kualitas layanan bus, kereta, dan trem, yang berperan penting dalam mendukung mobilitas masyarakat maupun wisatawan.

Dilansir dari laman Time Out, Kamis (15/10/2026), daftar kota dengan transportasi umum terbaik dunia 2026 disusun berdasarkan survei terhadap lebih dari 24.000 penduduk di berbagai kota. Responden diminta memberikan penilaian menggunakan skala satu hingga lima, mulai dari buruk hingga luar biasa.

Peringkat ditentukan berdasarkan persentase responden yang menilai transportasi umum di kota mereka baik atau luar biasa. Untuk menjaga keterwakilan secara global, setiap negara hanya diwakili satu kota dengan skor tertinggi.

Taipei Pimpin Daftar Transportasi Umum Terbaik Dunia

Taipei menjadi kota dengan penilaian transportasi umum tertinggi, mencapai 95 persen. Sistem Mass Rapid Transit (MRT) Taipei dinilai unggul berkat kebersihan stasiun, antrean penumpang yang tertata, serta ketepatan waktu kedatangan kereta.

Pada 2025, MRT Taipei mengangkut lebih dari 767 juta penumpang, atau rata-rata sekitar 2,1 juta perjalanan penumpang per hari. Besarnya jumlah perjalanan tersebut menunjukkan peran penting jaringan kereta dalam mendukung aktivitas harian masyarakat.

Kemudahan berpindah moda juga menjadi salah satu keunggulan sistem transportasi di Taipei. Pengguna dapat memanfaatkan EasyCard untuk membayar perjalanan MRT dan bus, serta menggunakan layanan penyewaan sepeda YouBike.

Integrasi antarmoda membantu penumpang melanjutkan perjalanan tanpa harus selalu bergantung pada kendaraan pribadi. Sistem pembayaran yang praktis juga memudahkan wisatawan menjelajahi berbagai kawasan kota.

Singapura menempati peringkat kedua dengan skor 93,5 persen. Jaringan Mass Rapid Transit (MRT) menjadi tulang punggung mobilitas di negara tersebut, dengan sekitar 3,5 juta perjalanan setiap hari.

Menurut data Otoritas Transportasi Darat Singapura yang dikutip dalam informasi tersebut, sekitar 99,4 persen layanan kereta beroperasi tepat waktu pada 2025. Ketepatan waktu menjadi faktor penting bagi masyarakat yang mengandalkan transportasi umum untuk bekerja, bersekolah, maupun melakukan aktivitas lainnya.

Sementara itu, Hong Kong berada di posisi ketiga dengan skor 92,8 persen. Sistem transportasinya memadukan jaringan kereta Mass Transit Railway (MTR), trem, dan Star Ferry yang menghubungkan kawasan di sekitar pelabuhan.

Pada 2025, sebanyak 99,9 persen perjalanan penumpang di jaringan kereta berat MTR tercatat tepat waktu. Kombinasi beragam moda transportasi membuat masyarakat dan wisatawan memiliki lebih banyak pilihan untuk menjangkau tujuan mereka.

Edinburgh dan Seoul Masuk Lima Besar

Edinburgh di Skotlandia menempati peringkat keempat dengan skor 92,4 persen. Kota tersebut menjadi salah satu kota Eropa dengan penilaian transportasi umum tertinggi dalam daftar 2026.

Layanan bus Lothian Buses mencatat 119 juta perjalanan pelanggan pada 2025. Pada tahun yang sama, jaringan Edinburgh Trams melayani sekitar 12,5 juta perjalanan.

Di posisi kelima, Seoul di Korea Selatan memperoleh skor 91,1 persen. Jaringan kereta bawah tanah kota tersebut dikenal dengan gerbong yang bersih dan ketersediaan sinyal telepon, termasuk di sejumlah area bawah tanah.

Seoul juga menyediakan pilihan kartu transportasi yang dapat membantu warga dan pengunjung mengelola biaya perjalanan. Kemudahan pembayaran dan jaringan kereta yang luas menjadi bagian penting dari pengalaman menggunakan transportasi umum di kota metropolitan tersebut.

Baca Juga :  Tingkatkan Kesigapan Hadapi Bencana, Kemenhub Perkuat Personil SAR di Perairan dan Pelabuhan

Di bawah Seoul, Zurich di Swiss menempati posisi keenam dengan skor 90,7 persen, disusul Wina di Austria dengan 90,3 persen. Tallinn di Estonia berada di peringkat kedelapan dengan 85,3 persen, sedangkan Helsinki di Finlandia menempati urutan kesembilan dengan 83,6 persen.

Medellín di Kolombia melengkapi posisi 10 besar dengan skor 83 persen.

Jakarta Masuk 15 Besar, Apa Artinya bagi Mobilitas Warga?

Pencapaian Jakarta di peringkat ke-15 dengan skor 79,2 persen menempatkan ibu kota Indonesia dalam jajaran kota dunia yang transportasi umumnya memperoleh penilaian positif dari mayoritas responden.

Jakarta berada di bawah Stockholm, Swedia, yang mencatat skor 80,3 persen. Namun, posisi Jakarta masih lebih tinggi dibandingkan Riyadh di Arab Saudi dengan skor 78,2 persen.

Kota-kota lain yang berada di bawah Jakarta dalam daftar tersebut adalah Hamburg di Jerman dengan 77 persen, Amsterdam di Belanda dengan 76,9 persen, Vancouver di Kanada dengan 76,7 persen, serta Oslo di Norwegia dengan 75,9 persen.

Masuknya Jakarta dalam 20 besar menunjukkan bahwa layanan transportasi umum di ibu kota mendapat penilaian positif dari banyak responden yang disurvei. Meski demikian, skor tersebut tidak otomatis berarti seluruh aspek transportasi Jakarta sudah optimal atau bahwa Jakarta lebih unggul dalam setiap indikator dibandingkan kota lain.

Penilaian berbasis persepsi warga perlu dibedakan dari pengukuran teknis, seperti ketepatan waktu, kapasitas angkut, keterjangkauan tarif, cakupan rute, aksesibilitas bagi penyandang disabilitas, dan kemudahan perpindahan antarmoda.

Bagi Jakarta, tantangan peningkatan layanan tetap berkaitan dengan kebutuhan perjalanan masyarakat yang tinggi, konektivitas kawasan permukiman dengan pusat kegiatan, serta kemudahan berpindah dari satu moda ke moda lainnya.

Integrasi layanan kereta, bus, dan angkutan pengumpan menjadi salah satu aspek penting agar perjalanan masyarakat lebih efisien. Selain itu, kepastian jadwal, kenyamanan stasiun dan halte, keamanan penumpang, serta akses menuju titik keberangkatan dan tujuan turut menentukan pengalaman pengguna.

Bagi wisatawan, transportasi umum yang mudah dipahami dan digunakan juga dapat membantu menghemat waktu perjalanan sekaligus memperluas akses ke berbagai destinasi di kota.

Daftar 20 Kota dengan Transportasi Umum Terbaik Dunia 2026

Berikut peringkat kota dengan transportasi umum terbaik di dunia berdasarkan persentase penduduk yang menilai layanan di kota mereka baik atau luar biasa, menurut daftar Time Out:

  1. Taipei, Taiwan — 95 persen
  2. Singapura — 93,5 persen
  3. Hong Kong — 92,8 persen
  4. Edinburgh, Skotlandia — 92,4 persen
  5. Seoul, Korea Selatan — 91,1 persen
  6. Zurich, Swiss — 90,7 persen
  7. Wina, Austria — 90,3 persen
  8. Tallinn, Estonia — 85,3 persen
  9. Helsinki, Finlandia — 83,6 persen
  10. Medellín, Kolombia — 83 persen
  11. Shanghai, China — 82,7 persen
  12. Warsawa, Polandia — 81,9 persen
  13. Osaka, Jepang — 81,6 persen
  14. Stockholm, Swedia — 80,3 persen
  15. Jakarta, Indonesia — 79,2 persen
  16. Riyadh, Arab Saudi — 78,2 persen
  17. Hamburg, Jerman — 77 persen
  18. Amsterdam, Belanda — 76,9 persen
  19. Vancouver, Kanada — 76,7 persen
  20. Oslo, Norwegia — 75,9 persen

Hasil survei tersebut memperlihatkan bahwa kualitas transportasi umum menjadi salah satu faktor penting dalam membentuk pengalaman hidup dan beraktivitas di kota. Taipei memimpin daftar 2026, sementara Jakarta berhasil masuk 15 besar dunia.

Bagi warga dan pengguna transportasi umum di Jakarta, capaian ini dapat menjadi momentum untuk terus mendorong peningkatan kualitas layanan, mulai dari ketepatan waktu dan kenyamanan hingga integrasi antarmoda, agar perjalanan sehari-hari semakin mudah, aman, dan efisien. (*)

Bagikan pendapatmu tentang artikel di atas!

Bagikan

Pos terkait